27.8 C
Jakarta
Thursday, January 29, 2026

Lagi! Satu Korban ATR 42-500 Teridentifikasi, Pramugari Esther Aprilita S

PROKALTENG.CO-Kabid Dokkes Polda Sulsel, Kombes Pol Muhammad Haris, menyebut bahwa kantong jenazah dengan nomor label post mortem PM.62.B.04 merupakan pramugari pesawat ATR 42-500.

Haris bilang, identitas tersebut dipastikan setelah tim DVI yang terdiri dari tim DVI Biddokkes Polda Sulsel, Tim DVI Pusdokes Polri, Tim IDEN Polda Sosial, Tim Pusiden Polri, dan Departemen Forensik dan Medikologal Fakultas Kedokteran Unhas melakukan identifikasi.

Hal ini diungkapkan Haris saat ekspose kasus mendampingi Kabasarnas RI, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii dan yang lainnya di Posko DVI Biddokkes Polda Sulsel, Jumat (23/1/2026).

“Kami telah menerima satu kantong jenazah dan melaksanakan identifikasi dengan hasil, teridentifikasi melalui sidik jari, gigi, properti, dan ciri medis, cocok dengan nama Esther Aprilita S usia 26 tahun,” ucap Haris kepada awak media.

Sebelumnya diberitakan, jenazah korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 yang jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, berhasil dievakuasi dan tiba di Posko Disaster Victim Identification (DVI) Biddokkes Polda Sulsel, Kamis (22/1/2026) malam.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, jenazah tersebut berjenis kelamin perempuan dan diduga merupakan salah satu pramugari pesawat ATR 42-500, atas nama Esther Aprilita S.

Baca Juga :  Hilangkan Rasa Cemas, Anak-anak Korban Kecelakaan Diberikan Trauma Healing

Pantauan fajar.co.id di lokasi, jenazah tiba sekitar pukul 23.40 Wita menggunakan ambulans Kodim 1408/Makassar. Jenazah dibungkus plastik putih dengan label post mortem PM.62.B.04.

Electronic money exchangers listing

Sesampainya di posko DVI, jenazah langsung diserahkan kepada tim dokter forensik Biddokkes Polda Sulsel untuk menjalani proses identifikasi lebih lanjut.

Proses identifikasi dilakukan melalui serangkaian tahapan post mortem, termasuk pengambilan sampel DNA yang nantinya akan dicocokkan dengan data keluarga inti korban.

Direktur Operasi Basarnas, Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo, mengungkapkan bahwa jenazah tersebut ditemukan di bagian ekor pesawat.

“Jenazah yang keempat saya serahkan kepada Kabid Dokkes. Soal siapa identitasnya, itu kewenangannya Bidokkes,” ujar Yudhi kepada awak media usai penyerahan jenazah.

Ia menambahkan, hingga kini total empat jenazah telah diserahkan kepada tim DVI untuk proses identifikasi.

“Dari empat itu, dua jenazah sebelumnya sudah dalam kondisi utuh dan telah diserahkan ke pihak keluarga. Satu sebelumnya berupa body part, dan yang ini (terbaru) mudah-mudahan utuh,” tandasnya.

Baca Juga :  ”Raja” dan ”Ratu” Agung Sejagat Tawarkan Jabatan Menteri sampa

Esther merupakan pramugari yang bertugas dalam pesawat rute Yogyakarta-Makassar. Kedua orangtua Esther sempat berharap anak pertama mereka ditemukan dalam keadaan selamat.

Bahkan, niat ayah Esther, Adi Sianipar bertemu dengan putrinya saat berada di Jakarta kini gagal.

Esther diketahui tinggal di perumahan Bukit Rancamaya Blok E2 nomor 1 Bojong Koneng, Ciherang, Caringin, Kabupaten Bogor. Tetapi, kos di Jakarta sejak bekerja sebagai pramugari Indonesia Air Transport.

Adi Sianipar menyampaikan bahwa dia terakhir berkomunikasi dengan putrinya pada pukul 12.00 WIB, Sabtu (17/1/2026).

Saat itu, dia sedang berada di Jakarta berniat menjemput putrinya bila ingin pulang ke Bogor.

Namun, pesan singkat yang dikirimkannya tidak dibalas Esther. Ponsel Esther sudah tidak aktif.

Adi kemudian dihubungi oleh kantor Indonesia Air Transport tempat putrinya bekerja.

“Mulai telepon, tapi karena saya lagi di jalan enggak saya angkat, dia (IAT) WA gitu. bahwasanya pesawat yang ditumpangin Esther dari Yogya Makassar lost contact gitu,” ujar Adi melansir tayangan Youtube Kompas.TV. (fajar)

 

PROKALTENG.CO-Kabid Dokkes Polda Sulsel, Kombes Pol Muhammad Haris, menyebut bahwa kantong jenazah dengan nomor label post mortem PM.62.B.04 merupakan pramugari pesawat ATR 42-500.

Haris bilang, identitas tersebut dipastikan setelah tim DVI yang terdiri dari tim DVI Biddokkes Polda Sulsel, Tim DVI Pusdokes Polri, Tim IDEN Polda Sosial, Tim Pusiden Polri, dan Departemen Forensik dan Medikologal Fakultas Kedokteran Unhas melakukan identifikasi.

Hal ini diungkapkan Haris saat ekspose kasus mendampingi Kabasarnas RI, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii dan yang lainnya di Posko DVI Biddokkes Polda Sulsel, Jumat (23/1/2026).

Electronic money exchangers listing

“Kami telah menerima satu kantong jenazah dan melaksanakan identifikasi dengan hasil, teridentifikasi melalui sidik jari, gigi, properti, dan ciri medis, cocok dengan nama Esther Aprilita S usia 26 tahun,” ucap Haris kepada awak media.

Sebelumnya diberitakan, jenazah korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 yang jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, berhasil dievakuasi dan tiba di Posko Disaster Victim Identification (DVI) Biddokkes Polda Sulsel, Kamis (22/1/2026) malam.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, jenazah tersebut berjenis kelamin perempuan dan diduga merupakan salah satu pramugari pesawat ATR 42-500, atas nama Esther Aprilita S.

Baca Juga :  Hilangkan Rasa Cemas, Anak-anak Korban Kecelakaan Diberikan Trauma Healing

Pantauan fajar.co.id di lokasi, jenazah tiba sekitar pukul 23.40 Wita menggunakan ambulans Kodim 1408/Makassar. Jenazah dibungkus plastik putih dengan label post mortem PM.62.B.04.

Sesampainya di posko DVI, jenazah langsung diserahkan kepada tim dokter forensik Biddokkes Polda Sulsel untuk menjalani proses identifikasi lebih lanjut.

Proses identifikasi dilakukan melalui serangkaian tahapan post mortem, termasuk pengambilan sampel DNA yang nantinya akan dicocokkan dengan data keluarga inti korban.

Direktur Operasi Basarnas, Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo, mengungkapkan bahwa jenazah tersebut ditemukan di bagian ekor pesawat.

“Jenazah yang keempat saya serahkan kepada Kabid Dokkes. Soal siapa identitasnya, itu kewenangannya Bidokkes,” ujar Yudhi kepada awak media usai penyerahan jenazah.

Ia menambahkan, hingga kini total empat jenazah telah diserahkan kepada tim DVI untuk proses identifikasi.

“Dari empat itu, dua jenazah sebelumnya sudah dalam kondisi utuh dan telah diserahkan ke pihak keluarga. Satu sebelumnya berupa body part, dan yang ini (terbaru) mudah-mudahan utuh,” tandasnya.

Baca Juga :  ”Raja” dan ”Ratu” Agung Sejagat Tawarkan Jabatan Menteri sampa

Esther merupakan pramugari yang bertugas dalam pesawat rute Yogyakarta-Makassar. Kedua orangtua Esther sempat berharap anak pertama mereka ditemukan dalam keadaan selamat.

Bahkan, niat ayah Esther, Adi Sianipar bertemu dengan putrinya saat berada di Jakarta kini gagal.

Esther diketahui tinggal di perumahan Bukit Rancamaya Blok E2 nomor 1 Bojong Koneng, Ciherang, Caringin, Kabupaten Bogor. Tetapi, kos di Jakarta sejak bekerja sebagai pramugari Indonesia Air Transport.

Adi Sianipar menyampaikan bahwa dia terakhir berkomunikasi dengan putrinya pada pukul 12.00 WIB, Sabtu (17/1/2026).

Saat itu, dia sedang berada di Jakarta berniat menjemput putrinya bila ingin pulang ke Bogor.

Namun, pesan singkat yang dikirimkannya tidak dibalas Esther. Ponsel Esther sudah tidak aktif.

Adi kemudian dihubungi oleh kantor Indonesia Air Transport tempat putrinya bekerja.

“Mulai telepon, tapi karena saya lagi di jalan enggak saya angkat, dia (IAT) WA gitu. bahwasanya pesawat yang ditumpangin Esther dari Yogya Makassar lost contact gitu,” ujar Adi melansir tayangan Youtube Kompas.TV. (fajar)

 

Terpopuler

Artikel Terbaru