24.5 C
Jakarta
Monday, April 7, 2025

Nilai UTBK Tidak Diumumkan, Siswa Diminta Ukur Kemampuan

Meski pandemi Covid-19 belum berakhir, seleksi
bersama masuk perguruan tinggi negeri (SBMPTN) tetap dilaksanakan. Kemarin
(31/5) Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) melakukan sosialisasi secara
daring. Salah satu hal yang berbeda dari seleksi kali ini adalah hasil ujian
tulis berbasis komputer (UTBK) tidak akan diumumkan. Hasilnya akan langsung
digunakan untuk SBMPTN.

Ketua Pelaksana LTMPT 2020 Mohammad Nasih
menyatakan, pihaknya tetap menjaga agar proses seleksi berjalan adil. Dia yakin
nanti ada lebih dari 1 juta siswa lulusan SMA atau SMK yang mengikuti ujian.
Namun, hanya 150 ribu yang akan diterima. ”Soal kami rancang sedemikian rupa.
Proses kami rancang untuk menjaga fairness,” ujarnya

Proses UTBK kali ini berbeda dengan tahun
sebelumnya. Pada tahun-tahun lalu, nilai UTBK diperlihatkan kepada siswa dan
sekolah. Lalu, siswa memilih program studi yang diinginkan. Nah, tahun ini
berbeda. Hasil UTBK tidak diumumkan, tetapi langsung digunakan untuk SBMPTN.
”Ini perlu disikapi sendiri. Saran saya, sejak awal siswa mengukur kemampuan.
Kompetensi siswa perlu dilihat,” katanya.

Baca Juga :  Setiap Peserta Kartu Prakerja Dapat Rp 3,55 Juta

Nasih juga mengingatkan agar pemilihan program
studi (prodi) dicermati. Apakah yang dipersyaratkan prodi tersebut sesuai
dengan kemampuan siswa. Dia menyatakan, persiapan itu penting karena
penyelenggaraan di tengah pandemi tidak memungkinkan adanya perubahan. Proses
harus dilakukan cepat. ”Siswa hanya diberi kesempatan sekali,” paparnya.

Nasih juga menyatakan, protokol kesehatan
harus tetap dilakukan. Misalnya, saat mendaftar tak perlu beramai-ramai. Dia
juga menyarankan agar saat tes menggunakan masker.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Pelaksana
Eksekutif LTMPT Budi Prasetyo menegaskan bahwa setiap siswa hanya boleh sekali
mengikuti tes. Karena itu, perlu hati-hati saat melakukan finalisasi jawaban.
Pada pelaksanaannya, setiap hari ada empat sesi. ”Khusus Jumat hanya dua sesi,”
jelasnya. Pelaksanaannya dilakukan pada 15–20 Juli.

Baca Juga :  Anggotanya Dipiting, Puluhan Paspampres Serbu Polres Jakarta Barat

Setelah mendaftar, ada kuesioner yang
berkaitan dengan Covid-19 dan harus dijawab. Jika lulus, peserta akan
mendapatkan sertifikat virtual. Hanya pendaftar yang memiliki sertifikat
virtual itu yang dibolehkan mengikuti tes.

Budi menjelaskan, siswa yang akan mengikuti
UTBK harus memiliki akun LTMPT. Pelaksanaan tes UTBK dilakukan di kota
masing-masing. Mereka yang pulang kampung dapat menyesuaikan tempat UTBK di
lokasi terdekat. Lokasi tes tersebar di 85 universitas dan institut serta 8
politeknik.

 

Meski pandemi Covid-19 belum berakhir, seleksi
bersama masuk perguruan tinggi negeri (SBMPTN) tetap dilaksanakan. Kemarin
(31/5) Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) melakukan sosialisasi secara
daring. Salah satu hal yang berbeda dari seleksi kali ini adalah hasil ujian
tulis berbasis komputer (UTBK) tidak akan diumumkan. Hasilnya akan langsung
digunakan untuk SBMPTN.

Ketua Pelaksana LTMPT 2020 Mohammad Nasih
menyatakan, pihaknya tetap menjaga agar proses seleksi berjalan adil. Dia yakin
nanti ada lebih dari 1 juta siswa lulusan SMA atau SMK yang mengikuti ujian.
Namun, hanya 150 ribu yang akan diterima. ”Soal kami rancang sedemikian rupa.
Proses kami rancang untuk menjaga fairness,” ujarnya

Proses UTBK kali ini berbeda dengan tahun
sebelumnya. Pada tahun-tahun lalu, nilai UTBK diperlihatkan kepada siswa dan
sekolah. Lalu, siswa memilih program studi yang diinginkan. Nah, tahun ini
berbeda. Hasil UTBK tidak diumumkan, tetapi langsung digunakan untuk SBMPTN.
”Ini perlu disikapi sendiri. Saran saya, sejak awal siswa mengukur kemampuan.
Kompetensi siswa perlu dilihat,” katanya.

Baca Juga :  Setiap Peserta Kartu Prakerja Dapat Rp 3,55 Juta

Nasih juga mengingatkan agar pemilihan program
studi (prodi) dicermati. Apakah yang dipersyaratkan prodi tersebut sesuai
dengan kemampuan siswa. Dia menyatakan, persiapan itu penting karena
penyelenggaraan di tengah pandemi tidak memungkinkan adanya perubahan. Proses
harus dilakukan cepat. ”Siswa hanya diberi kesempatan sekali,” paparnya.

Nasih juga menyatakan, protokol kesehatan
harus tetap dilakukan. Misalnya, saat mendaftar tak perlu beramai-ramai. Dia
juga menyarankan agar saat tes menggunakan masker.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Pelaksana
Eksekutif LTMPT Budi Prasetyo menegaskan bahwa setiap siswa hanya boleh sekali
mengikuti tes. Karena itu, perlu hati-hati saat melakukan finalisasi jawaban.
Pada pelaksanaannya, setiap hari ada empat sesi. ”Khusus Jumat hanya dua sesi,”
jelasnya. Pelaksanaannya dilakukan pada 15–20 Juli.

Baca Juga :  Anggotanya Dipiting, Puluhan Paspampres Serbu Polres Jakarta Barat

Setelah mendaftar, ada kuesioner yang
berkaitan dengan Covid-19 dan harus dijawab. Jika lulus, peserta akan
mendapatkan sertifikat virtual. Hanya pendaftar yang memiliki sertifikat
virtual itu yang dibolehkan mengikuti tes.

Budi menjelaskan, siswa yang akan mengikuti
UTBK harus memiliki akun LTMPT. Pelaksanaan tes UTBK dilakukan di kota
masing-masing. Mereka yang pulang kampung dapat menyesuaikan tempat UTBK di
lokasi terdekat. Lokasi tes tersebar di 85 universitas dan institut serta 8
politeknik.

 

Terpopuler

Artikel Terbaru