PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Fauzan menyoroti masih minimnya jumlah dan distribusi dokter spesialis di Indonesia.
Oleh karena itu, pemerintah terus berupaya mengatasi masalah ketimpangan distribusi dan kekurangan tenaga kesehatan di Indonesia.
Sebagai salah satu langkah nyata, sebuah gedung pendidikan kedokteran (MERC) baru saja diresmikan di Universitas Palangka Raya (UPR), Kalimantan Tengah, Kamis (5/3/2026).
Pada tahap awal, fasilitas ini difokuskan untuk mendukung program pendidikan dokter spesialis obstetri dan ginekologi (kandungan).
Wamdiktisaintek Fauzan mengungkapkan bahwa distribusi dokter spesialis di Indonesia masih menjadi tantangan besar. Banyak penyakit yang membutuhkan penanganan khusus, namun jumlah tenaga medisnya belum mencukupi kuota.
“Di Indonesia ini distribusi dokter sangat kurang, apalagi menyangkut dokter spesialis. Oleh karena itu, Bapak Presiden membuat kebijakan akselerasi pengadaan dokter spesialis,” ujarnya usai acara peresmian.
Ia menambahkan bahwa pemerintah terus menambah kuota dan membuka program pendidikan dokter di berbagai daerah.
Melalui langkah akselerasi ini, pemerintah menargetkan pemenuhan kebutuhan dokter spesialis di Indonesia dapat tercapai secara bertahap pada tahun 2028.
Pembukaan program spesialis di UPR ini tidak hanya bertujuan untuk mencetak dokter, tetapi juga memastikan mereka tetap mengabdi di daerah.
Selama ini, kerap terjadi fenomena di mana dokter yang telah dididik di suatu daerah justru berpindah tugas ke daerah lain setelah lulus.
“Dokter-dokter spesialis yang dididik di Universitas Palangka Raya ini, setelah lulus diharapkan dapat memberikan kontribusi dan memperkuat layanan medis di Kalimantan. Hal ini untuk menghindari (kejadian) sudah dididik di sini, ternyata ditempatkan, lalu pindah,” imbuhnya.
Ke depan, program studi spesialis lainnya, seperti psikiatri, akan dibuka secara bertahap menyesuaikan dengan evaluasi Rektor UPR terhadap kebutuhan layanan medis di daerah. (her)


