SAMPIT, PROKALTENG.CO– Bupati Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), H Halikinnor. Mengungkapkan rencananya untuk membuka jalan tembus yang menghubungkan Kecamatan Pulau Hanaut hingga Kabupaten Katingan. Rencana ini dibahas saat kunjungan Presiden RI Joko Widodo beberapa waktu lalu. Rencana itu tengah diupayakan untuk membuat usulan tersendiri.
“Jalan dari Cempaka Mulia menuju Kampung Melayu saya sempat disinggung itu saat kunjungan Presiden RI, tetapi karena menteri PUPR tidak ikut kita kunci usulan tersendiri,” kata Halikinnor, Sabtu, (13/7).
Jalan yang direncanakan tersebut akan membantu mengatasi masalah akses darat bagi dua kecamatan yang terisolasi, yaitu Kecamatan Seranau dan Pulau Hanaut. Saat ini, kebutuhan pokok di wilayah tersebut menghadapi kenaikan harga akibat keterbatasan akses jalan.
“Kami berharap pembangunan jalan dari Cempaka Mulia menuju Kampung Melayu bisa segera direalisasikan. Saat ini, kami fokus untuk memperluas jalan yang sudah ada serta mempersiapkan infrastruktur pengaspalan agar dapat menopang mobilitas masyarakat secara efektif,” ujar Halikinnor.
Dengan panjang jalan sekitar 65 kilometer, tahap awal pembangunan telah mencapai 20 kilometer hingga ke Keca matan Seranau. Pemerintah daerah sendiri telah berkomitmen untuk melanjutkan pembangunan ini menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) jika Anggaran Pendapatan dan Belanja Nasional (APBN) belum bisa menyediakan anggaran.
“Pengembangan infrastruktur jalan ini diharapkan akan meningkatkan konektivitas antarwilayah, membantu perekonomian masyarakat setempat dengan mengurangi biaya transportasi, serta memperkuat infrastruktur dalam menghadapi tantangan alam seperti banjir di daerah rawa,” jelasnya
Halikinnor juga mengajak Ke- pala Desa di dua kecamatan ter- dampak untuk turut serta dalam sosialisasi kepada warga tentang pentingnya perluasan jalan. Diharapkan, dengan terwu- judnya akses jalan yang lebih baik, masyarakat akan lebih mudah mengakses pasar-pasar utama seperti Kota Sampit, meningkatkan aksesibilitas terhadap hasil bumi dan hasil nelayan, serta memfasilitasi pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif di wilayah ini. (sli/ans/kpg)