Presiden Prabowo juga mengingatkan bahwa dinamika global saat ini yang diwarnai oleh rivalitas kekuatan besar, perang siber, kejahatan transnasional, dan ketidakpastian ekonomi dunia menuntut kesiapan Polri. Kepala Negara menekankan Polri tidak lagi bekerja secara reaktif, melainkan harus mampu bergerak secara prediktif dan adaptif dalam merespons dampak dinamika global.
“Polri harus mampu membaca, mengadaptasi, dan merespons setiap perubahan serta tuntutan publik yang semakin tinggi harapannya terhadap keberadaan Polri,” ujar Bupati membacakan amanat Presiden.
Dalam amanat itu, Presiden menyoroti suksesnya beberapa program pemerintah yang tidak terpisahkan dari peran penting kepolisian. Polri dinilai telah memberikan dukungan nyata terhadap program Makan Bergizi Gratis melalui pembangunan 1.179 unit Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dari target 1.500 unit .
Selain itu, Polri juga mendukung program swasembada pangan melalui optimalisasi lahan jagung seluas 651.196 hektare yang berhasil mendongkrak produksi jagung nasional sebesar 9 persen atau setara 1,36 juta ton. Pengabdian Polri juga terlihat dalam penegakan hukum terhadap kejahatan narkoba, penyelundupan, dan judi online serta pengamanan proyek strategis nasional.
Pada momentum Hari Bhayangkara ke-80, Presiden Prabowo memerintahkan seluruh jajaran Polri untuk mempersiapkan diri secara sungguh-sungguh dengan mempedomani lima hal. Pertama, memperkuat reformasi kelembagaan Polri menuju institusi yang profesional, transparan, akuntabel, berintegritas, dan berorientasi pelayanan publik berkualitas.
Kedua, meningkatkan profesionalitas dalam pelaksanaan tugas, terutama dalam pelayanan kepada masyarakat dan penegakan hukum dengan memanfaatkan teknologi informasi. Ketiga, memperkuat kapasitas sumber daya manusia untuk menghadapi kompleksitas ancaman di era digital.
Keempat, meningkatkan fleksibilitas organisasi dalam menghadapi lingkungan strategis yang dinamis dengan menjadi institusi kepolisian modern berbasis data, prediktif, kolaboratif, dan berorientasi pelayanan publik. Kelima, penguatan legitimasi institusi Polri melalui budaya integritas dan penguatan komunikasi publik.

