26.1 C
Jakarta
Saturday, January 10, 2026

Pustu Jadi Andalan Dinkes Palangka Raya, Dokter Kunjung Turun ke Kelurahan

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Palangka Raya memaksimalkan peran Puskesmas Pembantu (Pustu) untuk memperluas akses layanan kesehatan masyarakat hingga tingkat kelurahan. Langkah ini dilakukan agar warga tak lagi bergantung penuh pada Puskesmas Induk, terutama di wilayah yang belum memilikinya.

Saat ini, Dinkes Palangka Raya mengelola sekitar 43 Pustu yang hampir seluruhnya tersebar di setiap kelurahan. Keberadaan Pustu menjadi ujung tombak pelayanan kesehatan dasar, sekaligus solusi pemerataan layanan di daerah yang jauh dari Puskesmas Induk.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya, Riduan, menyebut Pustu merupakan jejaring resmi Puskesmas Induk. Bahkan, di wilayah yang belum memiliki Puskesmas Induk, Pustu dipastikan tetap ada untuk melayani masyarakat.

Baca Juga :  RSUD Hanau Resmi Beroperasi, Hadirkan Layanan Modern di Barat Kalteng

“Puskesmas itu punya jejaring, namanya Puskesmas Pembantu. Hampir semua kelurahan ada Pustu. Di daerah yang belum punya Puskesmas Induk, pasti ada Pustu,” ujarnya, Rabu (7/1/2026).

Untuk meningkatkan kualitas layanan, Dinkes mendorong penerapan skema dokter kunjung. Melalui pola ini, dokter umum dari Puskesmas Induk ditugaskan memberikan pelayanan langsung di Pustu sesuai jadwal.

“Sudah ada beberapa Puskesmas Induk yang menugaskan dokternya ke Pustu. Ini memang bagian dari upaya memperkuat fungsi Pustu sebagai perpanjangan tangan layanan Puskesmas,” kata Riduan.

Ia menegaskan, penguatan peran Pustu bertujuan mengurangi antrean di Puskesmas Induk sekaligus memudahkan warga mendapatkan layanan kesehatan dasar tanpa harus menempuh jarak jauh.

Electronic money exchangers listing

“Supaya masyarakat tidak perlu datang jauh-jauh ke Puskesmas Induk yang antreannya banyak. Dengan Pustu, layanan bisa lebih merata,” tambahnya.

Baca Juga :  Kabar Duka dari Pemko Palangka Raya

Riduan juga memastikan ketersediaan obat-obatan dan sarana pendukung di Pustu dalam kondisi mencukupi. Hal ini sejalan dengan komitmen peningkatan mutu layanan kesehatan tingkat dasar.

“Stok obat saya rasa cukup. Intinya, masyarakat yang datang ke Puskesmas maupun Pustu bisa langsung mendapatkan layanan dan obat yang dibutuhkan,” jelasnya.

Selain itu, Dinkes Palangka Raya memberi keleluasaan kepada Puskesmas Induk untuk mengatur jadwal dokter umum yang bertugas ke Pustu, menyesuaikan kebutuhan dan kondisi wilayah masing-masing.

“Kita beri fleksibilitas kepada Puskesmas untuk menjadwalkan dokter umumnya ke Pustu sesuai kebutuhan,” pungkas Riduan. (adr)

PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Palangka Raya memaksimalkan peran Puskesmas Pembantu (Pustu) untuk memperluas akses layanan kesehatan masyarakat hingga tingkat kelurahan. Langkah ini dilakukan agar warga tak lagi bergantung penuh pada Puskesmas Induk, terutama di wilayah yang belum memilikinya.

Saat ini, Dinkes Palangka Raya mengelola sekitar 43 Pustu yang hampir seluruhnya tersebar di setiap kelurahan. Keberadaan Pustu menjadi ujung tombak pelayanan kesehatan dasar, sekaligus solusi pemerataan layanan di daerah yang jauh dari Puskesmas Induk.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya, Riduan, menyebut Pustu merupakan jejaring resmi Puskesmas Induk. Bahkan, di wilayah yang belum memiliki Puskesmas Induk, Pustu dipastikan tetap ada untuk melayani masyarakat.

Electronic money exchangers listing
Baca Juga :  RSUD Hanau Resmi Beroperasi, Hadirkan Layanan Modern di Barat Kalteng

“Puskesmas itu punya jejaring, namanya Puskesmas Pembantu. Hampir semua kelurahan ada Pustu. Di daerah yang belum punya Puskesmas Induk, pasti ada Pustu,” ujarnya, Rabu (7/1/2026).

Untuk meningkatkan kualitas layanan, Dinkes mendorong penerapan skema dokter kunjung. Melalui pola ini, dokter umum dari Puskesmas Induk ditugaskan memberikan pelayanan langsung di Pustu sesuai jadwal.

“Sudah ada beberapa Puskesmas Induk yang menugaskan dokternya ke Pustu. Ini memang bagian dari upaya memperkuat fungsi Pustu sebagai perpanjangan tangan layanan Puskesmas,” kata Riduan.

Ia menegaskan, penguatan peran Pustu bertujuan mengurangi antrean di Puskesmas Induk sekaligus memudahkan warga mendapatkan layanan kesehatan dasar tanpa harus menempuh jarak jauh.

“Supaya masyarakat tidak perlu datang jauh-jauh ke Puskesmas Induk yang antreannya banyak. Dengan Pustu, layanan bisa lebih merata,” tambahnya.

Baca Juga :  Kabar Duka dari Pemko Palangka Raya

Riduan juga memastikan ketersediaan obat-obatan dan sarana pendukung di Pustu dalam kondisi mencukupi. Hal ini sejalan dengan komitmen peningkatan mutu layanan kesehatan tingkat dasar.

“Stok obat saya rasa cukup. Intinya, masyarakat yang datang ke Puskesmas maupun Pustu bisa langsung mendapatkan layanan dan obat yang dibutuhkan,” jelasnya.

Selain itu, Dinkes Palangka Raya memberi keleluasaan kepada Puskesmas Induk untuk mengatur jadwal dokter umum yang bertugas ke Pustu, menyesuaikan kebutuhan dan kondisi wilayah masing-masing.

“Kita beri fleksibilitas kepada Puskesmas untuk menjadwalkan dokter umumnya ke Pustu sesuai kebutuhan,” pungkas Riduan. (adr)

Terpopuler

Artikel Terbaru