Karhutla Tanjung Puting Hanguskan 513 Hektare, Ini Arahan Presiden Prabowo

Arahan tersebut disampaikan Prabowo saat memimpin rapat koordinasi perkembangan penanganan karhutla secara hybrid dari Istana Merdeka, Jakarta, Senin (12/10).

Dalam rapat itu, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto melaporkan adanya kebakaran baru di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting dengan luas mencapai sekitar 513,89 hektare.

Menanggapi laporan tersebut, Prabowo menegaskan pentingnya penanganan serius terhadap kebakaran di kawasan konservasi. Menurutnya, status Tanjung Puting sebagai taman nasional membuat perlindungan kawasan tersebut harus menjadi perhatian utama.

“Taman Nasional Tanjung Puting menjadi perhatian karena itu taman nasional,” kata Prabowo.

Selain menginstruksikan percepatan pemadaman, Prabowo turut menyoroti kebutuhan penguatan personel polisi hutan untuk menjaga kawasan hutan di berbagai wilayah Indonesia. Ia meminta penambahan jumlah personel beserta peningkatan kapasitasnya dilakukan secara bertahap agar perlindungan hutan dan pencegahan karhutla dapat berjalan lebih optimal.

“Karena itu tolong sampaikan ke MenPANRB, kalau memang saya minta 70 ribu polisi hutan karena ada maksud untuk menjaga hutan-hutan kita,” tegasnya.

Baca Juga :  Desa Fiktif Terindikasi Korupsi

Prabowo juga meminta Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) ikut berperan dalam meningkatkan kemampuan personel polisi hutan, terutama melalui pendidikan dan pelatihan.

Electronic money exchangers listing

“Kapolri nanti bisa bantu ya didik polisi hutan,” ucap Prabowo.

Dalam kesempatan yang sama, Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin memaparkan kondisi penanganan kebakaran di lapangan. Ia menjelaskan, titik-titik api tersebar di sejumlah lokasi yang didominasi kawasan rawa sehingga sulit dijangkau menggunakan kendaraan.

Kondisi geografis tersebut membuat petugas membutuhkan peralatan pemadaman yang sesuai dengan karakteristik medan. Salah satu kebutuhan mendesak adalah pompa air berukuran kecil yang dapat digunakan untuk mendukung pemadaman di lokasi-lokasi yang sulit diakses.Ketika Pangdam menyampaikan kebutuhan sekitar 50 unit pompa air, Prabowo langsung menyatakan kesediaannya untuk memberikan dukungan lebih besar.

“Berapa kau butuh pompa air? 50? Saya kirim 200,” ujar Prabowo.

Selain penyediaan pompa air, penanganan karhutla juga memerlukan sumber air yang dapat dimanfaatkan secara langsung oleh petugas. Pangdam menjelaskan bahwa kondisi lahan rawa di kawasan tersebut memungkinkan pembangunan sumber air melalui pengeboran dengan kedalaman sekitar 10 hingga 15 meter.

Baca Juga :  Bupati Ikuti Rakor, Mendagri Ingatkan Kepala Daerah Terus Tingkatkan Kinerja

Menanggapi kebutuhan itu, Prabowo menyetujui dukungan anggaran sebesar Rp 2 miliar untuk pembangunan 200 titik bor air. Fasilitas tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan air selama proses pemadaman berlangsung.

“Saya kirim Rp 2 miliar, 200 titik,” ungkap Prabowo.

Prabowo juga meminta agar masyarakat setempat dilibatkan dalam pengerjaan titik-titik bor tersebut. Pelibatan warga diharapkan dapat mendukung percepatan pelaksanaan di lapangan sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.

Lebih lanjut, Prabowo menegaskan bahwa penanganan karhutla tidak cukup hanya mengandalkan pemadaman ketika api muncul. Penguatan personel, penyediaan peralatan, dan ketersediaan sumber air perlu berjalan beriringan dengan strategi pencegahan agar kebakaran tidak kembali meluas, khususnya di kawasan hutan yang memiliki nilai penting bagi kelestarian lingkungan.(jpc)

Arahan tersebut disampaikan Prabowo saat memimpin rapat koordinasi perkembangan penanganan karhutla secara hybrid dari Istana Merdeka, Jakarta, Senin (12/10).

Dalam rapat itu, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto melaporkan adanya kebakaran baru di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting dengan luas mencapai sekitar 513,89 hektare.

Menanggapi laporan tersebut, Prabowo menegaskan pentingnya penanganan serius terhadap kebakaran di kawasan konservasi. Menurutnya, status Tanjung Puting sebagai taman nasional membuat perlindungan kawasan tersebut harus menjadi perhatian utama.

Electronic money exchangers listing

“Taman Nasional Tanjung Puting menjadi perhatian karena itu taman nasional,” kata Prabowo.

Selain menginstruksikan percepatan pemadaman, Prabowo turut menyoroti kebutuhan penguatan personel polisi hutan untuk menjaga kawasan hutan di berbagai wilayah Indonesia. Ia meminta penambahan jumlah personel beserta peningkatan kapasitasnya dilakukan secara bertahap agar perlindungan hutan dan pencegahan karhutla dapat berjalan lebih optimal.

“Karena itu tolong sampaikan ke MenPANRB, kalau memang saya minta 70 ribu polisi hutan karena ada maksud untuk menjaga hutan-hutan kita,” tegasnya.

Baca Juga :  Desa Fiktif Terindikasi Korupsi

Prabowo juga meminta Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) ikut berperan dalam meningkatkan kemampuan personel polisi hutan, terutama melalui pendidikan dan pelatihan.

“Kapolri nanti bisa bantu ya didik polisi hutan,” ucap Prabowo.

Dalam kesempatan yang sama, Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin memaparkan kondisi penanganan kebakaran di lapangan. Ia menjelaskan, titik-titik api tersebar di sejumlah lokasi yang didominasi kawasan rawa sehingga sulit dijangkau menggunakan kendaraan.

Kondisi geografis tersebut membuat petugas membutuhkan peralatan pemadaman yang sesuai dengan karakteristik medan. Salah satu kebutuhan mendesak adalah pompa air berukuran kecil yang dapat digunakan untuk mendukung pemadaman di lokasi-lokasi yang sulit diakses.Ketika Pangdam menyampaikan kebutuhan sekitar 50 unit pompa air, Prabowo langsung menyatakan kesediaannya untuk memberikan dukungan lebih besar.

“Berapa kau butuh pompa air? 50? Saya kirim 200,” ujar Prabowo.

Selain penyediaan pompa air, penanganan karhutla juga memerlukan sumber air yang dapat dimanfaatkan secara langsung oleh petugas. Pangdam menjelaskan bahwa kondisi lahan rawa di kawasan tersebut memungkinkan pembangunan sumber air melalui pengeboran dengan kedalaman sekitar 10 hingga 15 meter.

Baca Juga :  Bupati Ikuti Rakor, Mendagri Ingatkan Kepala Daerah Terus Tingkatkan Kinerja

Menanggapi kebutuhan itu, Prabowo menyetujui dukungan anggaran sebesar Rp 2 miliar untuk pembangunan 200 titik bor air. Fasilitas tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan air selama proses pemadaman berlangsung.

“Saya kirim Rp 2 miliar, 200 titik,” ungkap Prabowo.

Prabowo juga meminta agar masyarakat setempat dilibatkan dalam pengerjaan titik-titik bor tersebut. Pelibatan warga diharapkan dapat mendukung percepatan pelaksanaan di lapangan sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.

Lebih lanjut, Prabowo menegaskan bahwa penanganan karhutla tidak cukup hanya mengandalkan pemadaman ketika api muncul. Penguatan personel, penyediaan peralatan, dan ketersediaan sumber air perlu berjalan beriringan dengan strategi pencegahan agar kebakaran tidak kembali meluas, khususnya di kawasan hutan yang memiliki nilai penting bagi kelestarian lingkungan.(jpc)

Terpopuler

Artikel Terbaru