SAMPIT, PROKALTENG.CO– Sistem drainase merupakan salah satu sistem yang penting dalam tata kelola kota termasuk di Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Hal tersebut karena, sistem pembuangan air tersebut berperan penting dalam mencegah terjadinya genangan air di beberapa wilayah. Sehingga banjir dapat diatasi melalui sistem drainase yang baik.
Sayangnya, di beberapa wilayah sistem drainase memerlukan penanganan yang rutin. Sistem pembuangan air dapat terhambat akibat banyaknya rumput yang tumbuh dan sampah yang menutupi arus air. Selain itu dibeberapa kasus, drainase juga memakan sebagain badan jalan. Sehingga di jalan-jalan kecil, kendaraan besar dapat kesulitan masuk.
Melihat hal itu, Bupati Kotim H. Halikinnor melakukan kajian tehadap sistem pembuangan air yang baru. Dirinya menginginkan, di beberapa gang, precast (beton pracetak, red) dapat digunakan. Sehingga jalan air tersebut dapat ditutup dengan beton dan bisa dijadikan pelebaran jalan. Konsep tersebut kabarnya sudah diaplikasikan di beberapa daerah di Kota Sampit. Hal itu dikatakannya kala melakukan diskusi bersama warga Kelurahan Baamang Tengah, belum lama ini.
“Saya ingin di gang-gang kecil polanya dirubah. Jadi bisa menggunakan precast sehingga paritnya bisa ditutup dengan cor agar bisa dijadikan pelebaran jalan,” kata Halikin belum lama ini.
Selain itu, konsep lain juga tengah dilakukan kajian. Orang nomor satu di Kotim itu menginginkan perpindahan posisi drainase yang ada. Posisi drainase tidak lagi berada di bahu jalan. Akan tetapi drainase diletakkan di tengah jalan dengan mengandalkan pipa yang besar untuk menyalurkan air hingga ke pembuangan. Sehingga saluran pembuangan air tersebut tidak lagi memakan badan jalan.
“Saya juga minta dikaji agar bagaimana caranya drainase itu posisinya di tengah jalan melalui pipa besar. Jadi jalan yang sempit bisa menjadi lebar dan mobil pemadam bisa masuk,”ungkap Halikin
Konsep tersebut juga dinilai efektif. Karena berkemungkinan besar terhindar dari tumpukan sampah dan rumput yang dapat menghambat saluran air. Selain itu, posisi drainase yang berada di tengah jalan, sangat kecil kemungkinan untuk ditumbuhi rumput. Sehingga penerapannya dapat lebih efisien.
“Kalau di tengah ini dia tidak akan mudah kotor. Artinya sampah-sampah itu tidak bisa masuk. Jadi lebih efisien untuk diterapkan,” sampai Halikin
Konsep tersebut rencananya akan dilaksanakan secara bertahap. Hal itu mengingat sistem drainase termasuk dalam visi dan misi pemerintahan Kabupaten Kotim yang mencakup Sampit bersih, bebas banjir dan terang. Dirinya berharap visi dan misi tersebut akan terus berlanjut hingga pemerintahan berikutnya.
“Inikan sudah visi dan misi kita yaitu Sampit bersih, bebas banjir dan terang. Ini sudah kita mulai. Walaupun masih jauh dan banyak yang belum, tapi ini jadi pekerjaan rumah siapapun bupatinya nanti. Sehingga Sampit bisa menjadi kota yang bersih,”pungkasnya.(sli/kpg/ind)