28.8 C
Jakarta
Saturday, February 28, 2026

Bertambah Jadi 9 Titik, Wali Kota Tekankan Etika dan Kebersihan Pasar Ramadan di Palangka Raya

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin meresmikan titik baru Pasar Wadai Ramadan Tahun 1447 H/2026 M di Halaman Pasar Datah Manuah, Kamis (19/2/2026). Bertambahnya titik baru Pasar Ramadan ini, menjadikan jumlah titik lokasi yang meningkat dibanding tahun sebelumnya.

“Yang pertama, ini ada peningkatan pasar ramadan dari tahun sebelumnya. Kalau tahun lalu lima titik saja, tahun ini menjadi sembilan titik. Artinya ada penambahan yang cukup luar biasa,” ujar Fairid di sela kegiatan pembukaan Pasar Ramadan ini.

Dia menjelaskan, pembukaan Pasar Ramadan tersebut, bertujuan untuk mendorong sirkulasi dan perputaran ekonomi masyarakat. Khususnya bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kota Palangka Raya.

Baca Juga :  Belum Dioperasikan! Sekolah Rakyat di Palangka Raya Masih Menunggu Arahan

“Yang tidak lain dan tidak bukan, kita membuka Pasar Ramadan ini untuk sirkular ekonomi masyarakat dan juga untuk perputaran ekonomi pelaku usaha UMKM yang ada di Kota Palangka Raya,” katanya.

Namun demikian, dia menegaskan agar seluruh pedagang tetap memperhatikan etika dalam berdagang serta menjaga kenyamanan dan kebersihan lingkungan selama kegiatan berlangsung.

“Saya tekankan, mohon berdagang dengan baik dan beretika. Yang kedua, tetap menjaga kenyamanan seperti kebersihan. Kepada penanggung jawab, jangan sampai setelah pasar ini berlangsung justru menimbulkan sampah,” tegasnya.

Menurutnya, pemerintah kota memberikan diskresi sementara terhadap penggunaan sejumlah lokasi untuk Pasar Ramadan. Meskipun pada prinsipnya beberapa wilayah tersebut bukan diperuntukkan bagi aktivitas perdagangan.

Electronic money exchangers listing
Baca Juga :  Rencana Ubah Stigma Kampung Ponton Jadi Destinasi Wisata, Pemko Palangka Raya Lakukan Hal Ini

“Kalau masih ditemukan seperti itu, maka saya akan tegas. Saya akan memastikan penertiban, karena semua itu sebenarnya berada di wilayah yang memang tidak diperbolehkan. Kita memberikan diskresi sementara, tetapi tidak boleh sembarangan dan tidak beretika,” tandasnya.

Dengan bertambahnya jumlah titik Pasar Ramadan tahun ini, Pemerintah Kota Palangka Raya berharap kegiatan tersebut tidak hanya menjadi tradisi tahunan menyambut bulan suci, tetapi juga mampu memperkuat geliat ekonomi lokal tanpa mengabaikan ketertiban dan kebersihan kota. (adr)

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin meresmikan titik baru Pasar Wadai Ramadan Tahun 1447 H/2026 M di Halaman Pasar Datah Manuah, Kamis (19/2/2026). Bertambahnya titik baru Pasar Ramadan ini, menjadikan jumlah titik lokasi yang meningkat dibanding tahun sebelumnya.

“Yang pertama, ini ada peningkatan pasar ramadan dari tahun sebelumnya. Kalau tahun lalu lima titik saja, tahun ini menjadi sembilan titik. Artinya ada penambahan yang cukup luar biasa,” ujar Fairid di sela kegiatan pembukaan Pasar Ramadan ini.

Dia menjelaskan, pembukaan Pasar Ramadan tersebut, bertujuan untuk mendorong sirkulasi dan perputaran ekonomi masyarakat. Khususnya bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kota Palangka Raya.

Electronic money exchangers listing
Baca Juga :  Belum Dioperasikan! Sekolah Rakyat di Palangka Raya Masih Menunggu Arahan

“Yang tidak lain dan tidak bukan, kita membuka Pasar Ramadan ini untuk sirkular ekonomi masyarakat dan juga untuk perputaran ekonomi pelaku usaha UMKM yang ada di Kota Palangka Raya,” katanya.

Namun demikian, dia menegaskan agar seluruh pedagang tetap memperhatikan etika dalam berdagang serta menjaga kenyamanan dan kebersihan lingkungan selama kegiatan berlangsung.

“Saya tekankan, mohon berdagang dengan baik dan beretika. Yang kedua, tetap menjaga kenyamanan seperti kebersihan. Kepada penanggung jawab, jangan sampai setelah pasar ini berlangsung justru menimbulkan sampah,” tegasnya.

Menurutnya, pemerintah kota memberikan diskresi sementara terhadap penggunaan sejumlah lokasi untuk Pasar Ramadan. Meskipun pada prinsipnya beberapa wilayah tersebut bukan diperuntukkan bagi aktivitas perdagangan.

Baca Juga :  Rencana Ubah Stigma Kampung Ponton Jadi Destinasi Wisata, Pemko Palangka Raya Lakukan Hal Ini

“Kalau masih ditemukan seperti itu, maka saya akan tegas. Saya akan memastikan penertiban, karena semua itu sebenarnya berada di wilayah yang memang tidak diperbolehkan. Kita memberikan diskresi sementara, tetapi tidak boleh sembarangan dan tidak beretika,” tandasnya.

Dengan bertambahnya jumlah titik Pasar Ramadan tahun ini, Pemerintah Kota Palangka Raya berharap kegiatan tersebut tidak hanya menjadi tradisi tahunan menyambut bulan suci, tetapi juga mampu memperkuat geliat ekonomi lokal tanpa mengabaikan ketertiban dan kebersihan kota. (adr)

Terpopuler

Artikel Terbaru