25.1 C
Jakarta
Sunday, April 6, 2025

Korlantas Sebut Gelombang Mudik Sudah Turun 50 Persen

Operasi Ketupat 2020 menunjukan progres
positif dalam upaya mencegah penyebaran Covid-19 semakin meluas. Gelombang
mudik secara bertahap mengalami penurunan intensitas pada hari ke-8 operasi
dilaksanakan.

Penurunan gelombang mudik telah mencapai angka
50 persen. Hal itu disampaikan oleh Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas)
Polri Irjen Pol Istiono saat meninjau pos penyekatan mudik di Pintu Tol
Banyumanik, Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (2/5). “Penurunan ini sampai dari
kemarin ada 50 persen. Memang total sampai hari ke-8 yang kita putar balikan
dari Lampung sampai Jawa Timur lebih kurang 21 ribu (kendaraan),” kata Istiono.

Dia menuturkan, seperti di pintu tol
Banyuwangi, hari ini hanya ditemukan empat bus pengangkut penumpang. Sedangkan
untuk kendaraan pribadi yang diduga hendak mudik hanya sekitar 15 unit.

Baca Juga :  Pemerintah Diminta Penuhi Putusan MA terkait Karhutla di Kalteng

“Ini sudah bagus. Dan harapan kita semakin
mendekati lebaran ini kesadaran masyarakat juga semakin bagus untuk tidak
melakukan mudik karena Covid-19 ini harus kita perangi bersama-sama,” imbuhnya.

Sementara itu, mantan Kapolda Bangka Belitung
itu kembali menegaskan bahwa seluruh kendaraan pengangkut penumpang dilarang
melintas mudik. Ruas jalan arteri maupun tol hanya untuk kendaraan pengangkut
logistik maupun bahan pangan lainnya.

Namun, bagi masyarakat yang memiliki kebutuhan
mendesak dibolehkan untuk pulang kampung. Dalam kondisi darurat, petugas akan
memberikan diskresi kepada warga.

“Misalnya dadakan keluarga meninggal terus dia
tunjukkan begitu, ya bisa balik ke daerah tapi bukan untuk mudik. Tapi
persentase dari orang-orang tersebut kan juga kecil,” pungkas Istiono.
 

Baca Juga :  Sulap Rumput Menjadi Sedotan

Operasi Ketupat 2020 menunjukan progres
positif dalam upaya mencegah penyebaran Covid-19 semakin meluas. Gelombang
mudik secara bertahap mengalami penurunan intensitas pada hari ke-8 operasi
dilaksanakan.

Penurunan gelombang mudik telah mencapai angka
50 persen. Hal itu disampaikan oleh Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas)
Polri Irjen Pol Istiono saat meninjau pos penyekatan mudik di Pintu Tol
Banyumanik, Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (2/5). “Penurunan ini sampai dari
kemarin ada 50 persen. Memang total sampai hari ke-8 yang kita putar balikan
dari Lampung sampai Jawa Timur lebih kurang 21 ribu (kendaraan),” kata Istiono.

Dia menuturkan, seperti di pintu tol
Banyuwangi, hari ini hanya ditemukan empat bus pengangkut penumpang. Sedangkan
untuk kendaraan pribadi yang diduga hendak mudik hanya sekitar 15 unit.

Baca Juga :  Pemerintah Diminta Penuhi Putusan MA terkait Karhutla di Kalteng

“Ini sudah bagus. Dan harapan kita semakin
mendekati lebaran ini kesadaran masyarakat juga semakin bagus untuk tidak
melakukan mudik karena Covid-19 ini harus kita perangi bersama-sama,” imbuhnya.

Sementara itu, mantan Kapolda Bangka Belitung
itu kembali menegaskan bahwa seluruh kendaraan pengangkut penumpang dilarang
melintas mudik. Ruas jalan arteri maupun tol hanya untuk kendaraan pengangkut
logistik maupun bahan pangan lainnya.

Namun, bagi masyarakat yang memiliki kebutuhan
mendesak dibolehkan untuk pulang kampung. Dalam kondisi darurat, petugas akan
memberikan diskresi kepada warga.

“Misalnya dadakan keluarga meninggal terus dia
tunjukkan begitu, ya bisa balik ke daerah tapi bukan untuk mudik. Tapi
persentase dari orang-orang tersebut kan juga kecil,” pungkas Istiono.
 

Baca Juga :  Sulap Rumput Menjadi Sedotan

Terpopuler

Artikel Terbaru