PROKALTENG.CO-Sebanyak 23 prajurit Jalasena dari Korps Marinir menjadi korban dalam bencana tanah longsor yang terjadi di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.
Para prajurit Marinir tersebut menjadi korban saat Latihan Pratugas Satgas Pamtas RI-PNG di Cisarua, Bandung Barat, Sabtu (24/1).
Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan menegaskan bahwa pengabdian para prajurit akan selalu dikenang.
Kadispenal Laksamana Pertama Tunggul menjelaskan bahwa longsor dipicu oleh curah hujan tinggi yang menyebabkan pergerakan tanah di lokasi latihan.
“Hingga hari ini, tim SAR gabungan bersama prajurit TNI AL telah mengevakuasi lima jenazah, sementara pencarian terhadap 18 prajurit lainnya masih dilakukan secara maksimal,” ujarnya, Rabu (29/1).
Kelima prajurit yang berhasil dievakuasi adalah Serda Marinir Sidiq Hariyanto, Praka Marinir Muhammad Koriq, Praka Marinir Andre Nicky Olga Suwita, Praka Marinir Ari Kurniawan, dan Pratu Marinir Febry Bramantio.
Jenazah mereka telah dipulangkan ke daerah asal masing-masing dan dimakamkan secara militer sebagai bentuk penghormatan negara.
TNI AL mengerahkan sedikitnya 200 personel Marinir untuk mempercepat proses evakuasi, dilengkapi dengan drone, sensor thermal, anjing pelacak, dan alat berat.
“Dedikasi dan loyalitas ke-23 prajurit yang gugur merupakan wujud nyata pengorbanan tertinggi demi menjaga keutuhan NKRI,” tegas Tunggul.
TNI AL juga memastikan seluruh hak prajurit gugur akan dipenuhi, termasuk santunan, beasiswa bagi anak-anak korban hingga perguruan tinggi, serta pendampingan psikologis bagi keluarga.
Sementara itu, Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian, menuturkan bahwa cuaca ekstrem menjadi tantangan utama dalam pencarian.
“Situasi ini berdampak langsung terhadap proses pencarian korban, sehingga kegiatan tim SAR gabungan dilakukan secara terbatas dan sangat mengutamakan keselamatan personel,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa beberapa sektor pencarian sempat dihentikan karena rawan longsor susulan, sebelum akhirnya dibuka kembali dengan pengawasan ketat.
Pada hari kelima operasi, tim SAR berhasil menemukan dua korban tambahan di sektor A2. Hingga pukul 16.00 WIB, total korban yang berhasil dievakuasi mencapai 53 kantong jenazah, sementara 27 orang masih dalam pencarian.
“Kontur tanah di wilayah bencana ini tergolong labil dan mudah memicu longsor susulan. Curah hujan ringan hingga lebat dapat memperburuk kondisi,” ungkap Ade. (cnn/nur/jpg)


