PROKALTENG.CO-Barito Selatan (Barsel) Khristianto Yudha menghadiri sekaligus membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pemutakhiran Data Pokok Pendidikan (Dapodik) Tahun 2026 di Aula Jaro Pirarahan, Buntok, Rabu (29/1).
Kegiatan tersebut diikuti seluruh kepala sekolah, guru, serta operator Dapodik se-Kabupaten Barito Selatan. Turut hadir pula perwakilan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Provinsi Kalimantan Tengah.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Barsel menegaskan bahwa pemutakhiran Dapodik memiliki peran sangat strategis dalam menghasilkan data pendidikan yang valid, akurat, dan sesuai dengan kondisi riil sekolah. Hal ini seiring dengan peningkatan pemahaman dan kompetensi operator sekolah dalam mengelola data secara tepat waktu dan bertanggung jawab.
“Data Dapodik menjadi dasar utama dalam pengambilan kebijakan, penyaluran bantuan dan anggaran pendidikan, penetapan program pemerintah, serta perencanaan dan evaluasi mutu pendidikan. Tanpa pemutakhiran yang baik, sangat berisiko terjadi kesalahan data yang berdampak langsung pada hak sekolah, pendidik, dan peserta didik,” ujar Khristianto Yudha.
Pada kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada BPK RI Perwakilan Provinsi Kalimantan Tengah yang telah melaksanakan audit secara menyeluruh terhadap Dapodik seluruh sekolah di Kabupaten Barito Selatan.
Lebih lanjut, Wakil Bupati berharap melalui kegiatan bimtek ini dapat terwujud penyelenggaraan Dapodik yang valid dan optimal dalam mendukung kelancaran pembangunan sektor pendidikan.
Menurutnya, Dapodik bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan instrumen strategis untuk memastikan kebijakan pendidikan berjalan tepat sasaran, adil, dan berkelanjutan.
“Saya menyadari pengelolaan Dapodik bukan pekerjaan ringan. Dibutuhkan ketelitian, konsistensi, dan komitmen tinggi. Namun setiap data yang diinput dengan benar merupakan kontribusi nyata bagi masa depan pendidikan anak-anak kita,” tegasnya.
Sesuai rekomendasi BPK RI Perwakilan Provinsi Kalteng, Pemerintah Kabupaten Barito Selatan berkomitmen memutakhirkan data pokok pendidikan seluruh sekolah dan menjadikan Dapodik sebagai basis utama perencanaan pembangunan di bidang pendidikan.
Ia pun berpesan kepada seluruh kepala sekolah, guru, dan operator Dapodik agar terus meningkatkan koordinasi, kapasitas, serta tanggung jawab dalam pengelolaan data pendidikan.
Pemerintah daerah, lanjutnya, akan terus memberikan dukungan melalui pendampingan, pelatihan, dan penguatan sistem.
“Mari kita jadikan Dapodik sebagai alat pemersatu langkah untuk mewujudkan pendidikan Barito Selatan yang maju, berkualitas, dan berkeadilan,” tutupnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Barsel Manat Simanjuntak menambahkan bahwa pihaknya menargetkan seluruh data Dapodik dapat tervalidasi secara menyeluruh sebagai dasar perencanaan kegiatan, baik revitalisasi pendidikan maupun digitalisasi pembelajaran.
“Dengan data yang valid, pembangunan pendidikan akan lebih terarah dan terakomodasi. Ke depan, kita juga menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan sejumlah instansi, termasuk Dinas Dukcapil dan PUPR, untuk mendukung analisis data dan kondisi sarana prasarana sekolah,” jelasnya. (ena/kpg)


