NANGA BULIK, PROKALTENG.CO – Di bulan suci Ramadan. Pemerintah Kabupaten Lamandau melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perdagangan dan Perindustrian (DKUKMPP) memastikan harga bahan pokok (sembako) di wilayah setempat terpantau stabil.
Kepala DKUKMPP Kabupaten Lamandau, Penyang. Mengungkapkan bahwa berdasarkan data publikasi Badan Pusat Statistik (BPS), Indeks Perubahan Harga (IPH) di wilayah tersebut hanya mengalami kenaikan sebesar 0,37%.
“Kenaikan ini masih dalam keadaan terkendali. Kami terus melakukan pemantauan intensif di lapangan untuk memastikan ketersediaan stok bagi masyarakat,” ujar Penyang kepada wartawan, Sabtu (28/2).
Penyang menjelaskan. Bahwa pergerakan harga saat ini sangat dipengaruhi oleh rantai pasok. Mengingat stok sembako di Lamandau masih sangat bergantung pada pengiriman dari Pulau Jawa melalui Pangkalan Bun, kendala pengiriman atau stok di titik bongkar muat tersebut akan langsung berdampak pada harga lokal.
Beberapa komoditas yang menjadi penyumbang utama perubahan harga kali ini adalah daging ayam ras dan bawang putih. Sementara itu, bawang merah tercatat mengalami fluktuasi dengan kenaikan sebesar 0,0813%.
Berdasarkan data terbaru DKUKMPP, berikut adalah rincian perubahan harga beberapa komoditas pokok di Lamandau:
Komoditas                                       Status Harga Lama Harga Baru
Bawang Merah Naik                     Rp 45.000/kg Rp 51.666/kg
Bawang Putih Naik                        Rp 43.333/kg Rp 48.333/kg
Telur Ayam Broiler Naik                Rp 32.500/kg Rp 33.500/kg
Cabe Rawit Merah  Turun        Rp 90.000/kg Rp 70.000/kg
Cabe Keriting Merah Turun       Rp 90.000/kg Rp 75.000/kg
Bawang Bombai Turun          Rp 45.000/kg Rp 40.000/kg
Penyang menegaskan. Bahwa pihaknya akan mengambil langkah-langkah strategis. Jika diperlukan untuk menjaga stabilitas harga sepanjang bulan Ramadan hingga Idul Fitri mendatang.
“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tetap tenang dan membeli kebutuhan pokok sewajarnya saja. Jangan melakukan penimbunan yang justru bisa memicu kelangkaan dan lonjakan harga di pasar,” tegasnya. (bib)


