24.2 C
Jakarta
Sunday, April 6, 2025

605 Nelayan di Pulpis Dapat Bantuan Diversifikasi Energi

PULANG PISAU, KALTENGPOS.CO Nelayan mendapatkan
bantuan paket konversi bahan bakar minyak (BBM) ke bahan bakar gas (BBG) untuk
kapal penangkap ikan. Bantuan dari Kementerian ESDM diserahkan di aula kantor Desa
Jabiren, Rabu (11/11).

Plt Bupati
Pulang Pisau (Pulpis), Pujirustaty Narang, berharap, dengan adanya bantuan
paket tersebut, hasil tangkapan nelayan akan meningkat dan berdampak pada
peningkatan dan kesejahteraan.

“Dengan
peningkatan produksi tangkapan maka akan menunjang ketahanan pangan melalui
ketersediaan ikan konsumsi masyarakat. Sehingga kebutuhan ikan dapat
tercukupi,” kata Taty.

Taty
menjelaskan, program tersebut bertujuan mendukung pemerintah mewujudkan
diversifikasi energi. Yakni dengan pemilihan LPG sebagai bahan bakar alternatif
yang dapat digunakan nelayan.

Baca Juga :  RPB Kolaboratif Tingkatkan Kualitas Penanggulangan Bencana

“Apalagi LPG
sudah dikenal  masyarakat. Mesin  penggerak dengan menggunakan LPG relatif sama
dengan BBM untuk motor daya rendah dan ramah lingkungan,” ungkap Taty.

Di tempat yang
sama, Kepala
Dinas Perikanan Pulpis, H Ir Riduan Sahrani, mengungkapkan, Kabupaten ini mendapatkan
605 unit paket bantuan yang didistribusikan ke tujuh kecamatan. Yakni Kecamatan
Jabiren Raya sebanyak 201 unit, Kahayan Tengah 130 unit, Kahayan Hilir 102
unit, Kahayan Kuala 144 unit, Sebangau Kuala 15 unit, Maliku tujuh unit dan Kecamatan
Pandih Batu enam unit.

Masih di tempat
yang sama, Ahmad Rading mewakili Direktur Perencanaan dan Pembangunan
Infrastruktur Migas dari kementerian ESDM mengungkapkan, program konversi
dari  BBM ke BBG merupakan program
kemitraan antara Kementerian ESDM dan Komisi VII DPR RI.

Baca Juga :  Antisipasi Penyelundupan di Pelabuhan Bahaur, Dishub Bentuk Tim Gabungan

“Awalnya program
ini dialihkan untuk penanganan Covid -19. Namun oleh Komisi VII DPR RI program
ini dimunculkan kembali. Sehingga dilakukan refo
cusing anggaran pada Kementerian ESDM karena
program ini menentukan sumber pendapatan masyarakat nelayan,” kata Ahmad.

PULANG PISAU, KALTENGPOS.CO Nelayan mendapatkan
bantuan paket konversi bahan bakar minyak (BBM) ke bahan bakar gas (BBG) untuk
kapal penangkap ikan. Bantuan dari Kementerian ESDM diserahkan di aula kantor Desa
Jabiren, Rabu (11/11).

Plt Bupati
Pulang Pisau (Pulpis), Pujirustaty Narang, berharap, dengan adanya bantuan
paket tersebut, hasil tangkapan nelayan akan meningkat dan berdampak pada
peningkatan dan kesejahteraan.

“Dengan
peningkatan produksi tangkapan maka akan menunjang ketahanan pangan melalui
ketersediaan ikan konsumsi masyarakat. Sehingga kebutuhan ikan dapat
tercukupi,” kata Taty.

Taty
menjelaskan, program tersebut bertujuan mendukung pemerintah mewujudkan
diversifikasi energi. Yakni dengan pemilihan LPG sebagai bahan bakar alternatif
yang dapat digunakan nelayan.

Baca Juga :  RPB Kolaboratif Tingkatkan Kualitas Penanggulangan Bencana

“Apalagi LPG
sudah dikenal  masyarakat. Mesin  penggerak dengan menggunakan LPG relatif sama
dengan BBM untuk motor daya rendah dan ramah lingkungan,” ungkap Taty.

Di tempat yang
sama, Kepala
Dinas Perikanan Pulpis, H Ir Riduan Sahrani, mengungkapkan, Kabupaten ini mendapatkan
605 unit paket bantuan yang didistribusikan ke tujuh kecamatan. Yakni Kecamatan
Jabiren Raya sebanyak 201 unit, Kahayan Tengah 130 unit, Kahayan Hilir 102
unit, Kahayan Kuala 144 unit, Sebangau Kuala 15 unit, Maliku tujuh unit dan Kecamatan
Pandih Batu enam unit.

Masih di tempat
yang sama, Ahmad Rading mewakili Direktur Perencanaan dan Pembangunan
Infrastruktur Migas dari kementerian ESDM mengungkapkan, program konversi
dari  BBM ke BBG merupakan program
kemitraan antara Kementerian ESDM dan Komisi VII DPR RI.

Baca Juga :  Antisipasi Penyelundupan di Pelabuhan Bahaur, Dishub Bentuk Tim Gabungan

“Awalnya program
ini dialihkan untuk penanganan Covid -19. Namun oleh Komisi VII DPR RI program
ini dimunculkan kembali. Sehingga dilakukan refo
cusing anggaran pada Kementerian ESDM karena
program ini menentukan sumber pendapatan masyarakat nelayan,” kata Ahmad.

Terpopuler

Artikel Terbaru