PROKALTENG.CO-Di tengah arus media sosial yang deras, kehidupan anak muda kini lebih dekat dengan berbagai tren. Dari tempat nongkrong yang sedang populer, makanan yang tengah trendi, pakaian terbaru, hingga gadget dan barang-barang yang sedang banyak dibicarakan. Bagi sebagian anak muda, mengikuti tren sudah menjadi bagian dari cara hidup yang sulit dipisahkan dari rutinitas sehari-hari.
Tidak sedikit orang yang bersedia menghabiskan uang hanya untuk sekadar duduk di kafe, membeli pakaian terbaru, atau mencoba makanan yang sedang banyak dibicarakan orang. Media sosial membuat berbagai gaya hidup itu lebih mudah dilihat dan dicontoh orang lain.
Fenomena itu kemudian sering dicocokkan dengan gaya hidup yang mengutamakan kesenangan. Secara mudah, hedonisme adalah gaya hidup yang menganggap kesenangan dan kepuasan sebagai hal yang penting.
Bagi generasi muda, menghabiskan waktu bersama teman tidaklah menjadi hal yang salah. Nongkrong, jalan-jalan, menikmati makanan favorit, atau membeli barang yang disukai bisa jadi cara untuk bersenang-senang setelah selesai sekolah atau kuliah.
Namun, masalah bisa muncul ketika hasrat untuk ikut tren mulai tidak seimbang dengan kemampuan yang dimiliki. Misalnya, membeli barang hanya karena takut ketinggalan tren atau merasa harus meniru gaya teman agar tidak dianggap berbeda.
Media sosial juga memiliki peran cukup besar. Foto-foto tempat makan, pakaian, liburan, hingga barang-barang baru sering kali menjadi hal yang dilihat setiap hari. Tanpa disadari, hal itu bisa membuat seseorang membandingkan hidupnya dengan orang lain.
Padahal, apa yang terlihat di media sosial belum tentu mewakili kehidupan seseorang secara utuh. Di balik sebuah postingan, terdapat banyak hal yang tidak terlihat.
Oleh karena itu, anak muda harus bisa membedakan antara apa yang benar-benar dibutuhkan dan apa yang hanya sekadar keinginan. Ikut tren itu boleh, asal tetap perhatikan kondisi finansial dan jangan sampai mengakui diri hanya karena diakui orang lain.
Menikmati masa muda tidak selalu harus dengan mengeluarkan uang. Bersama teman, mengikuti aktivitas yang bermanfaat, berolahraga, membaca, berkarya, atau hanya menghabiskan waktu bersama keluarga juga bisa jadi cara menikmati kehidupan. Akhirnya, menjadi seorang anak muda bukan berarti tentang siapa yang paling sering berkumpul di tempat umum atau paling banyak membeli barang-barang terbaru. Ada banyak cara untuk menikmati masa muda tanpa terpaksa meniru gaya hidup orang lain.
Masa muda memang waktunya menikmati kehidupan. Namun, menikmati bukan berarti harus berlebihan.(jpg)


