alexametrics
25.6 C
Palangkaraya
Friday, August 12, 2022

Gawat! Sudah Tiga Dokter Meninggal Akibat Terpapar Covid-19

JAKARTA – Tenaga medis di sejumlah daerah yang menangani pasien
virus Corona bertumbangan. Tercatat sudah 3 dokter meninggal akibat terpapar
Corona.

Selain dokter, beberapa perawat
juga dinyatakan positif Corona. Seorang perawat asal Kabupaten Bogor positif
virus Corona karena diduga tertular dari pasien.

Para tenaga medis ini terpapar
Corona lantaran alat pelindung diri (ADP) mereka minim.

Dokter dan perawat tak dilengkapi
dengan APD yang sesuai standar WHO. Bahkan, ada daerah yang petugas medisnya
hanya menggunakan jas hujan dan masker saat menangani pasien suspect Corona.

Anggota Komisi IX DPR RI,
Kurniasih Mufidayati sempat menyoroti minimnya ADP petugas medis.

Kurniasih mengimbau pemerintah
untuk memperhatikan kebutuhan tenaga medis yang bekerja menangani pasien
Covid-19 karena kondisinya sangat genting dan mengkhawatirkan.

Ia menyebut APD mulai dari masker
N95, pelindung mata, tangan, badan hingga rambut harus diperhatikan jumlahnya
untuk tenaga medis dalam menangani pasien yang terpapar virus Corona.

“Wabah ini terus meluas, jumlah
pasien yang harus ditangani juga semakin meningkat. Para dokter dan tenaga
medis ini sangat dibutuhkan di tengah kondisi wabah yang sudah dinyatakan oleh
pemerintah sebagai bencana nasional ini,” ucap Mufida.

Baca Juga :  160 Kabupaten Ada di Zona Merah

Berikut ini data 3 dokter
meninggal akibat terpapar Corona:

1. Dokter di Bekasi Meninggal di RSUP

Seorang dokter yang bekerja di
dua rumah sakit swasta di Kota Bekasi, Jawa Barat terpapar Corona. Dokter
berinisial AMP itu meninggal di RSUP Persahabatan, Jakarta, Sabtu (21/3/2020).

Juru Bicara Pemkot Bekasi, Victor
Yudhistira saat dikonfirmasi membenarkan informasi tersebut.

“Benar mas,” kata Victor yang
dikonfirmasi Radar Bekasi.id (grup Pojoksatu.id), Sabtu (21/3).

Hingga Sabtu (21/3) tercatat ada
9 kasus positif Corona di Kota Bekasi. Sebanyak 52 pasien dalam pengawasan
(PDP) dan 81 orang dalam pemantauan (ODP).

2. Dokter Djoko Judodjoko Meninggal

Dokter senior dari Universitas
Indonesia, dr Djoko Judodjoko meninggal dunia akibat terpapar Virus Corona.

Kabar meninggalnya dr Djoko yang
bertugas di salah satu rumah sakit di Jawa Barat tersebut disampaikan dr Pandu
Riono melalui akun Twitter pribadinya.

“Selamat jalan mas Koko, maafkan
saya belum berhasil mendorong agar pemerintah @jokowi serius mengatasi pandemi
covid19,” tulisnya.

Baca Juga :  Ingat Protokol Kesehatan

Dalam akun twitternya, dr Pandu
Riono menjelaskan dokter yang terkenal baik dan hebat di dunia medis terinfeksi
setelah melayani pasien covid- 19.

“Mas terinfeksi karena aktif beri
layanan. Banyak petugas kesehatan yang terinfeksi dan pergi, minimnya APD sulit
dimaafkan. Tidak cukup bicara, kita semua berbuat,” tulis dr Pandu.

3. Dokter Meninggal di RS Adam Malik Medan

Seorang dokter meninggal di RS
Adam Malik, Medan, Sumatera Utara pada 17 Maret 2020. Ia meninggal ketika
berstatus pasien dalam pengawasan (PDP) Corona.

“Satu pasien PDP meninggal dunia.
Mungkin namanya sudah tahu, namanya UMT, dokter UMT,” kata Kepala Pelaksana
Gugus Tugas COVID-19 Sumut, Riadil Akhir Lubis.

Pasien yang meninggal tersebut
dikabarkan merupakan dokter spesialis paru yang mengalami gejala pasien virus
corona.

Pria berusia 49 tahun itu disebut
memiliki riwayat perjalanan ke luar negeri, tepatnya Jerusalem dan sempat
singgah ke Italia sebelum akhirnya pulang ke Indonesia pada 1 Maret 2020.

JAKARTA – Tenaga medis di sejumlah daerah yang menangani pasien
virus Corona bertumbangan. Tercatat sudah 3 dokter meninggal akibat terpapar
Corona.

Selain dokter, beberapa perawat
juga dinyatakan positif Corona. Seorang perawat asal Kabupaten Bogor positif
virus Corona karena diduga tertular dari pasien.

Para tenaga medis ini terpapar
Corona lantaran alat pelindung diri (ADP) mereka minim.

Dokter dan perawat tak dilengkapi
dengan APD yang sesuai standar WHO. Bahkan, ada daerah yang petugas medisnya
hanya menggunakan jas hujan dan masker saat menangani pasien suspect Corona.

Anggota Komisi IX DPR RI,
Kurniasih Mufidayati sempat menyoroti minimnya ADP petugas medis.

Kurniasih mengimbau pemerintah
untuk memperhatikan kebutuhan tenaga medis yang bekerja menangani pasien
Covid-19 karena kondisinya sangat genting dan mengkhawatirkan.

Ia menyebut APD mulai dari masker
N95, pelindung mata, tangan, badan hingga rambut harus diperhatikan jumlahnya
untuk tenaga medis dalam menangani pasien yang terpapar virus Corona.

“Wabah ini terus meluas, jumlah
pasien yang harus ditangani juga semakin meningkat. Para dokter dan tenaga
medis ini sangat dibutuhkan di tengah kondisi wabah yang sudah dinyatakan oleh
pemerintah sebagai bencana nasional ini,” ucap Mufida.

Baca Juga :  160 Kabupaten Ada di Zona Merah

Berikut ini data 3 dokter
meninggal akibat terpapar Corona:

1. Dokter di Bekasi Meninggal di RSUP

Seorang dokter yang bekerja di
dua rumah sakit swasta di Kota Bekasi, Jawa Barat terpapar Corona. Dokter
berinisial AMP itu meninggal di RSUP Persahabatan, Jakarta, Sabtu (21/3/2020).

Juru Bicara Pemkot Bekasi, Victor
Yudhistira saat dikonfirmasi membenarkan informasi tersebut.

“Benar mas,” kata Victor yang
dikonfirmasi Radar Bekasi.id (grup Pojoksatu.id), Sabtu (21/3).

Hingga Sabtu (21/3) tercatat ada
9 kasus positif Corona di Kota Bekasi. Sebanyak 52 pasien dalam pengawasan
(PDP) dan 81 orang dalam pemantauan (ODP).

2. Dokter Djoko Judodjoko Meninggal

Dokter senior dari Universitas
Indonesia, dr Djoko Judodjoko meninggal dunia akibat terpapar Virus Corona.

Kabar meninggalnya dr Djoko yang
bertugas di salah satu rumah sakit di Jawa Barat tersebut disampaikan dr Pandu
Riono melalui akun Twitter pribadinya.

“Selamat jalan mas Koko, maafkan
saya belum berhasil mendorong agar pemerintah @jokowi serius mengatasi pandemi
covid19,” tulisnya.

Baca Juga :  Anak Stunting di Indonesia Terbanyak Ketiga di ASEAN

Dalam akun twitternya, dr Pandu
Riono menjelaskan dokter yang terkenal baik dan hebat di dunia medis terinfeksi
setelah melayani pasien covid- 19.

“Mas terinfeksi karena aktif beri
layanan. Banyak petugas kesehatan yang terinfeksi dan pergi, minimnya APD sulit
dimaafkan. Tidak cukup bicara, kita semua berbuat,” tulis dr Pandu.

3. Dokter Meninggal di RS Adam Malik Medan

Seorang dokter meninggal di RS
Adam Malik, Medan, Sumatera Utara pada 17 Maret 2020. Ia meninggal ketika
berstatus pasien dalam pengawasan (PDP) Corona.

“Satu pasien PDP meninggal dunia.
Mungkin namanya sudah tahu, namanya UMT, dokter UMT,” kata Kepala Pelaksana
Gugus Tugas COVID-19 Sumut, Riadil Akhir Lubis.

Pasien yang meninggal tersebut
dikabarkan merupakan dokter spesialis paru yang mengalami gejala pasien virus
corona.

Pria berusia 49 tahun itu disebut
memiliki riwayat perjalanan ke luar negeri, tepatnya Jerusalem dan sempat
singgah ke Italia sebelum akhirnya pulang ke Indonesia pada 1 Maret 2020.

Most Read

Artikel Terbaru

/