26.5 C
Jakarta
Saturday, January 24, 2026

Langgar Jam Opersional! Kadishub : Tolong Aturan Ditaati! Mana Komitmen yang Sudah Disepakati

MUARA TEWEH, PROKALTENG.CO – Kepala Dinas Perhubungan Barito Utara, Mihrab Buanapati, SE, MIP, tegur kendaraan perusahaan yang beroperasi sebelum waktu yang telah ditetapkan.

Hal tersebut disampaikan saat Dump Truck (DT) pengangkut batubara milik PT. BBN dan PT. Batara Perkasa beroperasi diluar waktu operasional yang telah disepakati di sepanjang jalan kilometer 34 desa Sikui, Kecamatan Teweh Baru arah Benangin pada Rabu, (14/1).

Mobilitas DT Hauling yang seharusnya mulai pada pukul 20.00 WIB justru di dapati keluar sekira pukul 16.20 WIB dan parkir di badan jalan sepanjang KM 34-KM 35 sehingga mengganggu masyarakat yang menggunakan akses jalan tersebut.

Kedishub Buanapati pun secara langsung memberikan arahan sekaligus peringatan kepada para sopir truk terkait komitmen yang telat disepakati.

Baca Juga :  Seminar Cinta Alquran Menghadirkan Pemahaman Keislaman Moderat Serta Mencerahkan

“Tolong aturan di taati, kalau sudah terlanjur keluar seperti ini bagaimana? Ujung ujungnya parkir di badan jalan dan mengganggu aktivitas masyarakat,” Ujarnya kepada salah satu sopir truk.

Buanapati juga menitip pesan kepada para sopir truk kepada para pimpinan PT. Ia menagih komitmen yang telah disepakati agar tidak beroperasi diluar jam operasional.

“Sampaikan ke pimpinan kalian, mana komitmen yang sudah disepakati?. Truk harusnya beroperasi pukul 08.00 malam,” tegasnya.

Electronic money exchangers listing

Tak hanya terkait jam operasional. Dia juga mengungkapkan pihak perusahaan berjanji akan membangun parkiran. Sehingga DT tidak lagi memarkirkan kendaraan-kendaraan operasional ini di bahu jalan.

“Kami juga sudah melakukan pertemuan, waktu itu pihak perusahaan berjanji membuat parkiran. Karena lokasi ini sebelumnya juga sudah viral dikeluhkan masyarakat. Karena itu tadi, tidak bisa lewat sebab banyaknya DT markir di bahu jalan, sulit berpapasan,” kata Buanapati.

Baca Juga :  Pembangunan Jembatan Investasi Sosial Mempersatukan Wilayah, Memberdayakan Komunitas Terisolasi

Selain persoalan jam operasi, Buanapati mengatakan manajemen perusahaan telah berkomitmen untuk menyediakan lahan parkir khusus. Hal ini diharapkan dapat mengakhiri kebiasaan pengemudi DT memarkir kendaraan operasionalnya di bahu jalan.

 

“Kami juga sudah melakukan pertemuan, waktu itu pihak perusahaan berjanji membuat parkiran. Karena lokasi ini sebelumnya juga sudah viral dikeluhkan masyarakat. Karena itu tadi, tidak bisa lewat sebab banyaknya DT markir di bahu jalan, sulit berpapasan,” kata Buanapati. (ren/kpg)

MUARA TEWEH, PROKALTENG.CO – Kepala Dinas Perhubungan Barito Utara, Mihrab Buanapati, SE, MIP, tegur kendaraan perusahaan yang beroperasi sebelum waktu yang telah ditetapkan.

Hal tersebut disampaikan saat Dump Truck (DT) pengangkut batubara milik PT. BBN dan PT. Batara Perkasa beroperasi diluar waktu operasional yang telah disepakati di sepanjang jalan kilometer 34 desa Sikui, Kecamatan Teweh Baru arah Benangin pada Rabu, (14/1).

Mobilitas DT Hauling yang seharusnya mulai pada pukul 20.00 WIB justru di dapati keluar sekira pukul 16.20 WIB dan parkir di badan jalan sepanjang KM 34-KM 35 sehingga mengganggu masyarakat yang menggunakan akses jalan tersebut.

Electronic money exchangers listing

Kedishub Buanapati pun secara langsung memberikan arahan sekaligus peringatan kepada para sopir truk terkait komitmen yang telat disepakati.

Baca Juga :  Seminar Cinta Alquran Menghadirkan Pemahaman Keislaman Moderat Serta Mencerahkan

“Tolong aturan di taati, kalau sudah terlanjur keluar seperti ini bagaimana? Ujung ujungnya parkir di badan jalan dan mengganggu aktivitas masyarakat,” Ujarnya kepada salah satu sopir truk.

Buanapati juga menitip pesan kepada para sopir truk kepada para pimpinan PT. Ia menagih komitmen yang telah disepakati agar tidak beroperasi diluar jam operasional.

“Sampaikan ke pimpinan kalian, mana komitmen yang sudah disepakati?. Truk harusnya beroperasi pukul 08.00 malam,” tegasnya.

Tak hanya terkait jam operasional. Dia juga mengungkapkan pihak perusahaan berjanji akan membangun parkiran. Sehingga DT tidak lagi memarkirkan kendaraan-kendaraan operasional ini di bahu jalan.

“Kami juga sudah melakukan pertemuan, waktu itu pihak perusahaan berjanji membuat parkiran. Karena lokasi ini sebelumnya juga sudah viral dikeluhkan masyarakat. Karena itu tadi, tidak bisa lewat sebab banyaknya DT markir di bahu jalan, sulit berpapasan,” kata Buanapati.

Baca Juga :  Pembangunan Jembatan Investasi Sosial Mempersatukan Wilayah, Memberdayakan Komunitas Terisolasi

Selain persoalan jam operasi, Buanapati mengatakan manajemen perusahaan telah berkomitmen untuk menyediakan lahan parkir khusus. Hal ini diharapkan dapat mengakhiri kebiasaan pengemudi DT memarkir kendaraan operasionalnya di bahu jalan.

 

“Kami juga sudah melakukan pertemuan, waktu itu pihak perusahaan berjanji membuat parkiran. Karena lokasi ini sebelumnya juga sudah viral dikeluhkan masyarakat. Karena itu tadi, tidak bisa lewat sebab banyaknya DT markir di bahu jalan, sulit berpapasan,” kata Buanapati. (ren/kpg)

Terpopuler

Artikel Terbaru

/