Memasuki musim hujan, pengendara sepeda motor perlu lebih memperhatikan kondisi ban. Sebagai satu-satunya komponen kendaraan yang bersentuhan langsung dengan permukaan jalan, ban memiliki peran penting dalam menjaga daya cengkeram, kestabilan, dan keselamatan berkendara.
Kondisi jalan basah, genangan air, hingga perubahan permukaan aspal dapat memengaruhi pengendalian sepeda motor.
Terlebih, ban yang sudah aus atau memiliki tekanan udara tidak sesuai berisiko mengurangi kemampuan kendaraan dalam menjaga traksi.
Product Manager Michelin Indonesia, Mochammad Fachrul Rozi, mengatakan pemeriksaan ban secara rutin menjadi salah satu langkah penting untuk menghadapi kondisi jalan saat musim hujan.
Menurutnya, pengendara perlu memperhatikan tekanan udara, kondisi tapak, serta memilih ban sesuai kebutuhan kendaraan.
“Hal sederhana seperti menjaga tekanan udara, memperhatikan kondisi tapak, dan menyesuaikan cara berkendara dapat membantu pengendara merasa lebih aman dan percaya diri selama perjalanan,” ujarnya dalam pernyataannya kepada JawaPos.com, Selasa (3/11/2026).
3 Cara Merawat Ban Motor Saat Musim Hujan
Ada tiga hal yang perlu diperhatikan pemilik sepeda motor untuk menjaga kondisi ban tetap optimal selama musim hujan.
- Periksa kondisi tapak ban
Alur tapak ban memiliki fungsi membantu mengalirkan air dari area kontak ban dengan permukaan jalan. Karena itu, pengendara perlu memeriksa kedalaman alur dan indikator keausan ban secara berkala.
Ban yang sudah aus berpotensi mengalami penurunan daya cengkeram, terutama ketika melintasi jalan basah.
Selain itu, periksa kondisi fisik ban untuk memastikan tidak terdapat retakan, benjolan, atau kerusakan lainnya.
- Jaga tekanan udara sesuai rekomendasi
Tekanan udara juga berpengaruh terhadap kestabilan, pengendalian, dan tingkat keausan ban.
Pengendara disarankan memeriksa tekanan ban secara rutin ketika kondisinya masih dingin. Pastikan tekanannya sesuai rekomendasi pabrikan kendaraan.
Hindari mengurangi tekanan udara secara sembarangan dengan anggapan dapat meningkatkan daya cengkeram ketika melewati jalan basah.
- Pilih ban sesuai kebutuhan berkendara
Pemilihan ban tidak hanya mempertimbangkan daya tahan, tetapi juga ukuran, karakter penggunaan, serta kemampuan ban dalam menghadapi berbagai kondisi jalan.
Saat musim hujan, desain alur tapak menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan. Ban dengan pola alur yang membantu membuang air dapat mendukung daya cengkeram ketika melintasi permukaan basah.
Karakter tersebut berbeda dengan ban berpola semi-slick yang lebih ditujukan untuk kebutuhan berkendara tertentu. Meski demikian, performa ban tidak hanya ditentukan pola tapaknya.
Kompon karet, kondisi keausan, dan desain ban secara keseluruhan juga berpengaruh terhadap daya cengkeram.
Michelin Indonesia mengingatkan bahwa perawatan ban perlu menjadi bagian dari pemeriksaan rutin kendaraan, terutama ketika memasuki musim hujan.
Dengan kondisi ban yang terjaga dan tekanan udara sesuai rekomendasi, pengendara dapat membantu mengurangi risiko kehilangan kendali saat menghadapi jalan basah.
Michelin Indonesia mengingatkan bahwa perawatan ban perlu menjadi bagian dari pemeriksaan rutin kendaraan, terutama ketika memasuki musim hujan.
Dengan kondisi ban yang terjaga dan tekanan udara sesuai rekomendasi, pengendara dapat membantu mengurangi risiko kehilangan kendali saat menghadapi jalan basah.(jpc)


