25.1 C
Jakarta
Friday, February 20, 2026

Wujudkan Hunian Layak, Barsel Siapkan Bedah Ratusan Rumah Tak Layak Huni

BUNTOK, PROKALTENG.CO – Untuk memujudkan hunian bermartabat, Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimtan) Kabupaten Barito Selatan (Barsel), menargetkan bedah ratusan unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di tahun 2026.

“Pada tahun ini kita alokasikan 110 unit RTLH untuk dibangun, bedah rumah atau Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) merupakan program dari Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKR) tersebut bertujuan untuk memperbaiki kualitas rumah menjadi sehat dan aman, sehingga layak ditempati, ” kata Kepala Disperkimtan Barsel M. Taufik, Rabu, (18/2).

M Taufik mengatakan program ini masih dalam tahap persiapan, identifikasi kepada calon penerima. Setelah data lengkap dan memenuhi persyaratan, baru diusulkan untuk diterbitkan Surat Keputusan (SK) penerima bantuan, kemudian ditindaklanjuti.

Baca Juga :  Buka Keterisolasian Demi Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat

“Bantuan tersebut diperuntukkan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) yang memiliki rumah tidak layak huni, dan bangunan yang ditempati harus milik sendiri dan dibuktikan dengan legalitas resmi, seperti Sertifikat Hak Milik (SHM) atau dokumen kepemilikan sah lainnya, “ujarnya.

Selain bantuan bedah rumah, lanjutnya, Disperkimtan Barsel juga mengalokasikan bantuan untuk rumah warga yang roboh akibat dari bencana alam, seperti tanah longsor maupun abrasi.

Untuk bantuan bedah rumah, Disperkimtan juga mengalokasikan dana sebesar Rp20 juta per penerima bantuan, sedangkan untuk bantuan bencana sebesar Rp50 juta/penerima bantuan.

Hunian yang tidak memenuhi standar kesehatan tersebut berdampak nyata pada tumbuh kembang keluarga, kelembapan udara dan debu pada RTLH memicu gangguan pernapasan (ISPA).

Electronic money exchangers listing
Baca Juga :  Kepala Desa Harus Bekerja Profesional, Memiliki Pola Pikir yang Peka

Sementara sanitasi yang minim berisiko tinggi menyebabkan penyakit pencernaan serta berkontribusi besar terhadap angka stunting pada anak.

“Melalui program ini, kita terus memperkuat komitmen dalam menyediakan hunian yang aman dan sehat bagi masyarakat, dan diharapkan tidak ada lagi warga yang tinggal di rumah asal ada atapnya, sehingga masyarakat memiliki hunian yang nyaman, serta mampu meningkatkan martabat serta kualitas hidup keluarga di Kabupaten Barsel ini,” tutupnya. (ena)

BUNTOK, PROKALTENG.CO – Untuk memujudkan hunian bermartabat, Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimtan) Kabupaten Barito Selatan (Barsel), menargetkan bedah ratusan unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di tahun 2026.

“Pada tahun ini kita alokasikan 110 unit RTLH untuk dibangun, bedah rumah atau Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) merupakan program dari Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKR) tersebut bertujuan untuk memperbaiki kualitas rumah menjadi sehat dan aman, sehingga layak ditempati, ” kata Kepala Disperkimtan Barsel M. Taufik, Rabu, (18/2).

M Taufik mengatakan program ini masih dalam tahap persiapan, identifikasi kepada calon penerima. Setelah data lengkap dan memenuhi persyaratan, baru diusulkan untuk diterbitkan Surat Keputusan (SK) penerima bantuan, kemudian ditindaklanjuti.

Electronic money exchangers listing
Baca Juga :  Buka Keterisolasian Demi Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat

“Bantuan tersebut diperuntukkan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) yang memiliki rumah tidak layak huni, dan bangunan yang ditempati harus milik sendiri dan dibuktikan dengan legalitas resmi, seperti Sertifikat Hak Milik (SHM) atau dokumen kepemilikan sah lainnya, “ujarnya.

Selain bantuan bedah rumah, lanjutnya, Disperkimtan Barsel juga mengalokasikan bantuan untuk rumah warga yang roboh akibat dari bencana alam, seperti tanah longsor maupun abrasi.

Untuk bantuan bedah rumah, Disperkimtan juga mengalokasikan dana sebesar Rp20 juta per penerima bantuan, sedangkan untuk bantuan bencana sebesar Rp50 juta/penerima bantuan.

Hunian yang tidak memenuhi standar kesehatan tersebut berdampak nyata pada tumbuh kembang keluarga, kelembapan udara dan debu pada RTLH memicu gangguan pernapasan (ISPA).

Baca Juga :  Kepala Desa Harus Bekerja Profesional, Memiliki Pola Pikir yang Peka

Sementara sanitasi yang minim berisiko tinggi menyebabkan penyakit pencernaan serta berkontribusi besar terhadap angka stunting pada anak.

“Melalui program ini, kita terus memperkuat komitmen dalam menyediakan hunian yang aman dan sehat bagi masyarakat, dan diharapkan tidak ada lagi warga yang tinggal di rumah asal ada atapnya, sehingga masyarakat memiliki hunian yang nyaman, serta mampu meningkatkan martabat serta kualitas hidup keluarga di Kabupaten Barsel ini,” tutupnya. (ena)

Terpopuler

Artikel Terbaru

/