SAMPIT, PROKALTENG.CO – Estafet kepemimpinan birokrasi Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) kembali berganti. Diana Setiawan resmi dilantik sebagai Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Kotim, menggantikan Umar Kaderi yang telah menjalankan tugas tersebut sejak 31 Oktober 2025.
Pelantikan sekaligus pengambilan sumpah/janji jabatan dipimpin Bupati Kotim Halikinnor, di Gedung Serbaguna Sampit, Jumat (11/9),.
Diana yang berpangkat Pembina Tingkat I (IV/b) kini mendapat mandat mengoordinasikan jalannya pemerintahan daerah. Ia akan menjalankan tugas tersebut hingga terpilihnya Sekda definitif, melalui mekanisme seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama.
Bupati Halikinnor menjelaskan. Pergantian Pj Sekda dilakukan karena masa penugasan pejabat sementara memiliki batas waktu. Sementara itu, proses untuk mendapatkan Sekda definitif masih dipersiapkan melalui koordinasi dengan instansi pembina.
“Saat ini Pemerintah Kabupaten Kotim terus melakukan koordinasi dengan instansi pembina terkait pelaksanaan seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama Sekretaris Daerah yang definitif,” kata Halikinnor.
Menurutnya. Proses seleksi Sekda definitif membutuhkan tahapan dan waktu. Karena itu, pergantian Pj Sekda diperlukan agar fungsi koordinasi pemerintahan tetap berjalan dan tidak terjadi kekosongan dalam pengendalian administrasi birokrasi.
“Sambil menunggu proses tersebut, sehubungan tugas-tugas penyelenggaraan pemerintahan harus tetap berjalan dengan baik, oleh karena itu pada hari ini kita melantik Penjabat Sekretaris Daerah yang baru,” ujarnya.
Halikinnor turut menyampaikan apresiasi kepada Umar Kaderi atas dedikasi dan kinerjanya selama hampir satu tahun mengemban amanah sebagai Pj Sekda Kotim.
Kepada Diana, ia meminta agar segera melakukan konsolidasi internal serta memastikan seluruh agenda pemerintahan berjalan sesuai target.
“Saya minta Saudara segera melakukan konsolidasi internal, mengawal proses penyusunan dan penyerapan anggaran, serta memastikan koordinasi lintas sektoral berjalan cepat, efektif, dan tanpa hambatan,” tegasnya.
Selain aspek koordinasi pemerintahan dan pengelolaan anggaran, Halikinnor juga menekankan pentingnya menjaga soliditas aparatur sipil negara (ASN). Pergantian pucuk koordinasi birokrasi diharapkan tidak memengaruhi kinerja perangkat daerah maupun pelayanan kepada masyarakat.
Dengan amanah baru tersebut, Diana dihadapkan pada tugas untuk menjaga kesinambungan pemerintahan sekaligus memperkuat koordinasi antar-OPD hingga proses pengisian jabatan Sekda definitif selesai.(bah/kpg)


