MUARA TEWEH, PROKALTENG.CO – Bupati Barito Utara H Shalahuddin meluncurkan gerakan baru untuk menghidupkan tradisi mengaji. Gerakan yang dijuluki 6M ini diresmikan dalam acara Seminar Cinta Al-Qur’an 2025, di gedung balai antang, Rabu (19/11).
Gerakan 6M merupakan akronim dari Masyarakat Muara Teweh Mengaji sesudah Magrib di Mushalla dan Masjid. Gerakan ini dirancang untuk menjadikan aktivitas mengaji sebagai budaya bersama yang dimulai dari pusat kota.
Bupati Shalahuddin menyampaikan harapan besarnya terhadap gerakan 6 M ini.
“Kita ingin menjadikan Al-Qur’an sebagai sahabat bagi anak-anak dan remaja; bukan hanya dibaca saat perlombaan, tetapi menjadi pedoman hidup sehari-hari,” ujarnya dengan penuh semangat.
Pemerintah daerah akan mendukung penuh dengan koordinasi bersama takmir masjid dan mushalla. Partisipasi aktif orang tua dan tokoh masyarakat diharapkan menjadi kunci sukses gerakan ini.
Dengan dimulainya gerakan 6M, diharapkan tradisi mengaji setelah Magrib dapat kembali mengakar dan menciptakan lingkungan yang religius di seluruh Kabupaten Barito Utara. (ren/kpg)
MUARA TEWEH, PROKALTENG.CO – Bupati Barito Utara H Shalahuddin meluncurkan gerakan baru untuk menghidupkan tradisi mengaji. Gerakan yang dijuluki 6M ini diresmikan dalam acara Seminar Cinta Al-Qur’an 2025, di gedung balai antang, Rabu (19/11).
Gerakan 6M merupakan akronim dari Masyarakat Muara Teweh Mengaji sesudah Magrib di Mushalla dan Masjid. Gerakan ini dirancang untuk menjadikan aktivitas mengaji sebagai budaya bersama yang dimulai dari pusat kota.
Bupati Shalahuddin menyampaikan harapan besarnya terhadap gerakan 6 M ini.
“Kita ingin menjadikan Al-Qur’an sebagai sahabat bagi anak-anak dan remaja; bukan hanya dibaca saat perlombaan, tetapi menjadi pedoman hidup sehari-hari,” ujarnya dengan penuh semangat.
Pemerintah daerah akan mendukung penuh dengan koordinasi bersama takmir masjid dan mushalla. Partisipasi aktif orang tua dan tokoh masyarakat diharapkan menjadi kunci sukses gerakan ini.
Dengan dimulainya gerakan 6M, diharapkan tradisi mengaji setelah Magrib dapat kembali mengakar dan menciptakan lingkungan yang religius di seluruh Kabupaten Barito Utara. (ren/kpg)