NANGA BULIK, PROKALTENG.CO – Kepulan asap akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) masih menyelimuti wilayah Kabupaten Lamandau pada siang hari. Meski demikian, kondisi kualitas udara di daerah ini relatif masih aman dan berada di urutan ke-8 dari 14 kabupaten/kota se-Kalimantan Tengah.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lamandau, Hendikel. Mengungkapkan bahwa pekatnya asap yang terjadi beberapa hari terakhir sebagian besar merupakan asap kiriman dari kabupaten tetangga.
“Asap ini kiriman dari Kotawaringin Barat, karena karhutla di tempat kita beberapa hari ini sudah mulai berkurang dan hanya tersisa beberapa titik,” ungkap Hendikel saat dikonfirmasi di halaman kantor BPBD Kabupaten Lamandau, Kamis (10/9/2026).
Menanggapi kondisi tersebut, Bupati Lamandau, Rizky Aditya Putra, mengingatkan masyarakat dan satgas penanganan karhutla. Bahwa masa krusial musim kemarau diperkirakan masih akan berlangsung selama satu bulan ke depan.
“Saya melihat ramalan cuaca, musim kemarau masih berlanjut sampai bulan Oktober 2026 ini. Jadi kita masih harus berjuang satu bulan lagi. Semoga dengan perjuangan dan semangat bersama, karhutla ini tidak merambat ke pemukiman dan bisa cepat ditangani dengan baik,” tuturnya.
Di sisi lain, masyarakat berharap kondisi ini dapat segera membaik. Boby, salah seorang warga setempat, berharap hujan turun dalam waktu dekat untuk membantu memadamkan sisa-sisa titik api dan melenyapkan kabut asap.
“Semoga ada keajaiban, hujan segera turun supaya udara kembali bersih dan api benar-benar padam,” pungkasnya. (bib)
NANGA BULIK, PROKALTENG.CO – Kepulan asap akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) masih menyelimuti wilayah Kabupaten Lamandau pada siang hari. Meski demikian, kondisi kualitas udara di daerah ini relatif masih aman dan berada di urutan ke-8 dari 14 kabupaten/kota se-Kalimantan Tengah.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lamandau, Hendikel. Mengungkapkan bahwa pekatnya asap yang terjadi beberapa hari terakhir sebagian besar merupakan asap kiriman dari kabupaten tetangga.
“Asap ini kiriman dari Kotawaringin Barat, karena karhutla di tempat kita beberapa hari ini sudah mulai berkurang dan hanya tersisa beberapa titik,” ungkap Hendikel saat dikonfirmasi di halaman kantor BPBD Kabupaten Lamandau, Kamis (10/9/2026).
Menanggapi kondisi tersebut, Bupati Lamandau, Rizky Aditya Putra, mengingatkan masyarakat dan satgas penanganan karhutla. Bahwa masa krusial musim kemarau diperkirakan masih akan berlangsung selama satu bulan ke depan.
“Saya melihat ramalan cuaca, musim kemarau masih berlanjut sampai bulan Oktober 2026 ini. Jadi kita masih harus berjuang satu bulan lagi. Semoga dengan perjuangan dan semangat bersama, karhutla ini tidak merambat ke pemukiman dan bisa cepat ditangani dengan baik,” tuturnya.
Di sisi lain, masyarakat berharap kondisi ini dapat segera membaik. Boby, salah seorang warga setempat, berharap hujan turun dalam waktu dekat untuk membantu memadamkan sisa-sisa titik api dan melenyapkan kabut asap.
“Semoga ada keajaiban, hujan segera turun supaya udara kembali bersih dan api benar-benar padam,” pungkasnya. (bib)