23.9 C
Jakarta
Thursday, January 22, 2026

Lonjakan Kasus ‘Super Flu’ di AS, Varian Subclade K Sudah Terdeteksi di Indonesia

PROKALTENG.CO– Amerika Serikat tengah menghadapi lonjakan kasus influenza yang mengkhawatirkan setelah varian baru ‘Super Flu’, yakni Influenza A subclade K, merebak luas.

Musim flu yang baru berjalan sudah memicu jutaan kasus, puluhan ribu pasien dirawat inap, dan ribuan kematian. Varian ini kini juga terdeteksi di Indonesia, meski tren kasus flu dalam negeri menunjukkan penurunan.

Data Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS mencatat hingga 20 Desember 2025, sedikitnya 7,5 juta orang terinfeksi influenza.

Dari jumlah tersebut, sekitar 81.000 pasien harus dirawat di rumah sakit dan lebih dari 3.100 orang meninggal dunia, termasuk delapan anak.

Sejumlah negara bagian seperti Colorado, Louisiana, New Jersey, New York, dan South Carolina melaporkan prevalensi influenza sangat tinggi.

Dalam sepekan terakhir, jumlah pasien flu yang dirawat melonjak tajam hingga 19 ribu orang, hampir dua kali lipat dibanding pekan sebelumnya.

Direktur Center for Infectious Disease Research and Policy, University of Minnesota, Dr. Michael Osterholm, menyoroti kecepatan penyebaran varian baru ini.

Electronic money exchangers listing
Baca Juga :  Helikopter Angkut 16 Orang Jatuh Tenggelam di Danau Kamchatka

“Musim flu sebenarnya baru dimulai, tetapi peningkatan kasusnya terjadi sangat cepat. Laju penyebaran saat ini membuat dampak musim flu tahun ini sulit diprediksi,” ujarnya.

Lonjakan kasus didorong dominasi virus Influenza A (H3N2) dengan varian subclade K. Menurut Osterholm, varian ini cukup berbeda dibandingkan strain sebelumnya sehingga mampu menantang kekebalan tubuh yang sudah terbentuk.

Meski varian subclade K belum masuk dalam komposisi vaksin flu tahun ini, CDC menegaskan vaksin yang beredar masih mampu melawan strain sejenis.

Vaksin dinilai cukup efektif dalam menekan risiko sakit berat dan kematian. Hal ini menjadi penting mengingat musim flu di AS baru memasuki fase awal, sementara tren kasus sudah menunjukkan eskalasi cepat.

Deteksi Varian di Indonesia

Kementerian Kesehatan RI mengonfirmasi varian ‘Super Flu’ subclade K telah ditemukan di Indonesia.
Plt Direktur Penyakit Menular Kemenkes, dr Prima Yosephine, menyebut temuan ini berasal dari pemeriksaan genomik Balai Besar Laboratorium Kesehatan pada 25 Desember 2025.

“Telah ditemukan Influenza A (H3N2) clade 3C.2a1b.2a.2a.3a.1/K, atau yang dikenal dengan subclade K,” kata dr Prima.

Baca Juga :  Buntut Kematian George Floyd, Massa dari Luar Negara Bagian Ikut Rusuh

Meski demikian, tren influenza di Indonesia justru menurun dalam dua bulan terakhir. Surveilans Sentinel Influenza Like Illness (ILI) dan Severe Acute Respiratory Infection (SARI) menunjukkan stabilitas kasus tanpa indikasi lonjakan.

Proporsi kasus influenza turun menjadi 12 persen, dengan kelompok usia 18–59 tahun mendominasi 40 persen kasus.

Direktorat Surveilans dan Kekarantinaan Kesehatan Kemenkes mencatat tren influenza menurun dalam dua bulan terakhir dengan varian dominan Influenza A (H3).

Data Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR) untuk pneumonia, ILI, dan ISPA juga menunjukkan penurunan tren dalam beberapa pekan terakhir.

“Kondisi tersebut menunjukkan peredaran subclade K tidak mempengaruhi kondisi epidemi influenza di Indonesia,” jelas dr Prima.

Meskipun tren kasus menurun, Kemenkes tetap mengingatkan masyarakat untuk menjaga kewaspadaan.

“Kami mengimbau masyarakat tetap menggunakan masker dalam kondisi tidak sehat dan meningkatkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS),” pungkas dr Prima. (net/nur/jpg)

PROKALTENG.CO– Amerika Serikat tengah menghadapi lonjakan kasus influenza yang mengkhawatirkan setelah varian baru ‘Super Flu’, yakni Influenza A subclade K, merebak luas.

Musim flu yang baru berjalan sudah memicu jutaan kasus, puluhan ribu pasien dirawat inap, dan ribuan kematian. Varian ini kini juga terdeteksi di Indonesia, meski tren kasus flu dalam negeri menunjukkan penurunan.

Data Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS mencatat hingga 20 Desember 2025, sedikitnya 7,5 juta orang terinfeksi influenza.

Electronic money exchangers listing

Dari jumlah tersebut, sekitar 81.000 pasien harus dirawat di rumah sakit dan lebih dari 3.100 orang meninggal dunia, termasuk delapan anak.

Sejumlah negara bagian seperti Colorado, Louisiana, New Jersey, New York, dan South Carolina melaporkan prevalensi influenza sangat tinggi.

Dalam sepekan terakhir, jumlah pasien flu yang dirawat melonjak tajam hingga 19 ribu orang, hampir dua kali lipat dibanding pekan sebelumnya.

Direktur Center for Infectious Disease Research and Policy, University of Minnesota, Dr. Michael Osterholm, menyoroti kecepatan penyebaran varian baru ini.

Baca Juga :  Helikopter Angkut 16 Orang Jatuh Tenggelam di Danau Kamchatka

“Musim flu sebenarnya baru dimulai, tetapi peningkatan kasusnya terjadi sangat cepat. Laju penyebaran saat ini membuat dampak musim flu tahun ini sulit diprediksi,” ujarnya.

Lonjakan kasus didorong dominasi virus Influenza A (H3N2) dengan varian subclade K. Menurut Osterholm, varian ini cukup berbeda dibandingkan strain sebelumnya sehingga mampu menantang kekebalan tubuh yang sudah terbentuk.

Meski varian subclade K belum masuk dalam komposisi vaksin flu tahun ini, CDC menegaskan vaksin yang beredar masih mampu melawan strain sejenis.

Vaksin dinilai cukup efektif dalam menekan risiko sakit berat dan kematian. Hal ini menjadi penting mengingat musim flu di AS baru memasuki fase awal, sementara tren kasus sudah menunjukkan eskalasi cepat.

Deteksi Varian di Indonesia

Kementerian Kesehatan RI mengonfirmasi varian ‘Super Flu’ subclade K telah ditemukan di Indonesia.
Plt Direktur Penyakit Menular Kemenkes, dr Prima Yosephine, menyebut temuan ini berasal dari pemeriksaan genomik Balai Besar Laboratorium Kesehatan pada 25 Desember 2025.

“Telah ditemukan Influenza A (H3N2) clade 3C.2a1b.2a.2a.3a.1/K, atau yang dikenal dengan subclade K,” kata dr Prima.

Baca Juga :  Buntut Kematian George Floyd, Massa dari Luar Negara Bagian Ikut Rusuh

Meski demikian, tren influenza di Indonesia justru menurun dalam dua bulan terakhir. Surveilans Sentinel Influenza Like Illness (ILI) dan Severe Acute Respiratory Infection (SARI) menunjukkan stabilitas kasus tanpa indikasi lonjakan.

Proporsi kasus influenza turun menjadi 12 persen, dengan kelompok usia 18–59 tahun mendominasi 40 persen kasus.

Direktorat Surveilans dan Kekarantinaan Kesehatan Kemenkes mencatat tren influenza menurun dalam dua bulan terakhir dengan varian dominan Influenza A (H3).

Data Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR) untuk pneumonia, ILI, dan ISPA juga menunjukkan penurunan tren dalam beberapa pekan terakhir.

“Kondisi tersebut menunjukkan peredaran subclade K tidak mempengaruhi kondisi epidemi influenza di Indonesia,” jelas dr Prima.

Meskipun tren kasus menurun, Kemenkes tetap mengingatkan masyarakat untuk menjaga kewaspadaan.

“Kami mengimbau masyarakat tetap menggunakan masker dalam kondisi tidak sehat dan meningkatkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS),” pungkas dr Prima. (net/nur/jpg)

Terpopuler

Artikel Terbaru