PURUK CAHU,PROKALTENG.CO – Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial (Linjamsos) Dinas Sosial Kabupaten Murung Raya menegaskan komitmennya untuk tetap melanjutkan program Bantuan Sosial (Bansos) bagi korban bencana alam (BA) dan bencana sosial (BS) sepanjang tahun 2026, meski saat ini dihadapkan pada keterbatasan sarana dan anggaran.
Program bantuan tersebut, akan berjalan sejak Januari hingga 31 Desember 2026 dan menyasar masyarakat terdampak bencana banjir, tanah longsor, angin puting beliung, serta kebakaran yang terjadi di wilayah Kabupaten Murung Raya.
Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial Kabupaten Murung Raya, Edy Suriatmaja mengatakan keberlanjutan program ini merupakan bentuk tanggung jawab pemerintah daerah dalam memberikan perlindungan sosial kepada masyarakat yang terdampak musibah.
“Bidang Linjamsos tetap melanjutkan program bantuan sosial bagi korban bencana alam dan bencana sosial di Kabupaten Murung Raya sepanjang tahun 2026. Ini adalah bentuk kehadiran pemerintah dalam membantu masyarakat saat mengalami kondisi darurat,” ujar Edy Suriatmaja, Selasa (13/1).
Dikatakannya, selain fokus pada penanganan korban bencana, Bidang Linjamsos juga melakukan pendataan serta pemberian bantuan kepada anak-anak terlantar berusia 8 hingga 17 tahun. Khususnya yang masih berada dalam usia sekolah. Program ini bertujuan untuk menjamin pemenuhan hak dasar anak serta mencegah terjadinya anak putus sekolah.
Namun demikian, Edy mengungkapkan bahwa pelaksanaan program di tahun 2026 tidak terlepas dari sejumlah kendala. Salah satu permasalahan utama adalah tidak tersedianya mobil operasional khusus bagi Bidang Linjamsos dalam menjangkau lokasi-lokasi bencana.
“Selama ini kami belum memiliki kendaraan operasional sendiri. Jika mobil dinas sosial sedang digunakan oleh bidang lain, kami terpaksa mencarter mobil untuk turun ke lokasi bencana,” jelasnya.
Selain keterbatasan armada, minimnya anggaran penanganan bencana juga menjadi tantangan tersendiri. Menurut Edy, anggaran yang tersedia pada tahun 2026 masih belum sebanding dengan kebutuhan di lapangan. Terutama saat terjadi bencana secara bersamaan atau berulang.
“Kondisi ini tentu berpengaruh pada kecepatan dan optimalisasi penanganan korban bencana, baik bencana alam maupun bencana sosial. Meski demikian, kami tetap berupaya semaksimal mungkin agar bantuan dapat tersalurkan,” tambahnya.
Dia berharap ke depan ada perhatian lebih dari pemerintah daerah dan pihak terkait, terutama dalam hal penambahan anggaran serta penyediaan sarana pendukung operasional. Hal itu agar pelayanan kepada masyarakat terdampak bencana dapat berjalan lebih cepat dan efektif.
Meski dihadapkan pada berbagai keterbatasan, namun Bidang Linjamsos Kabupaten Murung Raya menegaskan akan terus hadir di tengah masyarakat, memperkuat koordinasi lintas sektor, serta mengoptimalkan sumber daya yang ada. Hal tersebut tak lain demi memberikan perlindungan dan jaminan sosial bagi warga yang membutuhkan.(pan)


