27.1 C
Jakarta
Friday, February 6, 2026

Diduga Diembat Maling, LED Display Jembatan Sungai Lamandau Raib

NANGA BULIK, PROKALTENG.CO– Wajah Kota Nanga Bulik kini tampak sedikit berbeda. Running text LED bertuliskan “Selamat Datang di Kabupaten Lamandau” yang biasanya menyambut setiap pengendara di Jembatan Sungai Lamandau kini hilang tanpa bekas. Raibnya perangkat ikonik itu, memicu tanda tanya besar bagi warga yang melintas.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, hilangnya perangkat elektronik tersebut diduga terjadi sekitar bulan Januari 2026. Aksi pelaku tergolong cukup rapi karena tidak meninggalkan jejak kasat mata di lokasi kejadian. Saat ini, hanya tersisa struktur rangka penyangga yang kosong melompong.

Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Lamandau bergerak cepat dengan melakukan pengecekan lapangan dan menggali informasi dari warga sekitar. Sebagai langkah tegas, dishub akan segera melaporkan kejadian ini kepada pihak kepolisian untuk penyelidikan lebih lanjut.

Baca Juga :  Suhu Nanga Bulik Tembus 34 Derajat, Aktivitas Warga Turun Drastis

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Lamandau, Gustoni tidak dapat menyembunyikan rasa kecewanya saat dikonfirmasi oleh awak media pada Jumat (6/2). Ia menegaskan bahwa tindakan ini bukan sekadar pencurian barang, melainkan perusakan terhadap upaya mempercantik kota.

“Kami sangat menyayangkan aksi tangan-tangan jahil ini. Mereka telah merusak bagian dari keindahan Kabupaten Lamandau yang seharusnya bisa dinikmati bersama,” ujar Gustoni.

LED display yang hilang tersebut, menurutnya merupakan pengadaan tahun 2024 dengan nilai anggaran mencapai kurang lebih Rp35 juta. Nilai tersebut mencakup unit perangkat berukuran 52 x 292 cm, biaya instalasi, hingga sistem operasionalnya.

“Secara teknis, perangkat yang dicuri memiliki ciri-ciri yaitu dimensi 52 x 292 cm, menampilkan pesan berjalan (running text) warna-warni yang mencolok di malam hari, dan Informasi lalu lintas, ucapan selamat datang, serta pengumuman pemda,” jelasnya.

Electronic money exchangers listing
Baca Juga :  SAH! Golkar Berikan Rekomendasi untuk Hendra Lesmana-Budiman

Sebagai bentuk evaluasi, Dishub Lamandau akan memperketat keamanan seluruh sarana dan prasarana publik melalui patroli rutin. Gustoni juga mengimbau masyarakat untuk turut serta menjaga aset daerah.

“Kami berharap masyarakat yang mengetahui informasi terkait aksi pelaku atau melihat keberadaan barang tersebut, agar segera melapor. Mari kita jaga bersama fasilitas publik demi kenyamanan dan kebanggaan daerah kita,” pungkasnya. (bib)

NANGA BULIK, PROKALTENG.CO– Wajah Kota Nanga Bulik kini tampak sedikit berbeda. Running text LED bertuliskan “Selamat Datang di Kabupaten Lamandau” yang biasanya menyambut setiap pengendara di Jembatan Sungai Lamandau kini hilang tanpa bekas. Raibnya perangkat ikonik itu, memicu tanda tanya besar bagi warga yang melintas.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, hilangnya perangkat elektronik tersebut diduga terjadi sekitar bulan Januari 2026. Aksi pelaku tergolong cukup rapi karena tidak meninggalkan jejak kasat mata di lokasi kejadian. Saat ini, hanya tersisa struktur rangka penyangga yang kosong melompong.

Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Lamandau bergerak cepat dengan melakukan pengecekan lapangan dan menggali informasi dari warga sekitar. Sebagai langkah tegas, dishub akan segera melaporkan kejadian ini kepada pihak kepolisian untuk penyelidikan lebih lanjut.

Electronic money exchangers listing
Baca Juga :  Suhu Nanga Bulik Tembus 34 Derajat, Aktivitas Warga Turun Drastis

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Lamandau, Gustoni tidak dapat menyembunyikan rasa kecewanya saat dikonfirmasi oleh awak media pada Jumat (6/2). Ia menegaskan bahwa tindakan ini bukan sekadar pencurian barang, melainkan perusakan terhadap upaya mempercantik kota.

“Kami sangat menyayangkan aksi tangan-tangan jahil ini. Mereka telah merusak bagian dari keindahan Kabupaten Lamandau yang seharusnya bisa dinikmati bersama,” ujar Gustoni.

LED display yang hilang tersebut, menurutnya merupakan pengadaan tahun 2024 dengan nilai anggaran mencapai kurang lebih Rp35 juta. Nilai tersebut mencakup unit perangkat berukuran 52 x 292 cm, biaya instalasi, hingga sistem operasionalnya.

“Secara teknis, perangkat yang dicuri memiliki ciri-ciri yaitu dimensi 52 x 292 cm, menampilkan pesan berjalan (running text) warna-warni yang mencolok di malam hari, dan Informasi lalu lintas, ucapan selamat datang, serta pengumuman pemda,” jelasnya.

Baca Juga :  SAH! Golkar Berikan Rekomendasi untuk Hendra Lesmana-Budiman

Sebagai bentuk evaluasi, Dishub Lamandau akan memperketat keamanan seluruh sarana dan prasarana publik melalui patroli rutin. Gustoni juga mengimbau masyarakat untuk turut serta menjaga aset daerah.

“Kami berharap masyarakat yang mengetahui informasi terkait aksi pelaku atau melihat keberadaan barang tersebut, agar segera melapor. Mari kita jaga bersama fasilitas publik demi kenyamanan dan kebanggaan daerah kita,” pungkasnya. (bib)

Terpopuler

Artikel Terbaru

/