24.2 C
Jakarta
Monday, April 7, 2025

Ini Loh Manfaat MPP Huma Betang di Palangka Raya

PALANGKA
RAYA
,PROKALTENG.CO-Sesuai
dengan rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD), pada tahun ketiga
kepemimpinan Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin, fokus pembangunan pada
smart economy atau ekonomi cerdas.

Dikatakan
Fairid, salah satu upaya atau wujud nyata dari penerapan smart economy adalah
dengan melakukan uji coba Mal Pelayanan Publik (MPP). Mal ini sudah diuji coba
pada akhir tahun 2020 lalu.

Menurutnya
uji coba operasional MPP Huma Betang ini dilakukan untuk menjawab
keluhan-keluhan dan stigma negatif dari masyarakat Kota Palangka Raya bahwa
dalam berurusan pelayanan publik dikatakan berbelit-belit. Selain itu, dalam
mal tersebut warga ada beragam pelayanan perizinan dan lainnya.

“MPP ini
saya nyatakan bersih, transparan, cepat dan efektif serta hemat waktu karena di
dalam MPP ini bisa dikatakan cukup lengkap pelayanannya mulai dari perbankan
hingga perizinan,” ucap wali kota kepada Kalteng Pos Senin (4/1).

Baca Juga :  Pemko Fokus Pembangunan Pendidikan dan Kesehatan

Sambungnya,
MPP ini juga adalah salah satu bentuk integritas pelayanan pusat dengan
pelayanan pemerintah daerah serta pelayanan bisnis yang dikumpulkan pada satu
tempat terpadu nyaman, mudah dan aman.

Tidak hanya
itu berdirinya MPP ini adalah salah satu cara mewujudkan birokrasi modern di
era industri Fourth Poin Zero (4.0) atau sebagai salah satu bukti nyata pemko
di tahun 2021 benar menerapkan adanya Smart Economy.

Untuk
memberikan pelayanan secara cepat dan nyaman, MPP juga telah di isi oleh
petugas Aparatur Sipil Negara (ASN) yang ramah cerdas dan memiliki skill yang
mumpuni untuk menggunakan teknologi dalam memberikan pelayanan publik.

“MPP ini
memiliki filosopi Huma Betang yang artinya sebuah rumah yang mengedepankan
musyawarah, mufakat, kesetaraan, kejujuran dan kesetian yang hingga kini
menjadi pedoman masyarakat Kalimantan Tengah,” pungkasnya. 

Baca Juga :  Korban Kebakaran Kelurahan Panarung Terima Bantuan Sembako

PALANGKA
RAYA
,PROKALTENG.CO-Sesuai
dengan rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD), pada tahun ketiga
kepemimpinan Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin, fokus pembangunan pada
smart economy atau ekonomi cerdas.

Dikatakan
Fairid, salah satu upaya atau wujud nyata dari penerapan smart economy adalah
dengan melakukan uji coba Mal Pelayanan Publik (MPP). Mal ini sudah diuji coba
pada akhir tahun 2020 lalu.

Menurutnya
uji coba operasional MPP Huma Betang ini dilakukan untuk menjawab
keluhan-keluhan dan stigma negatif dari masyarakat Kota Palangka Raya bahwa
dalam berurusan pelayanan publik dikatakan berbelit-belit. Selain itu, dalam
mal tersebut warga ada beragam pelayanan perizinan dan lainnya.

“MPP ini
saya nyatakan bersih, transparan, cepat dan efektif serta hemat waktu karena di
dalam MPP ini bisa dikatakan cukup lengkap pelayanannya mulai dari perbankan
hingga perizinan,” ucap wali kota kepada Kalteng Pos Senin (4/1).

Baca Juga :  Pemko Fokus Pembangunan Pendidikan dan Kesehatan

Sambungnya,
MPP ini juga adalah salah satu bentuk integritas pelayanan pusat dengan
pelayanan pemerintah daerah serta pelayanan bisnis yang dikumpulkan pada satu
tempat terpadu nyaman, mudah dan aman.

Tidak hanya
itu berdirinya MPP ini adalah salah satu cara mewujudkan birokrasi modern di
era industri Fourth Poin Zero (4.0) atau sebagai salah satu bukti nyata pemko
di tahun 2021 benar menerapkan adanya Smart Economy.

Untuk
memberikan pelayanan secara cepat dan nyaman, MPP juga telah di isi oleh
petugas Aparatur Sipil Negara (ASN) yang ramah cerdas dan memiliki skill yang
mumpuni untuk menggunakan teknologi dalam memberikan pelayanan publik.

“MPP ini
memiliki filosopi Huma Betang yang artinya sebuah rumah yang mengedepankan
musyawarah, mufakat, kesetaraan, kejujuran dan kesetian yang hingga kini
menjadi pedoman masyarakat Kalimantan Tengah,” pungkasnya. 

Baca Juga :  Korban Kebakaran Kelurahan Panarung Terima Bantuan Sembako

Terpopuler

Artikel Terbaru