PROKALTENG.CO-Rencana pembelian alutsista bekas berupa jet tempur Mirage 2000-5 disorot oleh Capres Paslon 01 Anies Baswedan dan Capres 02 Ganjar Pranowo di Debat Ketiga Capres pada Minggu (7/1) lalu.
Kementerian Pertahanan berencana untuk membeli alutsista berupa 12 unit jet tempur Mirage 2000-5 bekas dari Qatar. Rencana tersebut sempat disinggung dalam debat capres 2024. Terlebih bilang pembelian alutsista tersebut pemerintah sampai harus berhutang.
“Utang-utang yang kita gunakan untuk aktivitas produktif, jangan utang itu digunakan untuk kegiatan yang non produktif,” kata Anies Baswedan di Debat Ketiga Capres 2024. “Misalnya utang dipakai untuk membeli alutsista bekas oleh Kementerian Pertahanan, itu bukan sesuatu yang tepat. Justru harus sebaliknya kita kerjakan,” lanjutnya.
Dilansir dari Mordor Intelligence pada Senin (8/1), pemerintah disebut telah membeli 12 unit jet tempur bekas dari Qatar pada Juni 2023. Jet tempur jenis Mirage 2000-5 itu dipinang dengan harga fantastis yakni 800 juta US Dollar atau setara dengan Rp 12,4 triliun. Jet tempur tersebut direncanakan akan tiba di Indonesia 24 bulan sejak tanggal pembelian. Namun belakangan disebut Kementerian Pertahanan menunda rencana pembelian 12 pesawat Mirage 2000-5 bekas dari Qatar itu.
Hal itu karena memahami kondisi adanya keterbatasan fiskal di 2024. Terkait pembelian alutsista bekas, capres nomor urut 2 Prabowo Subianto dengan kapasitasnya sebagai Menteri Pertahanan memiliki jawabannya sendiri. Menurutnya alat perang memiliki usia 25-30 tahun. Ia pun menyebut pesawat Mirage 2000-5 bekas dari Qatar yang rencananya ingin dibeli hingga akhirnya ditunda itu baru memiliki usia pakai 15 tahun.
“Bukan soal bekas dan tidak bekas, tapi usia pakai, kemudaan. Jadi pesawat umpamanya pesawat Mirage 2000-5 dari Qatar yang rencananya kita ingin akuisisi, itu usia pakainya masih 15 tahun dan teknologi ini mengarah kepada yang lebih canggih. Kita menunjukkan yang canggih, yang terbaru,” ujar Prabowo.
Sebagai informasi, Mirage 2000-5 memiliki lebar 8,22 m, panjang 15,56 m dan berat tanpa muatan 6.660 kg. Pesawat tempur ini ditenagai mesin turbofan afterburner, Snecma Atar 9C 58.8 kN, yang memiliki kecepatan hingga mach 2 atau sekitar 2.469 km per jam.
Pesawat ini mampu terbang dengan ketinggian mencapai 18.000 m. Mirage 2000-5 diproduksi oleh perusahaan asal Prancis, Dassault Aviation. Pesawat tempur ini terdiri dari varian 2000-5EDA dengan konfigurasi single seat sebanyak 9 unit. Kemudian varian 2000-5DDA two seat sebanyak 3 unit. Mirage 2000-5 adalah pesawat supersonik bermesin tunggal, sayap delta,multirole generasi keempat.
Mirage 2000-5 adalah pesawat supersonik bermesin tunggal, sayap delta, multirole generasi keempat. Mirage 2000 kali pertama mengudara pada Maret 1978. Sementara varian Mirage 2000-5 yang dimiliki Qatar kemudian dibeli Indonesia dan dipesan pada tahun 1994 dan dikirim pada 1996. Dan dioperasikan secara resmi oleh Angkatan Udara Qatar pada 1997.
Mirage 2000-5 diklaim memiliki banyak peningkatan dibandingkan pendahulunya, khususnya di aspek elektronik,sensor dan kokpit yang cukup komprehensif untuk memperluas kemampuan tempurnya sekaligus mengurangi beban kerja pilot. (jpg)