BUNTOK,PROKALTENG.CO – Wakil Bupati Barito Selatan (Barsel) Khristianto Yudha menghadiri Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) ke-V Wanita Katolik Republik Indonesia DPD Kalimantan Tengah Tahun 2026 yang bertempat di Aula Dinas PUPR Kabupaten Barsel, Sabtu (10/1).
Dalam kesempatan itu, Wakil Bupati Barsel, Khristianto Yudha mengatakan keberadaan Wanita Katolik Republik Indonesia hadir bukan hanya sebagai organisasi, tetapi sebagai ruang pengabdian bagi perempuan untuk bertumbuh, saling menguatkan, dan memberi makna bagi keluarga serta masyarakat.
Menurutnya, di tangan para perempuan Katolik, nilai kasih, ketangguhan, dan kepedulian sosial ditanamkan sejak dari lingkup keluarga hingga ke kehidupan bermasyarakat.
“Peran perempuan yang dijalankan dengan ketulusan dan iman inilah yang menjadi fondasi penting dalam membangun generasi yang berkarakter, berdaya saing, dan berakhlak mulia. Ibu-ibu yang saya banggakan, Pemerintah Kabupaten Barsel menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas dedikasi dan kerja keras WKRI dalam berbagai sektor, khususnya dalam peningkatan kualitas hidup perempuan dan anak,” ucap Khristianto Yudha.
Selain itu, peran perempuan Katolik dalam mendidik dan membina generasi bangsa dikatakan sangatlah vital. Ini menjadikan setiap perempuan sebagai garda terdepan dalam membangun masa depan yang lebih baik, berlandaskan iman, nilai moral, serta kepedulian sosial.
“Program-program WKRI yang berfokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pembentukan karakter bangsa sangat sejalan dengan visi pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan. Oleh karena itu, saya mengajak seluruh anggota WKRI untuk terus memperkuat persatuan, meningkatkan sinergi, serta bersama-sama melayani dengan semangat pengabdian. Agar dapat menjadi pelopor perubahan positif dalam mendukung pembangunan di Kalimantan Tengah, khususnya di Kabupaten Barito Selatan,” harap Khristianto Yudha.
Di kesempatan yang sama, Ketua Presidium Wanita Katolik RI DPD Kalimantan Tengah, Yanie Gandhie, Rakorda ini merupakan forum strategis dan penting bagi organisasi Wanita Katolik.
Melalui rapat koordinasi ini, semua diajak untuk melakukan evaluasi terhadap program kerja yang telah dilaksanakan, menyelaraskan arah kebijakan organisasi, serta merumuskan langkah-langkah ke depan agar pelayanan Wanita Katolik RI semakin nyata dan berdampak bagi Gereja dan masyarakat.
“Sebagai organisasi perempuan awam Katolik, Wanita Katolik RI memiliki panggilan luhur untuk bermasyarakat, dan berbangsa. Di tengah berbagai tantangan zaman, mulai dari persoalan keluarga, pendidikan, ekonomi, hingga keadilan sosial, Wanita Katolik RI diharapkan mampu menjadi mitra strategis gereja dan pemerintah dalam menghadirkan nilai-nilai kasih, keadilan, dan martabat manusia,” Terang Yanie Gandhi seraya mengajak mengajak seluruh peserta RAKORDA untuk memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya. (ena/kpg)


