PROKALTENG.CO-Kabut tebal mewarnai lokasi bencana longsor di kaki Gunung Burangrang, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Kabut tersebut sempat menyulitkan tim pencari dalam mencari korban yang masih hilang karena mengganggu jarak pandang.
Bencana longsor di Pasirlangu pada Sabtu (24/1), ini meratakan 30 rumah di Kampung Pasir Kuning dan Pasir Kuda, serta menimbulkan korban jiwa dalam jumlah besar.
Memasuki hari kelima pencarian, Rabu (28/1), tim SAR gabungan masih berjuang di tengah cuaca ekstrem untuk menemukan korban yang tertimbun material longsor.
Sejak dini hari, hujan deras mengguyur kawasan tersebut sehingga operasi pencarian baru bisa dimulai sekitar pukul 08.30 WIB.
Kondisi medan yang berat, ditambah kabut tebal dan tanah yang masih labil, membuat proses evakuasi berjalan lambat.
Direktur Operasi Basarnas, Laksamana Pertama TNI Y. Bramantyo, menyampaikan update terbaru jumlah korban.
“Sampai pukul 18.10 WIB kemarin, kita total sudah mendapatkan 50 body pack. Dari jumlah itu, 34 korban telah berhasil diidentifikasi oleh tim DVI Polda Jabar, sementara 32 orang masih dinyatakan hilang,” ujarnya.
Pada hari kelima, tim SAR membagi pencarian ke beberapa sektor, yakni A1, A2, dan B3, serta tambahan sektor A3 yang berada lebih dekat dengan kaki Gunung Burangrang.
“Kita sudah bagi untuk tim kegiatan pada sektor-sektor ini. Jadi fokusnya tetap di worksite yang sudah kita tentukan,” jelas Bramantyo.
Untuk mempercepat proses evakuasi, Basarnas mengerahkan tambahan empat unit alat berat, melengkapi 13 unit yang sudah beroperasi sebelumnya.
“Kemarin sudah ada 13 alat berat, lalu kita dapat tambahan lagi 4 alat berat dini hari tadi. Kita optimalkan peralatan yang ada,” tambahnya.
Tragedi ini meninggalkan luka mendalam bagi warga. Banyak keluarga kehilangan anggota sekaligus tempat tinggal.
Salah satu warga, Ade Tata, mengaku kehilangan tujuh anggota keluarganya dalam bencana tersebut.
“Saya tidak bisa berkata-kata. Rumah hancur, keluarga hilang. Semoga semua korban segera ditemukan,” ucapnya dengan mata berkaca-kaca.
Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Hendra Rochmawan, menegaskan bahwa proses identifikasi korban dilakukan secara intensif.
“DVI Polda Jabar sudah berhasil mengidentifikasi 34 korban melalui data ante mortem dan post mortem. Proses ini akan terus dilakukan agar keluarga korban segera mendapatkan kepastian,” katanya.
Operasi pencarian dijadwalkan berlangsung selama 14 hari, dengan evaluasi setelah sepekan. Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, BPBD, dan relawan lokal terus bekerja siang malam untuk menemukan korban yang masih hilang. (net/nur/jpg)


