27.2 C
Jakarta
Tuesday, February 3, 2026

Longsor Cisarua Bandung Barat, 38 Kantong Jenazah Diserahkan ke DVI, 80 Korban Masih Dicari

PROKALTENG.CO – Operasi SAR longsor di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, terus berlangsung. Hingga Selasa (27/1), Tim SAR Gabungan telah menyerahkan 38 kantong jenazah kepada Tim Disaster Victim Identification (DVI), sementara sekitar 80 korban lainnya masih dinyatakan hilang.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyebutkan dari total tersebut, 13 kantong jenazah ditemukan pada Senin (26/1). Sebelumnya, 25 kantong jenazah telah lebih dulu diserahkan pada Minggu (25/1) dan Sabtu, sejak operasi SAR dimulai pada Sabtu pekan lalu (24/1).

“Seluruh kantong jenazah yang ditemukan sudah diserahkan kepada Tim DVI untuk dilakukan proses identifikasi,” ujar Abdul Muhari dalam keterangan resmi, Selasa (27/1).

Baca Juga :  Dua Karyawan Sampoerna Meninggal, Ratusan Lainnya Diisolasi

Dia menjelaskan, sebagian kantong jenazah berisi potongan anggota tubuh sehingga membutuhkan proses identifikasi lebih mendalam.

“Kantong jenazah yang diserahkan ke Tim DVI bisa berupa bagian tubuh, sehingga perlu pendalaman identifikasi melalui pemeriksaan post mortem dan ante mortem,” jelasnya.

Menurut Abdul Muhari, Tim DVI bekerja dengan prinsip kehati-hatian dan standar ilmiah guna memastikan hasil identifikasi akurat dan dapat dipertanggungjawabkan kepada keluarga korban.

“Hingga saat ini, proses identifikasi masih terus berjalan. Sementara pencarian korban dilanjutkan dengan penyisiran sektor A dan sektor B,” katanya.

Electronic money exchangers listing

Sesuai rencana operasi, pencarian sebelumnya difokuskan pada sektor A1 dan A2. Penentuan lokasi tersebut didasarkan pada hasil pemetaan drone yang dicocokkan dengan informasi dari Kepala Desa Pasirlangu, yang menyebutkan adanya permukiman warga di sektor tersebut.

Baca Juga :  Jubir Presiden: Kader Parpol Boleh Jadi Petinggi di BUMN

Sementara itu, Kepala Kantor SAR Bandung Ade Dian Permana mengatakan, upaya pencarian korban dilakukan dengan kombinasi alat berat, pencarian manual, serta pemantauan menggunakan drone UAV.

“Selain faktor cuaca, medan di lokasi longsor cukup berat dan menyulitkan proses pencarian,” ujarnya.

Berdasarkan pertimbangan teknis di lapangan, pencarian sempat dihentikan sementara dan dilanjutkan kembali pada hari ini.

“Pencarian kemarin dihentikan sementara dan dilanjutkan hari ini,” pungkas Ade. (jpg)

PROKALTENG.CO – Operasi SAR longsor di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, terus berlangsung. Hingga Selasa (27/1), Tim SAR Gabungan telah menyerahkan 38 kantong jenazah kepada Tim Disaster Victim Identification (DVI), sementara sekitar 80 korban lainnya masih dinyatakan hilang.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyebutkan dari total tersebut, 13 kantong jenazah ditemukan pada Senin (26/1). Sebelumnya, 25 kantong jenazah telah lebih dulu diserahkan pada Minggu (25/1) dan Sabtu, sejak operasi SAR dimulai pada Sabtu pekan lalu (24/1).

“Seluruh kantong jenazah yang ditemukan sudah diserahkan kepada Tim DVI untuk dilakukan proses identifikasi,” ujar Abdul Muhari dalam keterangan resmi, Selasa (27/1).

Electronic money exchangers listing
Baca Juga :  Dua Karyawan Sampoerna Meninggal, Ratusan Lainnya Diisolasi

Dia menjelaskan, sebagian kantong jenazah berisi potongan anggota tubuh sehingga membutuhkan proses identifikasi lebih mendalam.

“Kantong jenazah yang diserahkan ke Tim DVI bisa berupa bagian tubuh, sehingga perlu pendalaman identifikasi melalui pemeriksaan post mortem dan ante mortem,” jelasnya.

Menurut Abdul Muhari, Tim DVI bekerja dengan prinsip kehati-hatian dan standar ilmiah guna memastikan hasil identifikasi akurat dan dapat dipertanggungjawabkan kepada keluarga korban.

“Hingga saat ini, proses identifikasi masih terus berjalan. Sementara pencarian korban dilanjutkan dengan penyisiran sektor A dan sektor B,” katanya.

Sesuai rencana operasi, pencarian sebelumnya difokuskan pada sektor A1 dan A2. Penentuan lokasi tersebut didasarkan pada hasil pemetaan drone yang dicocokkan dengan informasi dari Kepala Desa Pasirlangu, yang menyebutkan adanya permukiman warga di sektor tersebut.

Baca Juga :  Jubir Presiden: Kader Parpol Boleh Jadi Petinggi di BUMN

Sementara itu, Kepala Kantor SAR Bandung Ade Dian Permana mengatakan, upaya pencarian korban dilakukan dengan kombinasi alat berat, pencarian manual, serta pemantauan menggunakan drone UAV.

“Selain faktor cuaca, medan di lokasi longsor cukup berat dan menyulitkan proses pencarian,” ujarnya.

Berdasarkan pertimbangan teknis di lapangan, pencarian sempat dihentikan sementara dan dilanjutkan kembali pada hari ini.

“Pencarian kemarin dihentikan sementara dan dilanjutkan hari ini,” pungkas Ade. (jpg)

Terpopuler

Artikel Terbaru