30.8 C
Jakarta
Sunday, February 15, 2026

Bahlil Tancap Gas Program Lisdes, 5.700 Desa Ditarget Terang Sebelum 2029

PROKALTENG.CO – Pemerintah mempercepat Program Listrik Perdesaan (Lisdes) demi mewujudkan keadilan energi hingga pelosok Tanah Air. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan, masih ada ribuan desa dan dusun yang belum menikmati listrik dan hal itu menjadi pekerjaan rumah besar negara.

Saat ini, sekitar 5.700 desa dan 4.400 dusun di Indonesia belum teraliri listrik. Bahlil memastikan, persoalan tersebut akan dituntaskan paling lambat 2029, sesuai arahan langsung Presiden Prabowo Subianto.

“Saat ini masih ada sekitar 5.700 desa dan 4.400 dusun yang belum menikmati listrik. Ini tanggung jawab negara dan perintah Presiden agar kita selesaikan paling lambat 2029,” ujar Bahlil saat meninjau pembangunan Program Lisdes di Desa Bandar Jaya, Kecamatan Sekayu, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, Kamis (16/10/2025), dikutip dari keterangan tertulis Kementerian ESDM, Jumat (19/12/2025).

Baca Juga :  Bahlil Lahadalia Menguat Sebagai Calon Kuat Ketum Golkar, Agus Gumiwang: Insya Allah

Untuk periode 2025–2029, pemerintah telah menyiapkan anggaran Rp64,09 triliun. Dana tersebut terdiri atas Rp61,65 triliun untuk Program Lisdes dan Rp2,44 triliun untuk Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL). Program BPBL ditujukan bagi rumah tangga tidak mampu yang berada di sekitar jaringan listrik PLN, namun belum bisa melakukan sambungan baru karena keterbatasan biaya.

Dampak program ini dirasakan langsung oleh Ruslam (52), warga Desa Bandar Jaya. Selama bertahun-tahun, keluarganya hidup bergantung pada genset kecil yang harus diisi bensin setiap beberapa jam.

“Sebelumnya saya pakai genset. Untuk enam jam harus satu liter bensin. Jam sepuluh malam sudah gelap lagi,” kata Ruslam.

Kondisi itu membuat anak-anaknya belajar dengan penerangan seadanya. Istrinya yang menjahit pakaian untuk menambah penghasilan kerap menghentikan pekerjaan karena bahan bakar habis. Harapan Ruslam kala itu sederhana: rumahnya bisa terang tanpa suara genset.

Electronic money exchangers listing
Baca Juga :  Anak Desa Membaca di Bawah Cahaya PLN, Ada Cerita Haru di Balik Terangnya Pendidikan Kalselteng

“Alhamdulillah, sekarang rumah terang tanpa mikir beli bensin tiap malam. Anak-anak bisa belajar lebih lama, istri bisa menjahit dengan tenang, dan saya bisa istirahat,” ucapnya dengan mata berkaca-kaca.

Pelaksanaan Program Lisdes sendiri dilakukan melalui tiga skema utama, yakni perluasan jaringan listrik (grid extension), pembangunan PLTS komunal berbasis mini grid, serta PLTS individual dengan baterai untuk permukiman terpencar.

“Kalau listrik masuk, anak bisa belajar, layanan kesehatan jalan, dan ekonomi rakyat tumbuh. Inilah esensi Asta Cita Presiden dalam pembangunan energi,” tegas Bahlil.

Sebagai bentuk pengawasan, Kementerian ESDM mengimbau masyarakat melapor jika menemukan pungutan liar dalam pelaksanaan BPBL melalui Contact Center 136 atau email infogatrik@esdm.go.id. (jpg)

PROKALTENG.CO – Pemerintah mempercepat Program Listrik Perdesaan (Lisdes) demi mewujudkan keadilan energi hingga pelosok Tanah Air. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan, masih ada ribuan desa dan dusun yang belum menikmati listrik dan hal itu menjadi pekerjaan rumah besar negara.

Saat ini, sekitar 5.700 desa dan 4.400 dusun di Indonesia belum teraliri listrik. Bahlil memastikan, persoalan tersebut akan dituntaskan paling lambat 2029, sesuai arahan langsung Presiden Prabowo Subianto.

“Saat ini masih ada sekitar 5.700 desa dan 4.400 dusun yang belum menikmati listrik. Ini tanggung jawab negara dan perintah Presiden agar kita selesaikan paling lambat 2029,” ujar Bahlil saat meninjau pembangunan Program Lisdes di Desa Bandar Jaya, Kecamatan Sekayu, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, Kamis (16/10/2025), dikutip dari keterangan tertulis Kementerian ESDM, Jumat (19/12/2025).

Electronic money exchangers listing
Baca Juga :  Bahlil Lahadalia Menguat Sebagai Calon Kuat Ketum Golkar, Agus Gumiwang: Insya Allah

Untuk periode 2025–2029, pemerintah telah menyiapkan anggaran Rp64,09 triliun. Dana tersebut terdiri atas Rp61,65 triliun untuk Program Lisdes dan Rp2,44 triliun untuk Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL). Program BPBL ditujukan bagi rumah tangga tidak mampu yang berada di sekitar jaringan listrik PLN, namun belum bisa melakukan sambungan baru karena keterbatasan biaya.

Dampak program ini dirasakan langsung oleh Ruslam (52), warga Desa Bandar Jaya. Selama bertahun-tahun, keluarganya hidup bergantung pada genset kecil yang harus diisi bensin setiap beberapa jam.

“Sebelumnya saya pakai genset. Untuk enam jam harus satu liter bensin. Jam sepuluh malam sudah gelap lagi,” kata Ruslam.

Kondisi itu membuat anak-anaknya belajar dengan penerangan seadanya. Istrinya yang menjahit pakaian untuk menambah penghasilan kerap menghentikan pekerjaan karena bahan bakar habis. Harapan Ruslam kala itu sederhana: rumahnya bisa terang tanpa suara genset.

Baca Juga :  Anak Desa Membaca di Bawah Cahaya PLN, Ada Cerita Haru di Balik Terangnya Pendidikan Kalselteng

“Alhamdulillah, sekarang rumah terang tanpa mikir beli bensin tiap malam. Anak-anak bisa belajar lebih lama, istri bisa menjahit dengan tenang, dan saya bisa istirahat,” ucapnya dengan mata berkaca-kaca.

Pelaksanaan Program Lisdes sendiri dilakukan melalui tiga skema utama, yakni perluasan jaringan listrik (grid extension), pembangunan PLTS komunal berbasis mini grid, serta PLTS individual dengan baterai untuk permukiman terpencar.

“Kalau listrik masuk, anak bisa belajar, layanan kesehatan jalan, dan ekonomi rakyat tumbuh. Inilah esensi Asta Cita Presiden dalam pembangunan energi,” tegas Bahlil.

Sebagai bentuk pengawasan, Kementerian ESDM mengimbau masyarakat melapor jika menemukan pungutan liar dalam pelaksanaan BPBL melalui Contact Center 136 atau email infogatrik@esdm.go.id. (jpg)

Terpopuler

Artikel Terbaru