25.6 C
Jakarta
Sunday, April 6, 2025

Akibat Banjir, Sejumlah Kegiatan Pembangunan Terhenti

KASONGAN, PROKALTENG.CO – Dampak bencana banjir di beberapa wilayah Kabupaten Katingan saat ini, membuat sejumlah kegiatan pembangunan yang sedang berjalan terhenti. Hal ini disampaikan Bupati Katingan Sakariyas kepada sejumlah wartawan usai mengikuti kegiatan rapat di aula BPKAD Kabupaten Katingan, Selasa (13/9).

Dikatakan Sakariyas, kondisi alam seperti ini membuat mereka tidak bisa berbuat banyak. Hal ini tentu menjadi keprihatinan mereka, karena terganggunya pelaksanaan pekerjaan di lapangan. “Ya mau gimana lagi. Kita tidak bisa menyalahkan siapa-siapa. Karena kondisi alam,” katanya.

Jika misalnya nanti hingga akhir tahun anggaran 2022, ada pekerjaan yang tidak bisa diselesaikan akibat banjir, tentu pembayarannya disesuaikan dengan kemajuan pekerjaan yang diselesaikan. “Sejauh mana pekerjaan yang dikerjakan, itu yang kita bayar. Kita berharap kondisi alam bisa kembali normal,” ucapnya.

Baca Juga :  Hindari Konflik, Pemilik Tanah Diminta Pasang Patok

Dia juga mengungkapkan, beberapa paket pekerjaan yang terganggu saat ini adalah pembangunan jalan dari Kota Kasongan ke Desa Talian Kereng Kecamatan Katingan Hilir. Kemudian beberapa bangunan gereja, sekolah, puskesmas, di daerah Desa Petak Bahandang Kecamatan Tasik Payawan, dan beberapa kegiatan lainnya.

“Jadi cukup banyak yang terganggu. Kemudian saya juga memohon maaf kepada masyarakat, untuk jalan menuju Desa Talian Kereng itu, selalu terganggu oleh banjir. Tahun depan kita tunda dulu pelaksanaannya. Kita alihkan ke pembangunan yang lain,” pungkasnya.(eri)

 

KASONGAN, PROKALTENG.CO – Dampak bencana banjir di beberapa wilayah Kabupaten Katingan saat ini, membuat sejumlah kegiatan pembangunan yang sedang berjalan terhenti. Hal ini disampaikan Bupati Katingan Sakariyas kepada sejumlah wartawan usai mengikuti kegiatan rapat di aula BPKAD Kabupaten Katingan, Selasa (13/9).

Dikatakan Sakariyas, kondisi alam seperti ini membuat mereka tidak bisa berbuat banyak. Hal ini tentu menjadi keprihatinan mereka, karena terganggunya pelaksanaan pekerjaan di lapangan. “Ya mau gimana lagi. Kita tidak bisa menyalahkan siapa-siapa. Karena kondisi alam,” katanya.

Jika misalnya nanti hingga akhir tahun anggaran 2022, ada pekerjaan yang tidak bisa diselesaikan akibat banjir, tentu pembayarannya disesuaikan dengan kemajuan pekerjaan yang diselesaikan. “Sejauh mana pekerjaan yang dikerjakan, itu yang kita bayar. Kita berharap kondisi alam bisa kembali normal,” ucapnya.

Baca Juga :  Hindari Konflik, Pemilik Tanah Diminta Pasang Patok

Dia juga mengungkapkan, beberapa paket pekerjaan yang terganggu saat ini adalah pembangunan jalan dari Kota Kasongan ke Desa Talian Kereng Kecamatan Katingan Hilir. Kemudian beberapa bangunan gereja, sekolah, puskesmas, di daerah Desa Petak Bahandang Kecamatan Tasik Payawan, dan beberapa kegiatan lainnya.

“Jadi cukup banyak yang terganggu. Kemudian saya juga memohon maaf kepada masyarakat, untuk jalan menuju Desa Talian Kereng itu, selalu terganggu oleh banjir. Tahun depan kita tunda dulu pelaksanaannya. Kita alihkan ke pembangunan yang lain,” pungkasnya.(eri)

 

Terpopuler

Artikel Terbaru