31.7 C
Jakarta
Sunday, April 6, 2025

Mimpi Parikesit dan Selendang Mayang

PALANGKA
RAYA – Parikesit adalah seorang tokoh dari Wiracarita Mahabharata,
  cucu dari Arjuna dan anak dari Abimanyu.
Suatu ketika Parikesit mempunyai mimpi ingin menjadi seorang penari terkenal.
Namun impian tersebut terpatahkan dengan keadaan fisiknya yang tidak bisa
maksimal menari akibat dari kecelakaan yang ia alami.

Penggalan
isi cerita pendek (cerpen) di atas adalah karya dari siswa MAN Kota Palangka
Raya (Mankoraya) Indra Hassbullah yang meraih penghargaan harapan satu pada
lomba membuat cerpen tingkat provinsi yang diadakan Balai Bahasa Kalteng,
Oktober lalu.

Siswa
kelas X Mipa 4 yang punya hobi menulis ini baru pertama kali ikut lomba membuat
cerpen. Ia mendengar informasi lomba dari kawannya. “Alhasil alhamdulillah nama
saya bisa masuk menjadi enam terbaik dari 950 pendaftar se-Kalteng,” ucap Indra
dengan bangga.

Baca Juga :  Begini Cara Atasi Flek Hitam Akibat Gowes di Bawah Terik Matahari

Lomba
membuat cerpen Balai Bahasa Kalteng ini terdiri dari pelajar SMP/MTs dan SMA/MA
se-Kalteng yang diadakan secara online. Peserta harus mengisi formulir dan
biodata secara online terlebih dahulu. “Setelah itu peserta diwajibkan membuat
cerpen dengan tema bebas sebanyak enam halaman dengan waktu satu bulan,” ujar
Indra.

Setelah
selesai pembuatan cerpen langsung dikirimkan lewat email kepada panitia lalu
diadakan penilaian dan penetapan juara. Indra Hassbullah mengucapkan terima
kasih kepada guru- guru, terutama guru Bahasa Indonesia yang sudah
mengarahkannya dalam penulisan cerpen.

Sementara
itu, Kepala Mankoraya H Ahd Fauzi merasa bangga dengan anak-anak yang sudah
mengharumkan nama madrasah di tingkat provinsi. “Semoga prestasi ini bisa
ditingkatkan lagi hingga ke tingkat nasional,” pungkasnya.(ila/iha/CTK)

Baca Juga :  232 Pelajar MTsN 1 Kota Ikuti Try Out 1

PALANGKA
RAYA – Parikesit adalah seorang tokoh dari Wiracarita Mahabharata,
  cucu dari Arjuna dan anak dari Abimanyu.
Suatu ketika Parikesit mempunyai mimpi ingin menjadi seorang penari terkenal.
Namun impian tersebut terpatahkan dengan keadaan fisiknya yang tidak bisa
maksimal menari akibat dari kecelakaan yang ia alami.

Penggalan
isi cerita pendek (cerpen) di atas adalah karya dari siswa MAN Kota Palangka
Raya (Mankoraya) Indra Hassbullah yang meraih penghargaan harapan satu pada
lomba membuat cerpen tingkat provinsi yang diadakan Balai Bahasa Kalteng,
Oktober lalu.

Siswa
kelas X Mipa 4 yang punya hobi menulis ini baru pertama kali ikut lomba membuat
cerpen. Ia mendengar informasi lomba dari kawannya. “Alhasil alhamdulillah nama
saya bisa masuk menjadi enam terbaik dari 950 pendaftar se-Kalteng,” ucap Indra
dengan bangga.

Baca Juga :  Begini Cara Atasi Flek Hitam Akibat Gowes di Bawah Terik Matahari

Lomba
membuat cerpen Balai Bahasa Kalteng ini terdiri dari pelajar SMP/MTs dan SMA/MA
se-Kalteng yang diadakan secara online. Peserta harus mengisi formulir dan
biodata secara online terlebih dahulu. “Setelah itu peserta diwajibkan membuat
cerpen dengan tema bebas sebanyak enam halaman dengan waktu satu bulan,” ujar
Indra.

Setelah
selesai pembuatan cerpen langsung dikirimkan lewat email kepada panitia lalu
diadakan penilaian dan penetapan juara. Indra Hassbullah mengucapkan terima
kasih kepada guru- guru, terutama guru Bahasa Indonesia yang sudah
mengarahkannya dalam penulisan cerpen.

Sementara
itu, Kepala Mankoraya H Ahd Fauzi merasa bangga dengan anak-anak yang sudah
mengharumkan nama madrasah di tingkat provinsi. “Semoga prestasi ini bisa
ditingkatkan lagi hingga ke tingkat nasional,” pungkasnya.(ila/iha/CTK)

Baca Juga :  232 Pelajar MTsN 1 Kota Ikuti Try Out 1

Terpopuler

Artikel Terbaru