25.7 C
Jakarta
Saturday, February 21, 2026

Inflasi Palangka Raya Naik, Wakil Wali Kota Ungkap Biang Keroknya

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Wakil Wali Kota Palangka Raya Achmad Zaini mengungkap penyebab utama inflasi Kota Palangka Raya yang tercatat naik secara tahunan pada awal 2026. Dua komoditas menjadi penyumbang terbesar, yakni listrik dan emas, meski inflasi bulanan masih tergolong terkendali.

Hal itu disampaikan Achmad Zaini usai mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi yang dipimpin Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) di Kantor Wali Kota Palangka Raya, Jalan Tjilik Riwut, Senin (9/2/2026).

“Hari ini kita kembali mengikuti rakor pengendalian inflasi yang dipimpin langsung Kemendagri,” ujar Zaini.

Dia menjelaskan, tren kenaikan inflasi secara tahunan terjadi hampir di seluruh daerah di Indonesia, termasuk Palangka Raya. Namun, lonjakan tersebut tidak sepenuhnya dipicu kenaikan harga barang secara masif.

Baca Juga :  Pemkab Lamandau Ikuti Rapat Persiapan Pelantikan Kepala Daerah Terpilih Bersama Kemendagri

“Dua komoditas yang paling besar menyumbang inflasi adalah listrik dan emas,” katanya.

Menurut Zaini, andil inflasi dari sektor listrik bukan disebabkan kenaikan tarif, melainkan berakhirnya kebijakan subsidi listrik 50 persen yang masih berlaku pada Januari 2025.

“Kalau dibandingkan Januari tahun lalu, saat itu masih ada subsidi listrik dari pemerintah. Sekarang kondisinya sudah normal, jadi bukan tarif listrik yang naik,” jelasnya.

Electronic money exchangers listing

Selain listrik, kenaikan harga emas dalam beberapa bulan terakhir juga ikut mendorong inflasi tahunan di Palangka Raya.

“Harga emas terus mengalami kenaikan. Jadi ketika dibandingkan dengan tahun lalu, inflasi Januari 2026 terlihat lebih tinggi,” lanjutnya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi Kota Palangka Raya secara tahunan tercatat 4,61 persen, sementara secara bulanan hanya 0,39 persen.

Baca Juga :  Bupati Pimpin Rakor Pendirian BUMD bersama Kemendagri

“Data BPS menunjukkan inflasi year on year memang cukup tinggi, tapi month to month masih rendah,” tuturnya.

Dia menambahkan, rendahnya inflasi bulanan menandakan pergerakan harga dari Desember 2025 ke Januari 2026 relatif terkendali.

“Yang membuat inflasi terlihat tinggi itu karena pembandingnya tahun lalu, saat masih ada subsidi listrik 50 persen,” pungkas Zaini. (adr)

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Wakil Wali Kota Palangka Raya Achmad Zaini mengungkap penyebab utama inflasi Kota Palangka Raya yang tercatat naik secara tahunan pada awal 2026. Dua komoditas menjadi penyumbang terbesar, yakni listrik dan emas, meski inflasi bulanan masih tergolong terkendali.

Hal itu disampaikan Achmad Zaini usai mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi yang dipimpin Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) di Kantor Wali Kota Palangka Raya, Jalan Tjilik Riwut, Senin (9/2/2026).

“Hari ini kita kembali mengikuti rakor pengendalian inflasi yang dipimpin langsung Kemendagri,” ujar Zaini.

Electronic money exchangers listing

Dia menjelaskan, tren kenaikan inflasi secara tahunan terjadi hampir di seluruh daerah di Indonesia, termasuk Palangka Raya. Namun, lonjakan tersebut tidak sepenuhnya dipicu kenaikan harga barang secara masif.

Baca Juga :  Pemkab Lamandau Ikuti Rapat Persiapan Pelantikan Kepala Daerah Terpilih Bersama Kemendagri

“Dua komoditas yang paling besar menyumbang inflasi adalah listrik dan emas,” katanya.

Menurut Zaini, andil inflasi dari sektor listrik bukan disebabkan kenaikan tarif, melainkan berakhirnya kebijakan subsidi listrik 50 persen yang masih berlaku pada Januari 2025.

“Kalau dibandingkan Januari tahun lalu, saat itu masih ada subsidi listrik dari pemerintah. Sekarang kondisinya sudah normal, jadi bukan tarif listrik yang naik,” jelasnya.

Selain listrik, kenaikan harga emas dalam beberapa bulan terakhir juga ikut mendorong inflasi tahunan di Palangka Raya.

“Harga emas terus mengalami kenaikan. Jadi ketika dibandingkan dengan tahun lalu, inflasi Januari 2026 terlihat lebih tinggi,” lanjutnya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi Kota Palangka Raya secara tahunan tercatat 4,61 persen, sementara secara bulanan hanya 0,39 persen.

Baca Juga :  Bupati Pimpin Rakor Pendirian BUMD bersama Kemendagri

“Data BPS menunjukkan inflasi year on year memang cukup tinggi, tapi month to month masih rendah,” tuturnya.

Dia menambahkan, rendahnya inflasi bulanan menandakan pergerakan harga dari Desember 2025 ke Januari 2026 relatif terkendali.

“Yang membuat inflasi terlihat tinggi itu karena pembandingnya tahun lalu, saat masih ada subsidi listrik 50 persen,” pungkas Zaini. (adr)

Terpopuler

Artikel Terbaru