26.2 C
Jakarta
Friday, March 6, 2026

Puskesmas Diminta Aktif Buka Layanan CKG Secara Rutin, Perluas Pendekatan Langsung ke Masyarakat

SAMPIT, PROKALTENG.CO – Cakupan peserta program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) ditargetkan menembus angka 46 persen pada 2026.

Angka tersebut mengikuti target nasional yang ditetapkan pemerintah pusat dan dinilai realistis untuk dicapai melihat tren tahun sebelumnya. Hal itu disampaikan Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kotim, Nugroho Kuncoro Yudho.

Ia menyebut capaian 2025 menjadi pijakan penting untuk memperluas jangkauan layanan. “Pada 2025 lalu, cakupan CKG di Kotim sudah mencapai 38 persen, sementara target nasional hanya 36 persen. Artinya kita melampaui target. Ini yang membuat kami optimistis bisa mengejar 46 persen di 2026,” kata Nugroho, Rabu (4/3)

Baca Juga :  Teknologi Bukan Sekadar Alat Bantu, Tetapi Kunci Utama untuk Kemajuan

Menurutnya, meningkatnya kesadaran masyarakat untuk memeriksakan kesehatan secara berkala menjadi faktor utama keberhasilan tersebut. Dinas Kesehatan pun tidak ingin capaian itu stagnan.

Strategi yang ditempuh tidak hanya mengandalkan layanan di fasilitas kesehatan. Seluruh puskesmas di Kotim diminta aktif membuka layanan CKG secara rutin, sekaligus memperluas pendekatan langsung ke masyarakat.

“Kami intens turun ke lapangan, menyasar pusat aktivitas warga sampai ke tingkat RT. Dengan cara jemput bola ini, masyarakat tidak perlu menunggu datang ke fasilitas kesehatan,” jelas Nugroho.

Untuk mendukung mobilitas layanan, satu unit kendaraan operasional disiapkan khusus guna menjangkau wilayah yang jauh dari pusat layanan kesehatan beberapa waktu lalu.

Electronic money exchangers listing

Armada tersebut difokuskan membantu pelaksanaan CKG di titiktitik strategis. Program CKG sendiri merupakan inisiatif Kementerian Kesehatan Republik Indonesia yang mulai diterapkan sejak 2025.

Baca Juga :  Pembukaan MTQ Kecamatan Baamang Berlangsung Meriah

Layanan ini difokuskan pada deteksi dini berbagai penyakit, mulai dari pemeriksaan tekanan darah, gula darah, kesehatan indra, hingga skrining obesitas, tuberkulosis dan kesehatan jiwa.

“Untuk pemeriksaan lanjutan seperti kolesterol, asam urat, gangguan ginjal, jantung, serta skrining kanker rahim, payudara dan usus, masyarakat bisa langsung memanfaatkan layanan di Puskesmas,” tambahnya. (mif/kpg)

SAMPIT, PROKALTENG.CO – Cakupan peserta program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) ditargetkan menembus angka 46 persen pada 2026.

Angka tersebut mengikuti target nasional yang ditetapkan pemerintah pusat dan dinilai realistis untuk dicapai melihat tren tahun sebelumnya. Hal itu disampaikan Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kotim, Nugroho Kuncoro Yudho.

Ia menyebut capaian 2025 menjadi pijakan penting untuk memperluas jangkauan layanan. “Pada 2025 lalu, cakupan CKG di Kotim sudah mencapai 38 persen, sementara target nasional hanya 36 persen. Artinya kita melampaui target. Ini yang membuat kami optimistis bisa mengejar 46 persen di 2026,” kata Nugroho, Rabu (4/3)

Electronic money exchangers listing
Baca Juga :  Teknologi Bukan Sekadar Alat Bantu, Tetapi Kunci Utama untuk Kemajuan

Menurutnya, meningkatnya kesadaran masyarakat untuk memeriksakan kesehatan secara berkala menjadi faktor utama keberhasilan tersebut. Dinas Kesehatan pun tidak ingin capaian itu stagnan.

Strategi yang ditempuh tidak hanya mengandalkan layanan di fasilitas kesehatan. Seluruh puskesmas di Kotim diminta aktif membuka layanan CKG secara rutin, sekaligus memperluas pendekatan langsung ke masyarakat.

“Kami intens turun ke lapangan, menyasar pusat aktivitas warga sampai ke tingkat RT. Dengan cara jemput bola ini, masyarakat tidak perlu menunggu datang ke fasilitas kesehatan,” jelas Nugroho.

Untuk mendukung mobilitas layanan, satu unit kendaraan operasional disiapkan khusus guna menjangkau wilayah yang jauh dari pusat layanan kesehatan beberapa waktu lalu.

Armada tersebut difokuskan membantu pelaksanaan CKG di titiktitik strategis. Program CKG sendiri merupakan inisiatif Kementerian Kesehatan Republik Indonesia yang mulai diterapkan sejak 2025.

Baca Juga :  Pembukaan MTQ Kecamatan Baamang Berlangsung Meriah

Layanan ini difokuskan pada deteksi dini berbagai penyakit, mulai dari pemeriksaan tekanan darah, gula darah, kesehatan indra, hingga skrining obesitas, tuberkulosis dan kesehatan jiwa.

“Untuk pemeriksaan lanjutan seperti kolesterol, asam urat, gangguan ginjal, jantung, serta skrining kanker rahim, payudara dan usus, masyarakat bisa langsung memanfaatkan layanan di Puskesmas,” tambahnya. (mif/kpg)

Terpopuler

Artikel Terbaru

/