PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Laju inflasi Kota Palangka Raya dipastikan masih terkendali. Ketersediaan pasokan pangan aman dan pergerakan harga di pasar relatif stabil, sehingga daya beli masyarakat tetap terjaga.
Kepastian itu disampaikan Wakil Wali Kota Palangka Raya, Achmad Zaini, usai mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi secara daring bersama Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dari Ruang Command Center Kantor Wali Kota Palangka Raya, Jalan Tjilik Riwut.
“Alhamdulillah, inflasi di Palangka Raya masih bisa kita kendalikan. Pasokan pangan cukup dan indeks perkembangan harga juga stabil,” ujar Achmad Zaini, Senin (19/1/2026).
Berdasarkan data Dinas Perdagangan, Koperasi, UKM, dan Perindustrian (DPKUKMP), hanya satu komoditas yang mengalami kenaikan harga pada pekan berjalan, yakni bawang merah. Sementara komoditas pangan lainnya tercatat relatif tidak mengalami perubahan signifikan.
“Hanya bawang merah yang naik. Per 19 September harganya Rp45 ribu per kilogram, naik Rp5 ribu dibanding minggu sebelumnya,” katanya.
Meski demikian, Achmad Zaini menegaskan harga bawang merah di Palangka Raya masih berada di bawah rata-rata nasional yang mencapai Rp46.600 per kilogram.
“Artinya masih aman dan terkendali. Kita masih di bawah harga nasional,” ucapnya.
Selain bawang merah, harga cabai rawit biasa justru mengalami penurunan. Sementara komoditas lain seperti beras, bawang putih, cabai merah, daging, telur, minyak goreng, hingga sayuran terpantau stabil.
Pemerintah Kota Palangka Raya memastikan pemantauan harga pangan terus dilakukan secara rutin sebagai langkah antisipasi menjaga stabilitas pasokan dan melindungi daya beli masyarakat. (adr)


