PALANGKA RAYA, PROKALTENG.CO – Duka mendalam menyelimuti Kota Palangka Raya atas wafatnya mantan Wakil Wali Kota Palangka Raya, Mofit Saptono Subagio, Rabu (21/1/2026). Sosok akademisi sekaligus birokrat ini menghembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (RSPON) Jakarta sekitar pukul 07.40 WIB setelah menjalani perawatan intensif.
Semasa hidup, Mofit dikenal memiliki rekam jejak panjang di dunia pendidikan dan pemerintahan. Alumni Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya Malang ini menempuh pendidikan S1 Sarjana Pertanian, S2 Magister Pertanian pada 1996, hingga meraih gelar doktor (S3) di fakultas yang sama.
Kariernya dimulai sebagai dosen di Fakultas Pertanian Universitas Palangka Raya. Pada periode 1996–2000, Mofit dipercaya menjabat Sekretaris Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UPR. Ia kemudian menjadi Pelaksana Tugas (Plt) Dekan Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Palangka Raya pada 2000–2001.
Nama Mofit semakin dikenal publik saat menjabat Wakil Wali Kota Palangka Raya periode 2013–2018. Setelah itu, ia kembali mengabdi di lingkup Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng). Pada 1 Juni 2019, Mofit menjabat Kepala Bidang BPBPK Provinsi Kalteng sekaligus Plt Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran Provinsi Kalteng.
Karier birokrasi Mofit berlanjut di Dinas Pendidikan Provinsi Kalteng. Sejak 25 Oktober 2019, ia dipercaya sebagai Sekretaris Dinas Pendidikan sekaligus Plt Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalteng. Setelah menuntaskan tugas tersebut, Mofit kembali ke dunia kampus sebagai dosen.
Direktur Prokalteng.jawapos.com, Abdillah, mengenang almarhum sebagai pribadi sederhana dan menyenangkan diajak berdiskusi. Menurutnya, Mofit adalah tipe pejabat yang melayani, bukan ingin dilayani.
“Beliau orangnya sederhana dan teman diskusi yang asyik. Siapa pun yang menelepon biasanya selalu diangkat. Kalau tidak sempat, beliau pasti menelepon balik. Bahkan saat sakit pun masih menerima telepon sambil bercanda,” ujar Abdillah.
Ia menambahkan, sikap rendah hati dan keterbukaan Mofit meninggalkan kesan mendalam bagi banyak orang.
“Selamat jalan Mas, kebaikanmu akan selalu dikenang,” ucapnya.
Pantauan di rumah duka di Jalan Bakut, Kota Palangka Raya, suasana haru tampak sejak siang hari. Pelayat terus berdatangan, termasuk dari kalangan ASN Pemerintah Kota Palangka Raya dan rekan-rekan almarhum.
“Keluarga masih menunggu kepastian jadwal penerbangan jenazah dari Jakarta ke Palangka Raya menggunakan Batik Air, bisa hari ini atau besok,” ujar salah satu kerabat.
Sebelumnya, almarhum sempat dirawat di RS Betang Pambelum Palangka Raya sebelum dirujuk ke Jakarta dan menjalani perawatan di RS Meilia serta RSPON. Rencananya, almarhum akan dimakamkan di pemakaman Jalan Tjilik Riwut Kilometer 12, Palangka Raya, setelah jenazah tiba, dengan jadwal yang masih dikoordinasikan keluarga. (adr)


