24.1 C
Jakarta
Sunday, November 30, 2025

Penuh Haru dan Simpatik, Ibu Bhayangkari Tapsel Rela Menyusui Bayi yang Terpisah dari Ibunya

PROKALTENG.CO-Suasana haru menyelimuti posko penanganan banjir dan longsor di depan RM Sinyar-Nyar, Dusun Purba Tua, Desa Marsada, Sipirok. Posko Kesehatan dan Dapur Umum itu dipenuhi isak tangis, kepanikan, dan harapan para korban yang sedang menanti pertolongan.

Di antara kerumunan, seorang nenek tampak menggendong bayi berusia sekitar satu bulan. Sang bayi terus menangis menahan lapar, kelelahan, dan terpisah dari ibunya yang masih berada di lokasi longsor. Tangisnya menggema di tenda darurat, seakan meminta uluran tangan.

Melihat kondisi tersebut, anggota Bhayangkari Cabang Tapanuli Selatan (Tapsel), Ny. Tengku Nova Mulyana Hanafi, langsung tergerak. Dengan spontan, ia menawarkan bantuan paling tulus yang bisa diberikan seorang ibu memberikan ASI-nya.

“Waktu melihat bayi itu menangis, saya seperti melihat anak saya sendiri. Saya hanya memikirkan satu hal dia harus segera ditenangkan. Selama saya bisa membantu, saya lakukan tanpa ragu,” kata Ny. Nova dengan suara bergetar.

Baca Juga :  Brimob Kalteng Gelar Pengobatan Gratis di Marang, Warga Antusias Datangi Lokasi

Setelah mendapat izin dari tenaga kesehatan dan sang nenek, Ny. Nova membawa bayi itu ke musholla kecil di sisi posko. Di sana, ia menyusui sang bayi yang tampak lemah dan kebingungan menghadapi dunia yang baru dikenalnya.

Tangis yang sebelumnya memilukan perlahan mereda, berganti dengan tidur tenang dalam dekapan penuh kasih.

Sementara, di lokasi berbeda, Ketua Bhayangkari Cabang Tapsel, Ny. Kiki Yon Edi, menyampaikan apresiasi dan kebanggaan atas tindakan spontan anggotanya.

Electronic money exchangers listing

“Yang dilakukan Ny. Nova adalah wujud kepedulian yang menjadi jantung Bhayangkari. Kami berusaha hadir bukan hanya sebagai pendamping suami, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat yang meringankan beban sesama,” tegasnya.

Baca Juga :  Penuh Haru! Keretakan Rumah Tangga Diselamatkan Hakim di Pengadilan Agama Nanga Bulik

Peristiwa ini turut mendapat perhatian Kapolda Sumut, Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto.

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Ferry Walintukan, menegaskan tindakan kemanusiaan seperti ini mencerminkan nilai luhur yang dijunjung Polri dan Bhayangkari.

“Di tengah situasi bencana yang penuh duka, tindakan Ny. Nova menjadi gambaran bahwa kepedulian tidak pernah padam. Polri dan Bhayangkari selalu berupaya membawa kehangatan, rasa aman, dan pertolongan bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menegaskan komitmen Polda Sumut untuk terus mendukung penanganan bencana di Tapanuli Selatan dan wilayah terdampak lainnya.

“Peristiwa sederhana namun sarat makna ini menjadi pengingat bahwa di tengah bencana, kasih sayang dan kemanusiaan selalu menemukan jalannya,” pungkasnya. (jpg)

PROKALTENG.CO-Suasana haru menyelimuti posko penanganan banjir dan longsor di depan RM Sinyar-Nyar, Dusun Purba Tua, Desa Marsada, Sipirok. Posko Kesehatan dan Dapur Umum itu dipenuhi isak tangis, kepanikan, dan harapan para korban yang sedang menanti pertolongan.

Di antara kerumunan, seorang nenek tampak menggendong bayi berusia sekitar satu bulan. Sang bayi terus menangis menahan lapar, kelelahan, dan terpisah dari ibunya yang masih berada di lokasi longsor. Tangisnya menggema di tenda darurat, seakan meminta uluran tangan.

Melihat kondisi tersebut, anggota Bhayangkari Cabang Tapanuli Selatan (Tapsel), Ny. Tengku Nova Mulyana Hanafi, langsung tergerak. Dengan spontan, ia menawarkan bantuan paling tulus yang bisa diberikan seorang ibu memberikan ASI-nya.

Electronic money exchangers listing

“Waktu melihat bayi itu menangis, saya seperti melihat anak saya sendiri. Saya hanya memikirkan satu hal dia harus segera ditenangkan. Selama saya bisa membantu, saya lakukan tanpa ragu,” kata Ny. Nova dengan suara bergetar.

Baca Juga :  Brimob Kalteng Gelar Pengobatan Gratis di Marang, Warga Antusias Datangi Lokasi

Setelah mendapat izin dari tenaga kesehatan dan sang nenek, Ny. Nova membawa bayi itu ke musholla kecil di sisi posko. Di sana, ia menyusui sang bayi yang tampak lemah dan kebingungan menghadapi dunia yang baru dikenalnya.

Tangis yang sebelumnya memilukan perlahan mereda, berganti dengan tidur tenang dalam dekapan penuh kasih.

Sementara, di lokasi berbeda, Ketua Bhayangkari Cabang Tapsel, Ny. Kiki Yon Edi, menyampaikan apresiasi dan kebanggaan atas tindakan spontan anggotanya.

“Yang dilakukan Ny. Nova adalah wujud kepedulian yang menjadi jantung Bhayangkari. Kami berusaha hadir bukan hanya sebagai pendamping suami, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat yang meringankan beban sesama,” tegasnya.

Baca Juga :  Penuh Haru! Keretakan Rumah Tangga Diselamatkan Hakim di Pengadilan Agama Nanga Bulik

Peristiwa ini turut mendapat perhatian Kapolda Sumut, Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto.

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Ferry Walintukan, menegaskan tindakan kemanusiaan seperti ini mencerminkan nilai luhur yang dijunjung Polri dan Bhayangkari.

“Di tengah situasi bencana yang penuh duka, tindakan Ny. Nova menjadi gambaran bahwa kepedulian tidak pernah padam. Polri dan Bhayangkari selalu berupaya membawa kehangatan, rasa aman, dan pertolongan bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menegaskan komitmen Polda Sumut untuk terus mendukung penanganan bencana di Tapanuli Selatan dan wilayah terdampak lainnya.

“Peristiwa sederhana namun sarat makna ini menjadi pengingat bahwa di tengah bencana, kasih sayang dan kemanusiaan selalu menemukan jalannya,” pungkasnya. (jpg)

Terpopuler

Artikel Terbaru