alexametrics
23.2 C
Palangkaraya
Thursday, August 18, 2022

5 Fakta Penting Terkait Protein Hewani yang Baik Untuk Tubuh

Asupan konsumsi protein hewani berimplikasi pada kualitas gizi
seseorang. Sehingga pemenuhan protein hewani menjadi sebuah keharusan tiap
individu. Terlebih, peran asam amino lengkap yang terkandung di dalamnya,
sangat baik guna mendukung pertumbuhan dan perkembangan individu secara
maksimal.

Menjadi komponen utama dari jaringan tubuh, protein merupakan
senyawa kimia yang terdiri dari rangkaian asam amino (AA) dengan ikatan
peptide, yang dapat ditemukan dari 2 jenis sumber, yaitu hewani dan nabati.
Meski keduanya memiliki manfaat yang baik bagi tubuh, namun kandungan asam
amino serta struktur yang dimiliki protein hewani dengan protein nabati
tidaklah sama.

“Asam amino merupakan senyawa organik dari sumber protein, yang
terurai ketika masuk ke dalam tubuh. Pada protein hewani, asam amino yang
terkandung adalah asam amino esensial lengkap, yang berperan penting pada
periode masa pertumbuhan, maupun fase kehidupan berikutnya. Sementara protein
nabati tidak mengandung asam amino esensial yang lengkap seperti protein
hewani,” kata Pakar Gizi Universitas Indonesia, Prof. Dr. dr. Saptawati
Bardosono, M.Sc. dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (4/11).

Baca Juga :  Analisa Kecelakaan Vanessa Angel, Kecepatan Pajero 159 Km/Jam

Sehingga, protein hewani yang tidak terpenuhi dengan baik, dapat
berdampak pada kesehatan dalam berbagai aspek. Maka simak 5 fakta pentingnya.

1. Dampak Kekurangan Protein Hewani

Jika kurang asupan protein hewani akan berdampak pada mulai dari
terhambatnya pertumbuhan yang dapat menyebabkan stunting dan gangguan kognitif.
Selain itu bisa menyebabkan anemia, gangguan kondisi fisik dan organ tubuh,
kualitas tulang, gigi, rambut dan kulit, hingga mempengaruhi emosi dan
kesehatan mental seseorang. Inilah mengapa, protein hewani berkualitas dengan
asam amino lengkap menjadi kebutuhan primer, serta bentuk investasi gizi dalam
menjaga kesehatan jangka panjang.

2. Susu Sumber Protein Hewani Terbaik

Susu menjadi salah satu sumber protein hewani. (Shutterstock)

Protein hewani dapat ditemukan pada produk susu sapi, daging,
telur, unggas serta ikan. Produk susu sapi menjadi salah satu sumber protein
hewani baik, bukan hanya karena kandungan asam amino lengkapnya, tapi juga
formula cairnya yang mudah diserap tubuh. Terbukti, Digestible Indispensable
Amino Acid Score (DIAAS) menempatkan susu sapi sebagai sumber protein terbaik.

Baca Juga :  Sri Mulyani Heran 20 Tahun Ekspor RI Masih Andalkan Sumber Daya Alam

3. Manfaat Protein Bagi Tulang dan Otot

Jika seseorang mengonsumsi protein berkualitas sesuai
kebutuhannya, maka dia akan tumbuh optimal. Tulang-tulangnya mengalami
mineralisasi tak mudah patah. Otot-ototnya terpelihara. Sebaliknya kalau
kekurangan asupan protein berkualitas dikhawatirkan hormon pertumbuhan
seseorang akan kurang. Itu mengapa terjadi kasus stunting atau anak pendek
karena mineralisasi tulang tak sempurna. Dari penelitian di Afrika anak usia
12-13 tahun memiliki risiko stunting saat dikaitkan dengan asupan protein
berkualitas. Protein berkualitas sebanyak 40 persen tingkatkan pertumbuhan.

4. Manfaat Protein Hewani Bagi Lansia

Saat lansia rajin minum susu untuk memenuhi kebutuhan protein
hewani di dalam tubuhnya, maka massa tulangnya akan kuat. Tulang tak mudah
rapuh. Ketika terjatuh, tulang tak mudah cedera.

5. Dampak Protein Hewani Terlalu Berlebih

Semua asupan memang harus seimbang. Saat tubuh terlalu berlebih
dalam asupan protein maka akan membuat organ tubuh menjadi lebih berat kerjanya
seperti hati dan ginjal.(jpc)

 

Asupan konsumsi protein hewani berimplikasi pada kualitas gizi
seseorang. Sehingga pemenuhan protein hewani menjadi sebuah keharusan tiap
individu. Terlebih, peran asam amino lengkap yang terkandung di dalamnya,
sangat baik guna mendukung pertumbuhan dan perkembangan individu secara
maksimal.

Menjadi komponen utama dari jaringan tubuh, protein merupakan
senyawa kimia yang terdiri dari rangkaian asam amino (AA) dengan ikatan
peptide, yang dapat ditemukan dari 2 jenis sumber, yaitu hewani dan nabati.
Meski keduanya memiliki manfaat yang baik bagi tubuh, namun kandungan asam
amino serta struktur yang dimiliki protein hewani dengan protein nabati
tidaklah sama.

“Asam amino merupakan senyawa organik dari sumber protein, yang
terurai ketika masuk ke dalam tubuh. Pada protein hewani, asam amino yang
terkandung adalah asam amino esensial lengkap, yang berperan penting pada
periode masa pertumbuhan, maupun fase kehidupan berikutnya. Sementara protein
nabati tidak mengandung asam amino esensial yang lengkap seperti protein
hewani,” kata Pakar Gizi Universitas Indonesia, Prof. Dr. dr. Saptawati
Bardosono, M.Sc. dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (4/11).

Baca Juga :  Kondisi sedang Tak Baik-baik Saja, Presiden Minta Gubernur Sesuaikan APBD

Sehingga, protein hewani yang tidak terpenuhi dengan baik, dapat
berdampak pada kesehatan dalam berbagai aspek. Maka simak 5 fakta pentingnya.

1. Dampak Kekurangan Protein Hewani

Jika kurang asupan protein hewani akan berdampak pada mulai dari
terhambatnya pertumbuhan yang dapat menyebabkan stunting dan gangguan kognitif.
Selain itu bisa menyebabkan anemia, gangguan kondisi fisik dan organ tubuh,
kualitas tulang, gigi, rambut dan kulit, hingga mempengaruhi emosi dan
kesehatan mental seseorang. Inilah mengapa, protein hewani berkualitas dengan
asam amino lengkap menjadi kebutuhan primer, serta bentuk investasi gizi dalam
menjaga kesehatan jangka panjang.

2. Susu Sumber Protein Hewani Terbaik

Susu menjadi salah satu sumber protein hewani. (Shutterstock)

Protein hewani dapat ditemukan pada produk susu sapi, daging,
telur, unggas serta ikan. Produk susu sapi menjadi salah satu sumber protein
hewani baik, bukan hanya karena kandungan asam amino lengkapnya, tapi juga
formula cairnya yang mudah diserap tubuh. Terbukti, Digestible Indispensable
Amino Acid Score (DIAAS) menempatkan susu sapi sebagai sumber protein terbaik.

Baca Juga :  Potensi Hujan Lebat Tiga Hari ke Depan, Ini yang Patut Waspada

3. Manfaat Protein Bagi Tulang dan Otot

Jika seseorang mengonsumsi protein berkualitas sesuai
kebutuhannya, maka dia akan tumbuh optimal. Tulang-tulangnya mengalami
mineralisasi tak mudah patah. Otot-ototnya terpelihara. Sebaliknya kalau
kekurangan asupan protein berkualitas dikhawatirkan hormon pertumbuhan
seseorang akan kurang. Itu mengapa terjadi kasus stunting atau anak pendek
karena mineralisasi tulang tak sempurna. Dari penelitian di Afrika anak usia
12-13 tahun memiliki risiko stunting saat dikaitkan dengan asupan protein
berkualitas. Protein berkualitas sebanyak 40 persen tingkatkan pertumbuhan.

4. Manfaat Protein Hewani Bagi Lansia

Saat lansia rajin minum susu untuk memenuhi kebutuhan protein
hewani di dalam tubuhnya, maka massa tulangnya akan kuat. Tulang tak mudah
rapuh. Ketika terjatuh, tulang tak mudah cedera.

5. Dampak Protein Hewani Terlalu Berlebih

Semua asupan memang harus seimbang. Saat tubuh terlalu berlebih
dalam asupan protein maka akan membuat organ tubuh menjadi lebih berat kerjanya
seperti hati dan ginjal.(jpc)

 

Most Read

Artikel Terbaru

/