PROKALTENG.CO– Niatan jamaah haji Indonesia belanja oleh-oleh lebih banyak, membuat pengiriman melalui kargo menjadi opsi yang banyak dipertimbangkan.
Sebab, jamaah haji tidak boleh kelebihan bagasi, mengingat penerbangan haji menggunakan pesawat carteran. Alhasil, pengiriman oleh-oleh menggunakan kargo pun meningkat.
“Sampai saat ini volume kargo terbanyak dari satu pengirim ada yang sampai 100 kg. kami bagi dalam dua boks,” terang karyadi, petugas PT Pos Indonesia di Pasar oleh-oleh Al Waha, Makkah, Senin (8/6) petang waktu Arab Saudi.
Dia menjelaskan, jamaah haji yang mengirim oleh-oleh via kargo pos dipastikan mendapat pembebasan tarif bea masuk.
Namun, itu hanya berlaku untuk dua kali pengiriman per jamaah. Untuk pengiriman ketiga, akan dikenakan bea masuk normal.
Karena itu, ia menyarankan jamaah haji mengumpulkan dulu oleh-olehnya baru dikirim ke Indonesia sekaligus. Bukan menyicil pengiriman.
PROKALTENG.CO– Niatan jamaah haji Indonesia belanja oleh-oleh lebih banyak, membuat pengiriman melalui kargo menjadi opsi yang banyak dipertimbangkan.
Sebab, jamaah haji tidak boleh kelebihan bagasi, mengingat penerbangan haji menggunakan pesawat carteran. Alhasil, pengiriman oleh-oleh menggunakan kargo pun meningkat.
“Sampai saat ini volume kargo terbanyak dari satu pengirim ada yang sampai 100 kg. kami bagi dalam dua boks,” terang karyadi, petugas PT Pos Indonesia di Pasar oleh-oleh Al Waha, Makkah, Senin (8/6) petang waktu Arab Saudi.
Dia menjelaskan, jamaah haji yang mengirim oleh-oleh via kargo pos dipastikan mendapat pembebasan tarif bea masuk.
Namun, itu hanya berlaku untuk dua kali pengiriman per jamaah. Untuk pengiriman ketiga, akan dikenakan bea masuk normal.
Karena itu, ia menyarankan jamaah haji mengumpulkan dulu oleh-olehnya baru dikirim ke Indonesia sekaligus. Bukan menyicil pengiriman.