PALANGKA RAYA – Penataan kawasan kumuh yang sukses di lakukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat, menjadi perhatian DPRD Kalteng. Sebab itu, Komisi IV melakukan kunjungan ke Jawa Barat terkait penataan kawasan kumuh dan peningkatan jalan provinsi.
Komisi IV DPRD Kalteng dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kalteng Wiyatno dan Wakil Ketua DPRD Kalteng Faridawaty Darland Atjeh. Faridawati mengatakan, kunjungan kerja Komisi IV ke Pemprov Jawa Barat dalam rangka komparasi terhadap beberapa program kegiatan unggulan, yaknibpenataan kawasan kumuh dan wilayah perkotaan serta penanganan infrastruktur jalan perkotaan yang bersumber dari APBD provinsi baik dalam bentuk hibah atau model penanganan lainnya.
Dikatakan Farida, perbandingan Kalteng dan Jawa Barat, jika di Kalteng ada banyak sungai namun hanya sedikit punya jembatan, sedangkan di Jawa Barat memiliki banyak jembatan. Dari segi demografis dan geografis juga ada perbedaan besar di mana Kalteng sangat luas dengan luasnya yang 1,5 kali pulau Jawa tapi penduduknya hanya kurang lebih 3 juta dengan APBD kurang lebih 5 triliun (14 kab/kota). “Sementara Jabar berpenduduk kurang lebih 49 juta dengan APBD kurang lebih 46 triliun (27 kab/kota),” ucapnya.
Program penataan kawasan kumuh di Jabar juga sangat bagus, yakni penyediaan sarana proteksi kebakaran, drainase pemukiman, jalan pemukiman, sarana air bersih, pengolahan limbah, penataan ruang terbuka publik dan RUTILAHU (rumah tidak layak huni), dengan program bedah rumah Rp 17,5 juta perumah dengan target tahun 2020 sebanyak 200 ribu rumah.
“Kita berharap, Kalteng tidak memiliki kawasan kumuh. Sebab, Kalteng masih memiliki lahan yang luas untuk membuat pemukiman yang tertata dan rapi. Dan kawasan kumuh saat ini perlu penataan yang baik, sehingga penyebaran penduduk juga merata,” pungkasnya. (arj)