26.6 C
Jakarta
Saturday, January 17, 2026

Masjid Al-Aqsa: Warisan Nabi Sulaiman hingga Saksi Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW

PROKALTENG.CO-Masjid Al-Aqsa merupakan salah satu masjid paling bersejarah dan suci bagi umat Islam. Namanya disebut langsung dalam Alquran, dan masjid ini menjadi saksi perjalanan spiritual Nabi Muhammad SAW dalam Isra Mi’raj.

Keberadaannya tidak hanya memiliki nilai religius, tetapi juga simbol penting dalam sejarah peradaban Islam dan perjuangan umat Muslim di seluruh dunia.

Sejarah dan Pembangunan

Masjid Al-Aqsa terletak di kompleks Al-Haram Al-Sharif, Kota Yerusalem, Palestina. Kawasan ini dikenal sebagai salah satu situs paling sakral dalam Islam.

Menurut riwayat, pembangunan masjid dimulai sejak masa Nabi Daud AS dan kemudian disempurnakan oleh putranya, Nabi Sulaiman AS.

Seiring berjalannya waktu, masjid mengalami beberapa renovasi besar, termasuk pada masa Khalifah Umar bin Khattab setelah penaklukan Yerusalem, serta pada masa Dinasti Umayyah yang memperluas dan memperindah bangunan.

Nama “Al-Aqsa” berarti “yang jauh,” merujuk pada jaraknya dari Masjidil Haram di Mekkah. Hal ini menegaskan hubungan spiritual antara dua masjid suci tersebut, yang menjadi bagian penting dalam perjalanan Nabi Muhammad SAW.

Electronic money exchangers listing

Kisah dan Keistimewaan

Masjid Al-Aqsa disebut dalam Alquran, Surah Al-Isra ayat 1, sebagai tempat tujuan perjalanan malam Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram.

Baca Juga :  Hadiri Peringatan Isra Mikraj di Kahayan Kuala, Pj Bupati Tegaskan Komitmen Pemerintah Daerah

Dari masjid inilah Rasulullah kemudian naik ke langit dalam peristiwa Mi’raj untuk menerima perintah salat lima waktu.

Peristiwa Isra Mi’raj terjadi pada tahun ke-10 kenabian, dikenal sebagai ‘Aam al-Huzn atau “tahun kesedihan,” setelah wafatnya Khadijah RA dan Abu Thalib.

Nabi Muhammad SAW menghadapi tekanan berat dari kaum Quraisy, sehingga Allah SWT memberikan mukjizat ini sebagai penghiburan dan penguatan iman.

Tahapan perjalanan Nabi Muhammad SAW dimulai dari Isra’ (Perjalanan Malam). Dimana Nabi Muhammad SAW dibawa oleh Malaikat Jibril dari Masjidil Haram di Mekkah menuju Masjid Al-Aqsa di Yerusalem dengan kendaraan Buraq.

Di masjid ini, beliau memimpin salat bersama para nabi terdahulu sebagai simbol kepemimpinan spiritual Islam.

Kemudian Mi’raj (Kenaikan ke Langit). Dari Masjid Al-Aqsa, Nabi Muhammad SAW naik ke langit melalui lapisan-lapisan langit hingga mencapai Sidratul Muntaha.

Dalam perjalanan, beliau bertemu dengan para nabi seperti Nabi Musa, Nabi Isa, dan Nabi Ibrahim. Puncaknya, Rasulullah menerima perintah salat lima waktu langsung dari Allah SWT.

Baca Juga :  Wow! Presiden Rusia Beserta Keluarga dan Seluruh Aset Bakal Kebal Huku

Peristiwa Isra Mi’raj menegaskan kedudukan Masjid Al-Aqsa sebagai masjid suci ketiga setelah Masjidil Haram di Mekkah dan Masjid Nabawi di Madinah.

Bagi umat Islam, Al-Aqsa bukan hanya simbol ibadah, tetapi juga bukti nyata perjalanan spiritual Nabi Muhammad SAW yang menjadi dasar kewajiban salat lima waktu.

Nilai Religius dan Simbolis

Masjid Al-Aqsa memiliki nilai religius yang sangat tinggi. Selain menjadi tempat ibadah, masjid ini juga menjadi simbol perjuangan, identitas, dan persatuan umat Islam.

Kehadirannya menegaskan pentingnya menjaga warisan sejarah dan spiritual yang telah berlangsung selama ribuan tahun.

Ketua Dewan Ulama Palestina, misalnya, pernah menegaskan bahwa Masjid Al-Aqsa adalah “jantung umat Islam” yang harus dijaga keberadaannya.

“Al-Aqsa bukan hanya bangunan, melainkan simbol iman dan sejarah panjang umat Muslim,” ujarnya dalam sebuah pernyataan.

Sejarah panjang dan peran spiritualnya menjadikan Al-Aqsa sebagai simbol keimanan, pelestarian budaya, dan perjuangan umat Islam di dunia. (nur/jpg)

PROKALTENG.CO-Masjid Al-Aqsa merupakan salah satu masjid paling bersejarah dan suci bagi umat Islam. Namanya disebut langsung dalam Alquran, dan masjid ini menjadi saksi perjalanan spiritual Nabi Muhammad SAW dalam Isra Mi’raj.

Keberadaannya tidak hanya memiliki nilai religius, tetapi juga simbol penting dalam sejarah peradaban Islam dan perjuangan umat Muslim di seluruh dunia.

Sejarah dan Pembangunan

Electronic money exchangers listing

Masjid Al-Aqsa terletak di kompleks Al-Haram Al-Sharif, Kota Yerusalem, Palestina. Kawasan ini dikenal sebagai salah satu situs paling sakral dalam Islam.

Menurut riwayat, pembangunan masjid dimulai sejak masa Nabi Daud AS dan kemudian disempurnakan oleh putranya, Nabi Sulaiman AS.

Seiring berjalannya waktu, masjid mengalami beberapa renovasi besar, termasuk pada masa Khalifah Umar bin Khattab setelah penaklukan Yerusalem, serta pada masa Dinasti Umayyah yang memperluas dan memperindah bangunan.

Nama “Al-Aqsa” berarti “yang jauh,” merujuk pada jaraknya dari Masjidil Haram di Mekkah. Hal ini menegaskan hubungan spiritual antara dua masjid suci tersebut, yang menjadi bagian penting dalam perjalanan Nabi Muhammad SAW.

Kisah dan Keistimewaan

Masjid Al-Aqsa disebut dalam Alquran, Surah Al-Isra ayat 1, sebagai tempat tujuan perjalanan malam Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram.

Baca Juga :  Hadiri Peringatan Isra Mikraj di Kahayan Kuala, Pj Bupati Tegaskan Komitmen Pemerintah Daerah

Dari masjid inilah Rasulullah kemudian naik ke langit dalam peristiwa Mi’raj untuk menerima perintah salat lima waktu.

Peristiwa Isra Mi’raj terjadi pada tahun ke-10 kenabian, dikenal sebagai ‘Aam al-Huzn atau “tahun kesedihan,” setelah wafatnya Khadijah RA dan Abu Thalib.

Nabi Muhammad SAW menghadapi tekanan berat dari kaum Quraisy, sehingga Allah SWT memberikan mukjizat ini sebagai penghiburan dan penguatan iman.

Tahapan perjalanan Nabi Muhammad SAW dimulai dari Isra’ (Perjalanan Malam). Dimana Nabi Muhammad SAW dibawa oleh Malaikat Jibril dari Masjidil Haram di Mekkah menuju Masjid Al-Aqsa di Yerusalem dengan kendaraan Buraq.

Di masjid ini, beliau memimpin salat bersama para nabi terdahulu sebagai simbol kepemimpinan spiritual Islam.

Kemudian Mi’raj (Kenaikan ke Langit). Dari Masjid Al-Aqsa, Nabi Muhammad SAW naik ke langit melalui lapisan-lapisan langit hingga mencapai Sidratul Muntaha.

Dalam perjalanan, beliau bertemu dengan para nabi seperti Nabi Musa, Nabi Isa, dan Nabi Ibrahim. Puncaknya, Rasulullah menerima perintah salat lima waktu langsung dari Allah SWT.

Baca Juga :  Wow! Presiden Rusia Beserta Keluarga dan Seluruh Aset Bakal Kebal Huku

Peristiwa Isra Mi’raj menegaskan kedudukan Masjid Al-Aqsa sebagai masjid suci ketiga setelah Masjidil Haram di Mekkah dan Masjid Nabawi di Madinah.

Bagi umat Islam, Al-Aqsa bukan hanya simbol ibadah, tetapi juga bukti nyata perjalanan spiritual Nabi Muhammad SAW yang menjadi dasar kewajiban salat lima waktu.

Nilai Religius dan Simbolis

Masjid Al-Aqsa memiliki nilai religius yang sangat tinggi. Selain menjadi tempat ibadah, masjid ini juga menjadi simbol perjuangan, identitas, dan persatuan umat Islam.

Kehadirannya menegaskan pentingnya menjaga warisan sejarah dan spiritual yang telah berlangsung selama ribuan tahun.

Ketua Dewan Ulama Palestina, misalnya, pernah menegaskan bahwa Masjid Al-Aqsa adalah “jantung umat Islam” yang harus dijaga keberadaannya.

“Al-Aqsa bukan hanya bangunan, melainkan simbol iman dan sejarah panjang umat Muslim,” ujarnya dalam sebuah pernyataan.

Sejarah panjang dan peran spiritualnya menjadikan Al-Aqsa sebagai simbol keimanan, pelestarian budaya, dan perjuangan umat Islam di dunia. (nur/jpg)

Terpopuler

Artikel Terbaru

/