ANGGOTA Komisi C DPRD Kalteng Elissae Lambung, memberikan apresiasi
terhadap berbaurnya kesenian dengan yang berasal dari dalam dan luar Kalteng.
Tetapi, masuknya kesenian atau budaya luar ini, tidak menjadikan budaya di
Kalteng menjadi surut atau terlupakan, malah justru sebaliknya harus
dilestarikan.
Hal itu, lantaran dia, melihat
berbaurnya kesenian tarian Kalteng dan Jawa yang dimainkan dalam peringatan HUT
ke-17 Kabupaten Pulang Pisau, di Stadion HM Sanusi Pulang Pisau, Selasa (2/7).
Hal ini terlihat tidak ada
perbedaan antara kesenian lokal dan kesenian bawaan, tentu ini menujukkan
keberagaman yang ada di Bumi Tambun Bungai ini. Dengan kesenian lokal patut
dilestarikan
“Tentu mengapresiasi dan menerima
kesenian dari luar masuk ke Kalteng, tetapi kesenian dan kebudayaan lokal
Kalteng harus tetap diprioritaskan,†katanya, saat diwawancarai Kalteng Pos, di
sela-sela acara.
Diungkapkannya, melestarikan
kesenian dan budaya tentu menjadi tanggungjawab pemerintah dan masyarakat sendiri.
Disisi pemerintahan, harus terus melakukan pembinaan dan pelestarian agar
putra-putri penerus Kalteng ini tetap mencintai dan membanggakan kesenian dan
kebudayaannya.
“Tak kalah penting juga anggaran
dana, karena setiap kegiatan dengan upaya perbaikan tentu membutuhkan biaya,â€
ungkap Elissae Lambung.
Jelas mantan finalis Putri
Indonesia ini, penampilan kesenian berupa tari-tarian pada setiap acara juga
sebagai salah satu bentuk promosi dan pelestarian kebudayaan. Hal ini merupakan
langkah bagus yang harus tetap dijaga, dan kesenian yang ditampilkan harus
kesenian khas Dayak.
“Pemerintah juga harus terus
berupaya meningkatkan kesenian agar tidak tergerus zaman,†pungkas Elisa
Lambung. (abw/ari/ctk/nto)