PROKALTENG.CO-Mantan pembalap Formula 1 (F1) Rio Haryanto bakal menikahi kekasihnya Athina Papadimitrio.
Athina Papadimitriou sendiri ternyata keponakan dari Sandiaga Uno dari pihak istri, Asia Uno.
Rio Haryanto membagikan foto-foto prewedding dengan Athina melalui Instagram pribadinya.
“Let’s drive into Forever ❤️,” tulis Rio Haryanto menggambarkan potret romantisnya bersama Athina.
Dalam potret yang dibagikan, Rio Haryanto tampak mengenakan setelan jas berwarna biru dengan kemeja putih di dalamnya.
Sementara Athina Papadimitrio memakai dress yang panjang menjuntai hingga lantai.
Dress berwarna nude itu terlihat cantik dengan bordir bunga warna-warni.
Uniknya, di salah satu foto mereka, Rio Haryanto tampak memakai helm, menggambarkan profesinya sebagai pebalap. Athina terlihat memeluk Rio sambil tersenyum lebar.
Potret prewedding Rio Haryanto dan Athina sontak mengundang beragam komentar warganet.
“Akhirnya pacar halu aku dari 2017 berlabuh ke pelaminan juga,” tulis @cuc***.
“Foto preweddingnya bagus, bajunya juga sopan,” tulis @ind***.
“Ahhh terpotek-potek, but congrats Rio!” tulis @zur****.
Hubungan Rio Haryanto dan Athina pertama kali terungkap dari unggahan Incess Nabati pada Februari 2024.
Kala itu, Incess Nabati menghadiri pesta dan bertemu dengan Rio dan Athina yang datang bersama.
Jalinan asmara Rio Haryanto dan Athina semakin jelas saat keduanya merayakan Hari Lebaran bersama di kediaman Sandiaga Uno.
Rio Haryanto dan Athina Papadimitriou kemudian menggelar acara lamaran pada 27 Mei 2024. Momen lamaran berlangsung tertutup mengusung konsep budaya Tionghoa.
Hingga saat ini, belum diketahui kapan Rio Haryanto dan Athina Papadimitriou akan melangsungkan pernikahan.
Rio Haryanto sendiri lahir di Solo, Jawa Tengah, pada 22 Januari 1993. Sejak kecil, ia sudah menunjukkan bakat luar biasa di dunia balap.
Pada usia enam tahun, Rio memenangkan kejuaraan gokart kelas kadet pada 1999.
Prestasi demi prestasi terus diraih, termasuk penghargaan Atlet Gokart Terbaik Junior pada 2005 dan 2006 dari Ikatan Motor Indonesia (IMI).
Bakatnya membawa Rio ke tingkat Asia, hingga akhirnya melangkah ke Eropa untuk berkompetisi di GP3 Europe Series pada 2010-2011 dan GP2 Europe Series pada 2012-2015.
Puncak karier Rio terjadi pada 2016 ketika ia menjadi pembalap Indonesia pertama yang berlaga di Formula 1 bersama tim Manor Racing.
Meskipun hanya bertahan selama 12 balapan akibat kendala pendanaan, Rio tetap mencatat sejarah. Salah satu pencapaiannya adalah finis ke-15 di GP Monako 2016.
Setelah berhenti dari dunia balap pada 2017, Rio beralih fokus ke bisnis keluarga.
Sebagai lulusan Universitas Anglia Ruskin di Inggris, ia mengelola divisi security printing yang memproduksi dokumen penting seperti ijazah dan blanko cek.
Rio juga merambah bisnis kuliner dengan membuka restoran di Colomadu, Karanganyar.
Perannya di bidang bisnis menunjukkan kemampuannya untuk beradaptasi di luar dunia balap.
Meskipun tidak lagi berkompetisi di Formula 1, kecintaan Rio pada dunia balap tetap terlihat.
Ia pernah berpartisipasi dalam balapan ketahanan seperti Blancpain GT World Challenge Asia dan Asian Le Mans Series. (ins/lip/nur/jpg)