28.8 C
Jakarta
Tuesday, May 21, 2024
spot_img

Pemkab Katingan Berjuang Menurunkan Angka Stunting

KASONGAN, PROKALTENG.CO – Pemerintah Kabupaten Katingan berjuang untuk menurunkan angka Stunting sebesar 40 persen, pada akhir tahun 2025 mendatang. Termasuk permasalahan gizi lainnya. Hal ini disampaikan Sekda Kabupaten Katingan Pransang pada acara pelatihan peningkatan kapasitas Kader Pembangunan Manusia (KPM) dalam upaya pencegahan dan penanganan stunting, Selasa (5/7).

Ditegaskan Sekda, melalui Rencana Aksi Daerah, Pangan dan Gizi (RAD-PG) Kabupaten Katingan tahun 2022, dia mengingatkan agar ada upaya perbaikan gizi di sektor kesehatan, dan selalu didukung oleh sektor non kesehatan. “Dan terkait isu yang belum terselesaikan saat ini, termasuk upaya perbaikan gizi HPK. Menjadi salah satu poin penting yang dilakukan melalui pendekatan keluarga,” tegasnya.

Baca Juga :  Jadi Tempat Isolasi ODP, Hotel Katingan Ditutup untuk Umum

Dia berharap, strategi pelayanan terintegrasi antara upaya kesehatan perorangan, dan upaya kesehatan masyarakat. Pendekatan ini menurutnya, bisa dilakukan melalui proses pembelajaran yang berkesinambungan. Tentunya diawali dengan identifikasi masalah di tingkat rumah tangga, merumuskan alternatif pemecahan bersama, menetapkan, dan melaksanakan kegiatan, serta pemantauan evaluasi.

“Proses ini akan didampingi atau difasilitasi oleh fasilitator yang berasal dari kader maupun tenaga kesehatan,” katanya.

Mantan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Katingan, mengajak semua pihak untuk bersatu mendukung RAD-PG ini. “Saya yakin dengan upaya pendekatan secara maksimal, kita mampu mencapai hasil yang lebih baik di masa depan,” pungkasnya.(eri)

KASONGAN, PROKALTENG.CO – Pemerintah Kabupaten Katingan berjuang untuk menurunkan angka Stunting sebesar 40 persen, pada akhir tahun 2025 mendatang. Termasuk permasalahan gizi lainnya. Hal ini disampaikan Sekda Kabupaten Katingan Pransang pada acara pelatihan peningkatan kapasitas Kader Pembangunan Manusia (KPM) dalam upaya pencegahan dan penanganan stunting, Selasa (5/7).

Ditegaskan Sekda, melalui Rencana Aksi Daerah, Pangan dan Gizi (RAD-PG) Kabupaten Katingan tahun 2022, dia mengingatkan agar ada upaya perbaikan gizi di sektor kesehatan, dan selalu didukung oleh sektor non kesehatan. “Dan terkait isu yang belum terselesaikan saat ini, termasuk upaya perbaikan gizi HPK. Menjadi salah satu poin penting yang dilakukan melalui pendekatan keluarga,” tegasnya.

Baca Juga :  Jadi Tempat Isolasi ODP, Hotel Katingan Ditutup untuk Umum

Dia berharap, strategi pelayanan terintegrasi antara upaya kesehatan perorangan, dan upaya kesehatan masyarakat. Pendekatan ini menurutnya, bisa dilakukan melalui proses pembelajaran yang berkesinambungan. Tentunya diawali dengan identifikasi masalah di tingkat rumah tangga, merumuskan alternatif pemecahan bersama, menetapkan, dan melaksanakan kegiatan, serta pemantauan evaluasi.

“Proses ini akan didampingi atau difasilitasi oleh fasilitator yang berasal dari kader maupun tenaga kesehatan,” katanya.

Mantan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Katingan, mengajak semua pihak untuk bersatu mendukung RAD-PG ini. “Saya yakin dengan upaya pendekatan secara maksimal, kita mampu mencapai hasil yang lebih baik di masa depan,” pungkasnya.(eri)

spot_img
spot_img

Terpopuler

spot_img

Artikel Terbaru