Lebaran di Kampung Halaman, Wabup Mura Disambut Masyarakat Desa Maruwei II

PURUK CAHU,PROKALTENG.CO – Hari kedua Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah, Wakil Bupati Murung Raya, Rahmanto Muhidin bersama istrinya, Dina Maulidah dan keluarga melakukan perjalanan pulang kampung ke Desa Maruwei II, Kecamatan Laung Tuhup.

Kali ini, ia datang bukan sebagai pejabat, melainkan sebagai anak kampung yang merindu terhadap tanah kelahirannya. Jalan menuju desa yang biasa dilalui terasa lebih hangat dari biasanya.

Setibanya di desa, sambutan sederhana namun penuh makna, diterima Rahmanto Muhidin dan istrinya. Senyum hangat dari keluarga besar, jabatan tangan hangat dari warga sekitar, serta sapaan yang tidak mengenal jarak menjadi sambutan pertama atas kedatangan. Tidak ada sekat sosial maupun protokol resmi yang kaku, hanya kehangatan sebagai bagian dari komunitas yang sama.

Baca Juga :  Pemenang STQ XII Tahun 2025 Berangkat Umrah

“Dari beranda rumah hingga warung kecil di pinggir jalan desa, obrolan mengalir dengan sangat alamiah. Ada yang berbagi cerita tentang perkembangan harga kebutuhan pokok, ada juga yang menyampaikan keluhan terkait kondisi jalan, serta banyak yang hanya ingin berbagi kabar sehari-hari,” ujar Rahmanto Muhidin, belum lama ini.

Ia menekankan bahwa saat itu, dirinya bukan sekadar mendengar sebagai pejabat, melainkan sebagai saudara yang peduli dengan kondisi kehidupan masyarakatnya sendiri.

“Jabatan yang saya emban hanyalah titipan. Namun hubungan yang terjalin dengan masyarakat adalah ikatan yang abadi,” ucapnya.

Menurutnya, momentum pulang kampung kali ini tidak hanya dimanfaatkan untuk melepas rindu, tetapi juga sebagai kesempatan untuk secara langsung menyerap suara rakyat.

Electronic money exchangers listing

Keluhan dan harapan yang disampaikan di kampung halaman, katanya, seringkali lebih jernih dan apa adanya karena disampaikan tanpa balutan kata-kata yang formal atau dipaksakan.

Baca Juga :  Maskapai Tambah Penerbangan Sambut Mudik Lebaran

“Dari sini saya belajar kembali bahwa memimpin bukan berarti berdiri di atas dan menjauhi rakyat, melainkan duduk bersama dan merawat kedekatan. Jika seorang pemimpin tetap membumi dan dekat dengan akar rakyat, maka kebijakan yang diambil tidak akan pernah kehilangan arah,” jelasnya.

Menurut Rahmanto, setiap keputusan kebijakan yang baik haruslah berakar pada suara dan kebutuhan rakyat itu sendiri. Perjalanan pulang kampung kali ini menjadi pengingat akan hal yang paling sederhana namun mendasar.

“Sejauh apapun kaki kita melangkah dan mencapai prestasi, tempat untuk kembali adalah rumah dan rakyat adalah alasan utama mengapa kita harus terus kembali,” pungkasnya.(pan)

PURUK CAHU,PROKALTENG.CO – Hari kedua Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah, Wakil Bupati Murung Raya, Rahmanto Muhidin bersama istrinya, Dina Maulidah dan keluarga melakukan perjalanan pulang kampung ke Desa Maruwei II, Kecamatan Laung Tuhup.

Kali ini, ia datang bukan sebagai pejabat, melainkan sebagai anak kampung yang merindu terhadap tanah kelahirannya. Jalan menuju desa yang biasa dilalui terasa lebih hangat dari biasanya.

Setibanya di desa, sambutan sederhana namun penuh makna, diterima Rahmanto Muhidin dan istrinya. Senyum hangat dari keluarga besar, jabatan tangan hangat dari warga sekitar, serta sapaan yang tidak mengenal jarak menjadi sambutan pertama atas kedatangan. Tidak ada sekat sosial maupun protokol resmi yang kaku, hanya kehangatan sebagai bagian dari komunitas yang sama.

Electronic money exchangers listing
Baca Juga :  Pemenang STQ XII Tahun 2025 Berangkat Umrah

“Dari beranda rumah hingga warung kecil di pinggir jalan desa, obrolan mengalir dengan sangat alamiah. Ada yang berbagi cerita tentang perkembangan harga kebutuhan pokok, ada juga yang menyampaikan keluhan terkait kondisi jalan, serta banyak yang hanya ingin berbagi kabar sehari-hari,” ujar Rahmanto Muhidin, belum lama ini.

Ia menekankan bahwa saat itu, dirinya bukan sekadar mendengar sebagai pejabat, melainkan sebagai saudara yang peduli dengan kondisi kehidupan masyarakatnya sendiri.

“Jabatan yang saya emban hanyalah titipan. Namun hubungan yang terjalin dengan masyarakat adalah ikatan yang abadi,” ucapnya.

Menurutnya, momentum pulang kampung kali ini tidak hanya dimanfaatkan untuk melepas rindu, tetapi juga sebagai kesempatan untuk secara langsung menyerap suara rakyat.

Keluhan dan harapan yang disampaikan di kampung halaman, katanya, seringkali lebih jernih dan apa adanya karena disampaikan tanpa balutan kata-kata yang formal atau dipaksakan.

Baca Juga :  Maskapai Tambah Penerbangan Sambut Mudik Lebaran

“Dari sini saya belajar kembali bahwa memimpin bukan berarti berdiri di atas dan menjauhi rakyat, melainkan duduk bersama dan merawat kedekatan. Jika seorang pemimpin tetap membumi dan dekat dengan akar rakyat, maka kebijakan yang diambil tidak akan pernah kehilangan arah,” jelasnya.

Menurut Rahmanto, setiap keputusan kebijakan yang baik haruslah berakar pada suara dan kebutuhan rakyat itu sendiri. Perjalanan pulang kampung kali ini menjadi pengingat akan hal yang paling sederhana namun mendasar.

“Sejauh apapun kaki kita melangkah dan mencapai prestasi, tempat untuk kembali adalah rumah dan rakyat adalah alasan utama mengapa kita harus terus kembali,” pungkasnya.(pan)

Terpopuler

Artikel Terbaru