PROKALTENG.CO-Pada dasarnya, puasa Tasu’a memiliki sejumlah keutamaan. Di antaranya adalah sebagai berikut:
Pertama, puasa Tasu’a merupakan bagian dari puasa Muharram yang oleh Nabi SAW disebut sebagai puasa paling utama setelah Ramadhan. Keutamaan tersebut tidak terlepas dari kedudukan Muharram sebagai salah satu bulan yang dimuliakan oleh Allah.
Kedua, terdapat riwayat yang menyebutkan bahwa berpuasa pada bulan Muharram memiliki pahala yang besar. Lantaran Tasu’a dilaksanakan pada salah satu hari utama di bulan tersebut, maka ia termasuk dalam amalan yang sangat dianjurkan.
Ketiga, di samping memperoleh pahala puasa Muharram, pelaksanaan puasa Tasu’a juga berfungsi sebagai penyempurna puasa Asyura’.
Dengan berpuasa pada tanggal 9 Muharram, seorang Muslim tidak hanya mengikuti sunnah Nabi SAW, tetapi sekaligus membedakan dirinya dari tradisi puasa kaum Yahudi yang hanya berpuasa pada hari Asyura’.
Hikmah Puasa Sunnah Tasu’a
Para ulama menerangkan bahwa dianjurkannya puasa Tasu’a bersama puasa Asyura mengandung beberapa hikmah. Salah satunya, adalah sebagai bentuk kehati-hatian agar tidak terjadi kekeliruan dalam menentukan tanggal 10 Muharram.
Dengan berpuasa sehari sebelumnya, seseorang dipastikan tetap memperoleh puasa Asyura’ kendati terjadi perbedaan penentuan awal bulan. Selain itu, puasa Tasu’a juga menjadi bentuk penyelisihan terhadap tradisi kaum Yahudi yang hanya berpuasa pada hari Asyura’.
PROKALTENG.CO-Pada dasarnya, puasa Tasu’a memiliki sejumlah keutamaan. Di antaranya adalah sebagai berikut:
Pertama, puasa Tasu’a merupakan bagian dari puasa Muharram yang oleh Nabi SAW disebut sebagai puasa paling utama setelah Ramadhan. Keutamaan tersebut tidak terlepas dari kedudukan Muharram sebagai salah satu bulan yang dimuliakan oleh Allah.
Kedua, terdapat riwayat yang menyebutkan bahwa berpuasa pada bulan Muharram memiliki pahala yang besar. Lantaran Tasu’a dilaksanakan pada salah satu hari utama di bulan tersebut, maka ia termasuk dalam amalan yang sangat dianjurkan.
Ketiga, di samping memperoleh pahala puasa Muharram, pelaksanaan puasa Tasu’a juga berfungsi sebagai penyempurna puasa Asyura’.
Dengan berpuasa pada tanggal 9 Muharram, seorang Muslim tidak hanya mengikuti sunnah Nabi SAW, tetapi sekaligus membedakan dirinya dari tradisi puasa kaum Yahudi yang hanya berpuasa pada hari Asyura’.
Hikmah Puasa Sunnah Tasu’a
Para ulama menerangkan bahwa dianjurkannya puasa Tasu’a bersama puasa Asyura mengandung beberapa hikmah. Salah satunya, adalah sebagai bentuk kehati-hatian agar tidak terjadi kekeliruan dalam menentukan tanggal 10 Muharram.
Dengan berpuasa sehari sebelumnya, seseorang dipastikan tetap memperoleh puasa Asyura’ kendati terjadi perbedaan penentuan awal bulan. Selain itu, puasa Tasu’a juga menjadi bentuk penyelisihan terhadap tradisi kaum Yahudi yang hanya berpuasa pada hari Asyura’.