34.1 C
Jakarta
Saturday, March 14, 2026

Hormati Nyepi, NU – Muhammadiyah Minta Umat Muslim Bali Takbiran di Rumah

PROKALTENG.CO– Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Bali dan Muhammadiyah Kota Denpasar mengajak umat Muslim di Bali untuk melaksanakan takbiran dan salat tarawih di rumah masing-masing, sebagai bentuk penghormatan terhadap Hari Raya Nyepi Tahun Caka 1948 yang bertepatan dengan malam takbiran Idul Fitri 1447 H pada 19 Maret 2026.

Imbauan ini disampaikan setelah pertemuan pemimpin umat beragama di Rumah Jabatan Gubernur Bali pada Rabu lalu (11/3), serta dituangkan dalam surat edaran Muhammadiyah tertanggal 9 Maret 2026.

Ketua PWNU Bali Abdul Azis mengatakan, ibadah di rumah bersama keluarga tidak mengurangi pahala dan justru dapat dilaksanakan dengan lebih khusyuk.

“Lebih khidmat dan juga sama saja pahalanya. Kita menghormati saudara kita umat Hindu,” tandasnya.

Baca Juga :  Pandemi dan Peran Ganda, Tingkat Stres Orang Tua Meningkat

Sementara itu, Ketua Muhammadiyah Kota Denpasar Tatang Wisnu Wardhana dalam surat edarannya menekankan takbiran dilakukan tanpa menggunakan pengeras suara.

Untuk salat Idul Fitri pada 20 Maret 2026, jemaah diminta berangkat setelah pukul 06.00 WITA atau setelah berakhirnya waktu Catur Brata Penyepian, dengan waktu pelaksanaan yang dapat disesuaikan panitia.

Pertemuan koordinasi antara Pemprov Bali, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), MUI Bali, dan Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Bali juga menghasilkan Seruan Bersama.

Electronic money exchangers listing

Dalam seruan tersebut, umat Islam yang ingin melaksanakan takbiran di masjid atau musala diperkenankan dengan ketentuan: berjalan kaki, tidak menggunakan pengeras suara keluar, tidak menyalakan petasan, dan dilakukan mulai pukul 18.00 hingga 21.00 WITA dengan penerangan secukupnya.

Baca Juga :  NU Berperan Besar Terhadap Peradaban Seluruh Umat Beragama

“Setelah takbir dan tarawih selesai, diharapkan langsung pulang,” jelas Ketua MUI Bali KH Mahrusun Hadyono.(jpg)

PROKALTENG.CO– Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Bali dan Muhammadiyah Kota Denpasar mengajak umat Muslim di Bali untuk melaksanakan takbiran dan salat tarawih di rumah masing-masing, sebagai bentuk penghormatan terhadap Hari Raya Nyepi Tahun Caka 1948 yang bertepatan dengan malam takbiran Idul Fitri 1447 H pada 19 Maret 2026.

Imbauan ini disampaikan setelah pertemuan pemimpin umat beragama di Rumah Jabatan Gubernur Bali pada Rabu lalu (11/3), serta dituangkan dalam surat edaran Muhammadiyah tertanggal 9 Maret 2026.

Ketua PWNU Bali Abdul Azis mengatakan, ibadah di rumah bersama keluarga tidak mengurangi pahala dan justru dapat dilaksanakan dengan lebih khusyuk.

Electronic money exchangers listing

“Lebih khidmat dan juga sama saja pahalanya. Kita menghormati saudara kita umat Hindu,” tandasnya.

Baca Juga :  Pandemi dan Peran Ganda, Tingkat Stres Orang Tua Meningkat

Sementara itu, Ketua Muhammadiyah Kota Denpasar Tatang Wisnu Wardhana dalam surat edarannya menekankan takbiran dilakukan tanpa menggunakan pengeras suara.

Untuk salat Idul Fitri pada 20 Maret 2026, jemaah diminta berangkat setelah pukul 06.00 WITA atau setelah berakhirnya waktu Catur Brata Penyepian, dengan waktu pelaksanaan yang dapat disesuaikan panitia.

Pertemuan koordinasi antara Pemprov Bali, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), MUI Bali, dan Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Bali juga menghasilkan Seruan Bersama.

Dalam seruan tersebut, umat Islam yang ingin melaksanakan takbiran di masjid atau musala diperkenankan dengan ketentuan: berjalan kaki, tidak menggunakan pengeras suara keluar, tidak menyalakan petasan, dan dilakukan mulai pukul 18.00 hingga 21.00 WITA dengan penerangan secukupnya.

Baca Juga :  NU Berperan Besar Terhadap Peradaban Seluruh Umat Beragama

“Setelah takbir dan tarawih selesai, diharapkan langsung pulang,” jelas Ketua MUI Bali KH Mahrusun Hadyono.(jpg)

Terpopuler

Artikel Terbaru

/