25.1 C
Jakarta
Tuesday, February 10, 2026

Diserbu 44 Ribu Pengunjung, UMKM dan Budaya Lokal Jadi Magnet Gelaran Sampit Expo 2026

SAMPIT, PROKALTENG.CO– Gelaran Sampit Expo 2026 di Stadion 29 November Sampit terbukti menjadi magnet hiburan dan ekonomi. Selama tujuh hari pelaksanaan, sejak 7 hingga 14 Januari 2026, jumlah pengunjung tercatat mencapai 44.000 orang.

Staf Ahli Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Rafi q Riswandi, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam suksesnya kegiatan tersebut.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Kotim, kami menyampaikan terima kasih kepada panitia, pelaku UMKM, seniman, budayawan, komunitas kreatif, sponsor, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi sehingga kegiatan ini berlangsung tertib, lancar, dan meriah,” ujar Rafiq, saat penutupan Sampit Expo 2026, Rabu (14/1).

Sampit Expo digelar dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-73 Kabupaten Kotim, dan dilaksanakan bersamaan dengan dua agenda besar lainnya, yakni Gelora Kriya Dekranasda serta Festival Budaya Habaring Hurung.

Baca Juga :  Bupati Sebut Kotim Miliki SDA Tinggi, Perlu Pengawalan dari Pihak Kepolisian

Ketiga kegiatan tersebut dinilai saling melengkapi dalam menampilkan potensi ekonomi kreatif, produk unggulan daerah, sekaligus kekayaan budaya lokal kepada masyarakat luas.

Antusiasme pengunjung semakin meningkat dengan hadirnya penampilan penyanyi nasional Juan Reza, Nasha Aqila, dan Juwita Bahar, yang turut menyemarakkan suasana setiap malam.

Menurut Rafi q, Sampit Expo tidak hanya menjadi ajang promosi, tetapi juga ruang apresiasi budaya dan penggerak ekonomi kerakyatan, khususnya bagi sektor UMKM dan industri kreatif.

Electronic money exchangers listing

“Pelaku UMKM dan pengrajin mampu menunjukkan produktivitas, inovasi, dan daya saing. Ini menjadi modal penting untuk membangun UMKM yang tangguh, mandiri, dan berkelanjutan,” tambahnya.

Ia juga mengajak seluruh perangkat daerah, instansi vertikal, perbankan, BUMN, BUMD, serta mitra pembangunan lainnya untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi, terutama dalam pembinaan UMKM, pendampingan usaha, perluasan akses pasar, dan pelestarian budaya daerah.

Baca Juga :  Dorong Pembiayaan Ekonomi Rakyat, BRI Salurkan KUR Rp184,98 Triliun Kepada 4 Juta Pelaku UMKM

“Melalui kegiatan ini, kita menegaskan bahwa pembangunan tidak hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga pada penguatan ekonomi rakyat, nilai budaya, dan kebersamaan sosial,” tegasnya.

Ke depan, Pemerintah Kabupaten Kotim berharap Sampit Expo, Gelora Kriya Dekranasda, dan Festival Budaya Habaring Hurung dapat terus ditingkatkan kualitasnya dan menjadi agenda tahunan unggulan yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat. (bah/ans/kpg)

SAMPIT, PROKALTENG.CO– Gelaran Sampit Expo 2026 di Stadion 29 November Sampit terbukti menjadi magnet hiburan dan ekonomi. Selama tujuh hari pelaksanaan, sejak 7 hingga 14 Januari 2026, jumlah pengunjung tercatat mencapai 44.000 orang.

Staf Ahli Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Rafi q Riswandi, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam suksesnya kegiatan tersebut.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Kotim, kami menyampaikan terima kasih kepada panitia, pelaku UMKM, seniman, budayawan, komunitas kreatif, sponsor, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi sehingga kegiatan ini berlangsung tertib, lancar, dan meriah,” ujar Rafiq, saat penutupan Sampit Expo 2026, Rabu (14/1).

Electronic money exchangers listing

Sampit Expo digelar dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-73 Kabupaten Kotim, dan dilaksanakan bersamaan dengan dua agenda besar lainnya, yakni Gelora Kriya Dekranasda serta Festival Budaya Habaring Hurung.

Baca Juga :  Bupati Sebut Kotim Miliki SDA Tinggi, Perlu Pengawalan dari Pihak Kepolisian

Ketiga kegiatan tersebut dinilai saling melengkapi dalam menampilkan potensi ekonomi kreatif, produk unggulan daerah, sekaligus kekayaan budaya lokal kepada masyarakat luas.

Antusiasme pengunjung semakin meningkat dengan hadirnya penampilan penyanyi nasional Juan Reza, Nasha Aqila, dan Juwita Bahar, yang turut menyemarakkan suasana setiap malam.

Menurut Rafi q, Sampit Expo tidak hanya menjadi ajang promosi, tetapi juga ruang apresiasi budaya dan penggerak ekonomi kerakyatan, khususnya bagi sektor UMKM dan industri kreatif.

“Pelaku UMKM dan pengrajin mampu menunjukkan produktivitas, inovasi, dan daya saing. Ini menjadi modal penting untuk membangun UMKM yang tangguh, mandiri, dan berkelanjutan,” tambahnya.

Ia juga mengajak seluruh perangkat daerah, instansi vertikal, perbankan, BUMN, BUMD, serta mitra pembangunan lainnya untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi, terutama dalam pembinaan UMKM, pendampingan usaha, perluasan akses pasar, dan pelestarian budaya daerah.

Baca Juga :  Dorong Pembiayaan Ekonomi Rakyat, BRI Salurkan KUR Rp184,98 Triliun Kepada 4 Juta Pelaku UMKM

“Melalui kegiatan ini, kita menegaskan bahwa pembangunan tidak hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga pada penguatan ekonomi rakyat, nilai budaya, dan kebersamaan sosial,” tegasnya.

Ke depan, Pemerintah Kabupaten Kotim berharap Sampit Expo, Gelora Kriya Dekranasda, dan Festival Budaya Habaring Hurung dapat terus ditingkatkan kualitasnya dan menjadi agenda tahunan unggulan yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat. (bah/ans/kpg)

Terpopuler

Artikel Terbaru