26.2 C
Jakarta
Saturday, March 7, 2026

Desa Wisata Riam Tinggi Dilirik Putri Indonesia Kalteng 2026

NANGA BULIK, PROKALTENG.CO –  Putri Indonesia Kalimantan Tengah (Kalteng) 2026, Farhika Deninta Bungas, melakukan kunjungan spesial ke Desa Wisata Riam Tinggi, Kecamatan Delang, Kabupaten Lamandau, baru-baru ini.

Kunjungan ini merupakan bagian dari misi pribadinya untuk mengenal lebih dekat sekaligus mempromosikan potensi wisata alam dan kekayaan budaya yang dimiliki Bumi Tambun Bungai.

Kehadiran putri pariwisata yang akrab disapa Kara Bungas ini disambut hangat oleh Kepala Desa Riam Tinggi, Rosita Helpi, serta Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) BATU RAJO, Endang Kusrini.

Selama berada di Desa Riam Tinggi, Kara Bungas didampingi oleh tim dari Dinas Pariwisata Kabupaten Lamandau. Finalis Jagau Nyai Kabupaten Kotawaringin Barat 2025 ini tampak antusias saat mengikuti agenda Kampung Tour.

Baca Juga :  Hotel Gantung di Atas Gunung Parang Purwakarta

Ia berkesempatan mengunjungi peninggalan leluhur yang sarat akan nilai sejarah, objek wisata Riam Batu Rajo menikmati keindahan aliran sungai yang menjadi ikon desa dan Rumah Betang Simbol kebersamaan dan pusat kehidupan masyarakat Dayak.

“Kami senang sekali mendapat kunjungan dari Putri Indonesia perwakilan Kalimantan Tengah. Semoga kehadiran Mbak Kara dapat membantu mempromosikan adat dan budaya Kalteng, khususnya yang ada di Desa Wisata Riam Tinggi ini,” harap Endang Kusrini saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (6/3).

Kara Bungas mengaku terpukau dengan suasana Desa Riam Tinggi yang masih asri dan terjaga kealamiannya. Baginya, pengalaman belajar langsung mengenai Adat Budaya Dayak Tomun menjadi kesan tersendiri.

Electronic money exchangers listing

“Saya sangat senang bisa datang ke sini. Suasananya sangat indah dan masyarakatnya ramah. Saya juga belajar banyak tentang budaya Dayak Tomun,” ungkap Kara.

Baca Juga :  Pesona Sei Setongah, Destinasi Ideal untuk Refleksikan Diri di Alam Lamandau

Ia berharap, melalui kunjungannya, Kalteng tidak hanya dikenal karena keindahan alamnya, tetapi juga karena keragaman budayanya yang mencapai pelosok desa.

Kunjungan ini ternyata bukan satu-satunya agenda di Kabupaten Lamandau. Rodias Hendi, Analis Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Kabupaten Lamandau, menjelaskan bahwa pihaknya telah merancang rencana kunjungan ke tiga desa wisata di wilayah tersebut.

“Rencananya ada tiga desa yang dikunjungi. Tiap desa memiliki keunggulan dan kearifan budaya masing-masing yang patut untuk diperkenalkan lebih luas kepada masyarakat nasional maupun internasional,” pungkas Rodias. (bib)

NANGA BULIK, PROKALTENG.CO –  Putri Indonesia Kalimantan Tengah (Kalteng) 2026, Farhika Deninta Bungas, melakukan kunjungan spesial ke Desa Wisata Riam Tinggi, Kecamatan Delang, Kabupaten Lamandau, baru-baru ini.

Kunjungan ini merupakan bagian dari misi pribadinya untuk mengenal lebih dekat sekaligus mempromosikan potensi wisata alam dan kekayaan budaya yang dimiliki Bumi Tambun Bungai.

Kehadiran putri pariwisata yang akrab disapa Kara Bungas ini disambut hangat oleh Kepala Desa Riam Tinggi, Rosita Helpi, serta Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) BATU RAJO, Endang Kusrini.

Electronic money exchangers listing

Selama berada di Desa Riam Tinggi, Kara Bungas didampingi oleh tim dari Dinas Pariwisata Kabupaten Lamandau. Finalis Jagau Nyai Kabupaten Kotawaringin Barat 2025 ini tampak antusias saat mengikuti agenda Kampung Tour.

Baca Juga :  Hotel Gantung di Atas Gunung Parang Purwakarta

Ia berkesempatan mengunjungi peninggalan leluhur yang sarat akan nilai sejarah, objek wisata Riam Batu Rajo menikmati keindahan aliran sungai yang menjadi ikon desa dan Rumah Betang Simbol kebersamaan dan pusat kehidupan masyarakat Dayak.

“Kami senang sekali mendapat kunjungan dari Putri Indonesia perwakilan Kalimantan Tengah. Semoga kehadiran Mbak Kara dapat membantu mempromosikan adat dan budaya Kalteng, khususnya yang ada di Desa Wisata Riam Tinggi ini,” harap Endang Kusrini saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (6/3).

Kara Bungas mengaku terpukau dengan suasana Desa Riam Tinggi yang masih asri dan terjaga kealamiannya. Baginya, pengalaman belajar langsung mengenai Adat Budaya Dayak Tomun menjadi kesan tersendiri.

“Saya sangat senang bisa datang ke sini. Suasananya sangat indah dan masyarakatnya ramah. Saya juga belajar banyak tentang budaya Dayak Tomun,” ungkap Kara.

Baca Juga :  Pesona Sei Setongah, Destinasi Ideal untuk Refleksikan Diri di Alam Lamandau

Ia berharap, melalui kunjungannya, Kalteng tidak hanya dikenal karena keindahan alamnya, tetapi juga karena keragaman budayanya yang mencapai pelosok desa.

Kunjungan ini ternyata bukan satu-satunya agenda di Kabupaten Lamandau. Rodias Hendi, Analis Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Kabupaten Lamandau, menjelaskan bahwa pihaknya telah merancang rencana kunjungan ke tiga desa wisata di wilayah tersebut.

“Rencananya ada tiga desa yang dikunjungi. Tiap desa memiliki keunggulan dan kearifan budaya masing-masing yang patut untuk diperkenalkan lebih luas kepada masyarakat nasional maupun internasional,” pungkas Rodias. (bib)

Terpopuler

Artikel Terbaru

/